Kartu JKN-KIS Bantu Yuni Ringankan Biaya Operasi Pendarahan Otak Sampai Dengan Kontrol Rutin

Kartu JKN-KIS Bantu Yuni Ringankan Biaya Operasi Pendarahan Otak Sampai Dengan Kontrol Rutin

 

Kartu JKN-KIS Bantu Yuni Ringankan Biaya Operasi Pendarahan Otak Sampai Dengan Kontrol Rutin

Foto Kartu JKN-KIS Bantu Yuni Ringankan Biaya Operasi Pendarahan Otak Sampai Dengan Kontrol Rutin

MOJOKERTO. Sorotindomedia.com Yuni, begitu biasanya beliau dipanggil. Wanita kelahiran tahun 1957 tersebut merupakan Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Wanita pemilik nama lengkap Setyo Sri Wahjuni tersebut saat ini sedang menjalani masa penyembuhan dari penyakit stroke yang dideritanya sejak tahun 2017 lalu. Saat dijumpai (21/9/) Yuni yang masih menggunakan tongkat untuk berjalan dalam kesehariannya ini menceritakan bagaimana berjuang melawan stroke dengan bantuan kartu JKN-KIS. Sebelum akhirnya kambuh, Yuni mengaku memang memiliki riwayat hipertensi.

“Sudah bertahun-tahun saya pakai buat berobat, tapi jaman dulu namanya masih Askes. Nah yang paling parah ya waktu kambuh tahun 2017 kemarin,” ungkapnya.

Tepatnya pada 17 Maret 2017 silam waktu pagi hari di kediamannya di wilayah Perumahan Teratai Indah, Sooko, Mojokerto. Menurut pengakuan, tiba-tiba beliau merasakan pusing yang amat luar biasa dan separuh badan sebelah kiri tidak dapat digerakkan. Bahkan beliau sempat tak sadarkan diri.

Dokter menyatakan bahwa dia mengalami gejala stroke dan terdapat pendarahan pada otak, sehingga mengharuskan beliau untuk segera dioperasi. Yuni dirawat selama 5 hari di ruang ICU RS Gatoel Mojokerto, dan menjalani perawatan 12 hari di ruang perawatan. Saat itu keluarga Yuni memutuskan untuk menambah hak kelas menjadi VIP dari hak kelas rawatnya seharusnya di kelas I.

Hal tersebut sudah menjadi keinginan keluarga, jadi mereka paham betul akan risiko yang ditanggung ketika naik kelas. Meskipun tidak sesuai dengan hak rawat kelasnya, Yuni mengaku bahwa tidak ada kendala terkait administrasi dan sebagainya. Bahkan pihak rumah sakit memberikan rincian biaya secara detail dan transparan. Kondisi saat ini Yuni sudah berangsur pulih. Dokter mengharuskan Yuni untuk tetap kontrol rutin setiap bulannya.

“Sekarang kontrol rutin ya tetap pakai JKN-KIS, tidak ada biaya apapun. Sekalipun obat juga semuanya gratis, tidak ada biaya tambahan,” tambah Yuni.

Yuni menyampaikan rasa bersyukur karena merasa terbantu dengan adanya program JKN-KIS sampai masa pemulihan saat ini. Yuni berharap manfaat dan kemudahan program JKN-KIS juga dapat dirasakan oleh semua orang tanpa adanya diskriminasi.

“Saya berharap seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan menjaga betul pola hidup sehari-sehari,” tutupnya.(Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *