Polresta Mojokerto Ciduk 86 Pelanggar Dalam Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

Foto. Polresta Mojokerto Ciduk 86 Pelanggar Dalam Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

MOJOKERTO.INDEXBERITA
COM Polresta Mojokerto terus melakukan Operasi Yustisi penegakan di siplin protokol kesehatan serentak di wilayah hukum polresta Mojokerto pads Sabtu (19/9/2020)

Ada 86 pelanggar terciduk dan dilakukan penindakan sesuai Perda Prov nomor 2 tahun 2020 dan Perwali Kota Mojokerto nomor 55 tahun 2020.

Operasi Yustisi ini dilakukan oleh petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi bersama Kasdim Mayor inf Jenal Arifin dan Kasatpol PP Heriyana Dodik M

Beberapa tempat yang di lakukan Razia Ops Yustisi protokol kesehatan antara lain :

1. Swalayan Carrefor tidak diketemukan pelanggar protokol kesehatan.

2. Kawasan PKL Sepanjang jalan Benteng Pancasila diketemukan 21 pelanggar protokol kesehatan ditindak dengan Perda

3. Futsal Center jalan Raya Kedungsari ditemukan pelanggar protokol kesehatan 5 orang anak di bawah umur ditindak dengan hukuman Tegoran.

4. Diskotik Graha Poppy terdapat 2 orang pelanggar protokol Kesehatan ditindak dengan Perda

5. Wates Karaoke terdapat 1 pelanggar ditindak dengan Perda

6. The Rosort Hotel terdapat 1 pelanggar ditindak dengan Perda

Hasil penindakan stasioner di aloon2 kota Mojokerto pelanggar protokol kesehatan 10 orang anak dibawah Umur dengan hukuman Tegoran dan 15 orang ditindak dengan Perda

Hingga acara selesai jumlah pelanggar Protokol Kesehatan yang ditindak sebanyak 50 orang

Sedangkan Hasil penindakan serentak Polsek jajaran dalam waktu bersamaan sebanyak 36 pelanggar, total jumlah pelanggar protokol kesehatan yang dilakukan penindakan malam ini 86 orang

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, SIK, MIK mengatakan, tujuan Operasi Yustisi ini adalah untuk Kota Mojokerto segera terbebas dari pandemi Covid-19.

Disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan bukan karena dipaksa tapi memang sudah menjadi kewajiban setiap warga dalam era pandemi Covid-19 ini untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto.

“Ketika seseorang keluar rumah tidak memakai masker jadi siap-siap saja ditindak,” ungkap Kapolres Deddy Supriyadi (Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *