Rumah di Trowulan Mojokerto Dibongkar Paksa Rata Dengan Tanah, Perceraian Pasutri Jadi Sebab

Foto.Rumah di Trowulan Mojokerto Dibongkar Paksa, Perceraian Pasutri Jadi Sebab

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Akibat perceraian sebuah rumah di kawasan Dusun Tegalan RT03/RW01, Desa/ Trowulan Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto sengaja dibongkar,Minggu (14/3/2021).

Rumah milik Kasnan (50) selaku pihak pertama sengaja dihancurkan menyusul kesepakatan dengan pihak kedua yaitu mantan istrinya bernama Ainun Jariyah (44).

Berdasarkan surat perjanjian yang dimediasi oleh Pemdes Trowulan, pihak pertama dan pihak kedua sepakat untuk membongkar rumah yang di bangun  memakai biaya harta bersama saat mereka masih berstatus sebagai pasangan suami istri.

Bangunan rumah berukuran sekitar 5 meter x 8 meter itu merupakan harta gono-gini yang sesuai kesepakatan dari pembongkaran rumah itu akan dibagi dua.

Kasnan mengatakan permasalahan ini muncul ketika mantan istrinya tiba-tiba meminta jatah pembagian rumah satu-satunya yang merupakan harta gono-gini usai mereka bercerita sekitar 20 tahun silam. Mantan istri meminta uang Rp.30 juta dari separuh nominal harga jual rumah tersebut.

“Minta Rp.30 juta ya saya tidak sanggup apalagi pekerjaan saya cuma serabutan ya akhirnya diputuskan dari kesepakatan rumah dibongkar,” ungkapnya di lokasi, Minggu (14/3).

Sebenarnya, Kasnan tidak ingin rumah satu-satunya yang dibangun di atas tanah warisan itu dibongkar. Apalagi dia bersama istri dan dua anaknya bertempat tinggal di rumah itu.

Dia terpaksa mengiyakan kesepakatan dengan mantan istrinya lantaran tidak sanggup memenuhi permintaan uang Rp.30 juta. Ia pun kecewa dengan mantan istrinya yang secara mendadak minta jatah harta gono-gini.

Namun pihak kedua mendesak dan melalui mediasi oleh Pemdes yaitu Kepala Desa Trowulan dan Kepala Dusun Tegalan setempat sehingga akhirnya merekpa sesepakat untuk pembongkaran rumah

“Kenapa tidak dari dulu kok baru sekarang, padahal ini rumah jatah anak tapi ya sudahlah apa boleh buat saya pasrah,” jelasnya.

Hasil dari pembongkaran rumah seperti kusen pintu, jendela dan lainnya dibagi oleh kedua pihak yang bertikai.

“Pokoknya mereka mintanya rumahnya dibongkar bersih sampai rata dengan tanah dan dibagi dua,” ucap Kasnan.

Kasnan bersama istri dan dua anaknya kini terpaksa mengungsi dengan membuat tempat tinggal sementara persis di samping rumahnya yang sudah dihancurkan.
Mereka kini terpaksa tinggal di gubuk ukuran 3 meter x 5 meter yang dia dibangun dadakan pada malam kemarin.

Dia berharap pihak Pemdes dan Pemerintah Daerah dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya.

“Kalau buat rumah lagi saya tidak mampu pekerjaan serabutan begini penghasilan tidak pasti kalau dapat uang hanya cukup untuk makan,” keluhnya.

Kasianto (42) adik kandung Kasnan, menjelaskan pada Minggu 14 Maret 2021 kemarin sekitar pukul 08.30 WIB ada sekitar 10 orang yang datang untuk membongkar rumah kakaknya. Saat pembongkaran berlangsung hadir pula pihak dari pemdes mulai Kepala Desa dan Kepala Dusun.

“Pembongkaran rumah tadi dilakukan secara manual menggunakan martil dan linggis,” terangnya.

Menurut dia, pembongkaran rumah  terpaksa dilakukan karena kakaknya tidak sanggup memenuhi permintaan mantan istri pertamanya.

Foto.Rumah di Trowulan Mojokerto Dibongkar Paksa, Perceraian Pasutri Jadi Sebab

“Ya kakak saya tidak punya uang karena pihak sana tiba-tiba minta Rp.30 juta ya kesepakatan dibongkar,” tandasnya. (Syim/Bang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *