PEDALINDO BERJUANG MENYELAMATKAN EKONOMI KERAKYATAN DITENGAH PANDEMI

Mojokerto.Indexberita.com  PEDALINDO (Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia), adalah Ormas yg intens bergerak dan memperjuangkan Ekonomi Kreatif yang berbasis Kerakyatan, melewati tahun 2020 kami sangat bersyukur karena masa-masa sulit ketika ada dalam situasi pandemi, kami masih bisa bertahan (ucap Junius Bram, selaku Pendiri dan Ketua Pembina).
Memasuki tahun 2021, Alhamdulilah situasi masih belum pulih, justru melalui media dan informasi yang kami terima bahwasannya kasus cofid 19 masih saja menjadi momok atas kehidupan seluruh Umat Manusia di muka Bumi ini. Namun pada kesempatan ini kami menghaturkan terimakasih yang sebesar besarnya pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo beserta Kabinetnya yang sudah bekerja dengan gigih tanpa mengenal lelah untuk tetap memperjuangkan agar Rakyat Indonesia tetap Sehat dan Makmur secara Ekonomi, kami mendukung proses vaksinasi yang sudah berlangsung di beberapa Daerah. Kami juga menghaturkan terimakasih kepada PemKab, Sidoarjo, yang tetap memberikan dukungan atas kegiatan Ekonomi Kerakyatan yang kami lakukan di areal CFD Jl. Ponti.
Sebagai langka antisipasi terkait memutus mata rantai cofid 19, perlu kami sampaikan bahwasannya sejak terjadinya pandemi hingga berita ini dirilis, kami selalu mentaati Protokol Kesehatan dengan ketat, ketika melakukan aktifitas kami di Jl. Ponti, sekalipun hanya 1 minggu 1 kali aktifas yang kami lakukan, namun sebelum beraktifitas kami selalu menyeprot Jl. Ponti dengan cairan diskinfectan dan kami mewajibkan kepada seluruh anggota kami agar selalu menggunakan masker, faceshield, menyediakan handsaniteizer, cuci tangan bahkan pedagang kami juga memakai sarung tangan dan semua jenias dagangan selalu kami pantau, kami menugaskan 30 orang satgas guna kelancaran dan ketertiban aktifitas yang kami lakukan. Hal tersebut dibenarkan oleh Gatot Sunyoto selaku Ketua Umum yg ditemui awak media dan didampingi oleh Bayu Agung Presekti selaku Ketua Harian dan Hariaman selaku Ketua Satgas Pedalindo.
Jadi hal2 yang terkait Protokol Kesehatan sudah menjadi kebiasaan kami ketika kami akan memulai aktifitas, kami juga menyediakan pos pantau semua pedagang yang akan beraktifitas akan kami cek suhu tubuhnya, jika diatas 37,3 ⁰C maka pedagang tersebut tidak diijinkan untuk berjualan, kami juga membatasi jarak antara laoak 1 dengan yang lain.
Harapan kami kiranya ALLAH SWT segera memulihkan semua ini, agar kami bisa hidup normal kembali, bisa bekerja seperti sediakala, keluh salah satu anggota Pedalindo yang terpaksa berjualan karena sudah beberapa bulan tidak bekerja akibat pengurangan karyawan (PHK). Gatot Sunyoto juga menambahkan bahwa sejak bulan juni 2020 semakin banyak yang mendaftar ingin ikut jualan, namun karena tempat kami yang terbatas, akhirnya kami gilir, jadi tidak semua pedagang bisa berjualan di hari minggu, hal tersebut sebagai antisipasi agar ruas Jl. Ponti tetap terjaga dengan baik. Karena jika semua pedagang kita perbolehkan berjualan semua tanpa aturan pergantian/giliran setiap minggunya, maka jelas akan semakin panjang tempat yang dibutuhkan.
Kami sangat berharap kiranya PemKab. Sidoarjo kedepan semakin bisa memfasilitasi aktifitas kami. Sehingga kami masyarakat informal ini tetap bisa bertahan dalam segala keadaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *