Kapolresta Mojokerto : Ulama dan Santri Mengikuti Pencanangan Gerakan Santri Bermasker

Foto.Kapolresta Mojokerto : Ulama dan Santri Mengikuti Pencanangan Gerakan Santri Bermasker

MOJOKERTO.INDEXBWRITA.COM Polresta Mojokerto – Menggelorakan program Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, launching pencanangan “Gerakan Santri Bermasker” guna memutus mata rantai covid-19 di Jawa Timur, Kapolresta Mojokerto bersama Forkopimda mengikuti video conference di Ruang Wira Pratama Polresta Mojokerto.

Sejumlah Kyai dan ulama, serta Forkopimda hadir di Polresta Mojokerto seperti Wakil Walikota Mojokerto H Achmad Rizal Zakaria. Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto, S.H., Wakapolres Mojokerro Kota Iwan Sebastian S,ST, Kasubsi C Kajari Kota Mojokerto Agung Setyo Laksono, SH, Ketua PCNU Kota Mojokerto KH. Soleh Hasan, Ketua MUI Kota Mojokerto KH. Rofi’i Ismail, Ketua PD Muhammadiyah Kota Mojokerto Drs. Abdul Qoyyum, Pengasuh Ponpes Al- Azhar Kota Mojokerto KH Ma’sum Maulani, Perwakilan Kepala Kemenag Kota Mojokerto, Perwakilan Santri dari Ponpes Al – Azhar Kota Mojokerto

Nampak dalam layar juga hadir Forkopimda Jatim, diantaranya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto. Pangkoarmada II, Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan yang berlangsung di gedung Rupatama Polda Jatim, pada Kamis (24/2/2021).

Pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini secara langsung di hadiri oleh Pejabat Utama Polresta Mojokerto, Selain itu, Kegiatan ini juga di ikuti oleh Kiai, maupun ulama dari seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur, dan Polres jajaran di seluruh Jawa Timur secara virtual.

Kapolda Jatim mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19.

“Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19,” ucapnya Kapolda Jawa Timur pada Launching Pencanangan Gerakan Santri Bermasker.
Dalam acara ini Kapolda membagikan masker sebanyak 1.287.000 secara simbolis yang di terima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara ini.

Tak lupa Kapolda Jatim mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jatim, para Kiai, Ulama, dan Santri atas identitas yang telah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan Pemerintah daerah, serta seluruh kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada tuhan yang maha kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju,” Pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta dalam sambutannya.

Hj Khofifah Gubernur Jawa Timur, dalam kesempatan ini mengatakan bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.

“Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan berseiring dengan proses vaksinasi,” Paparnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Untuk di Polresta Mojokerto Kota seusai Vidcon melaksanakan Bagi masker sebanyak 20 ribu yang ditujukan ke Pondok pesantren baik di Kota dan di wilayah utara sungai.

“Alhamdulillah Polresta Mojokerto bisa membagikan masker sebanyak 20 ribu dalam rangka mencegah penyebaran covid-19, masker yang kita bagikan ini sasarannya ke Pondok Pesantren sesuai dengan tema Program Kapolda Jatim yakni pencanangan gerakan Santri bermasker,”

“Kali ini saya bersama Wakil Walikota, Dandim 0815 berkunjung silaturahmi serta mengajak menggelorakan gerakan santri bermasker ke Ponpes Al-Azhar dan memberikan bantuan masker, sedangkan untuk wilayah kota lainnya dan utara sungai akan dibagikan oleh Kapolsek bersama tiga Pilar.” Pungkas AKBP Deddy Supriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *