Danrem 082/Cpyj, Mengikuti Peringatan Hari Infanteri ke-71, di Pendopo Agung Trowulan.

Danrem 082/Cpyj, Mengikuti Peringatan Hari Infanteri ke-71, di Pendopo Agung Trowulan.
Danrem 082/Cpyj, Mengikuti Peringatan Hari Infanteri ke-71, di Pendopo Agung Trowulan.

Foto Danrem 082/Cpyj, Mengikuti Peringatan Hari Infanteri ke-71, di Pendopo Agung Trowulan.

Mojokerto, Sorotindomedia.com Danrem 082/ Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, ikut serta berjalan pada peringatan Hari Infanteri ke-71 Tahun 2019, Kodam V/Brawijaya yang laksanakan di lapangan pelataran pendopo Agung Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (19/12/2019).

Kegiatan upacara Penyerahan simbol Yuddha Wastu pramuka Jaya yang dimulai pukul 06.00 wib berlangsung di lapangan Desa Semengko Kecamatan Jatirejo dengan inspektur upacara (Irup) Mayor Jenderal TNI Tri Yuniarto, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad. Pada acara tersebut dibacakan pesan-pesan almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman, ikrar infanteri, penyerahan simbol dan penandatanganan naskah oleh Irup.

Selanjutnya simbol yang terdiri dari sepasang senjata LE dengan sangkur terhunus , bendera lambang Infanteri dan bendera Angkatan Darat, tabung yang berisi pesan Jenderal Soedirman dan ikrar Infanteri di bawah berjalan ke pendopo Agung Trowulan dengan di kawal satuan dari Yonif Raider 500/Sikatan, Yonif 511/DY, 512/QY, 516/CY, 527/BY, 503/MK, Yonkav 3, Yonkav 8, Zipur 5, Arhanuy 2, Armed 8, Yonif 501/Kostrad, Marinir, Brimob dan yang lainya. Setelah berjalan menempuh jarak perjalanan 8 kilo meter, akhirnya tiba di lapangan pendopo Agung Trowulan.

Di lapangan inilah upacara peringatan Hari Infanteri ke -71 dengan Irup Mayor Jenderal TNI Wisnoe Prastja Boedi, Pangdam V/Brawijaya, dengan tema bersama rakyat infanteri kuat, acara di laksanakan dengan menampilkan pasukan tempo dulu dengan seragam khas prajurit ketika itu, dan tradisi pemecahan kelapa muda yang di serahkan kepada inspektur upacara.

Dalam amanat Danpussenif Kodiklat AD yang dibacakan oleh Irup, intinya bahwa dengan peringatinya hari infanteri ini juga terkait erat dengan salah satu peristiwa bersejarah tentang kebersamaan nyata TNI-AD dengan rakyat. Para pejuang pendahulu TNI-AD bahu membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi. Dengan peristiwa ini telah menjadi tonggak sejarah perjuangan TNI-AD dalam melindungi keselamatan bangsa, menegakkan kedaulatan negara serta menjaga keutuhan NKRI.Dari peristiwa heroik ini, kita mendapatkan teladan nyata dari para pahlawan bangsa tentang bagaimana menjalankan setiap panggilan tugas negara, semangat juang seperti inilah yang selayaknya terus digelorakan dalam jiwa dan ditanamkan dalam hati sanubari setiap prajurit TNI-AD. TNI adalah rakyat dan rakyat adalah TNI serta rakyat Indonesia adalah ibu kandung TNI. Bagi TNI-AD, penekanan tersebut akan selalu relevan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas. TNI-AD tidak hanya tentara yang lahir dan terbentuk dari rakyat pejuang tetapi selalu dan akan terus berjuang bersama rakyat.

Turut hadir dalam upacara peringatan hari infanteri ke -71 Tahun 2019, Irdam V/Brawijaya, Danrem 081/Dsj Kolonel Inf Masduki, Danrem 082/Cpyj Kolonel Arm Ruly Chandrayadi,S.H, M.H., Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Zainudin, Danrem 084/BJ, Kolonel Inf Yuli Sudaryanto, S.E, para asisten Kasdam V/Brawijaya, Kabalak Dam V/Brawijaya, Danbrigif 16/WY, Danbrigif 18 Kostrad dan Forkopimda Kabupaten Mojokerto.(Rem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *