Tanpa Bantuan Bidan, Perempuan Melahirkan di Teras Pukesmas Mojokerto.

Foto.Dokter Sujatmiko

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Seorang Wanita warga Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto melahirkan di teras pukesmas Pesanggrahan, Senin (22/3/2021) dini hari. Kejadian ini membuat heboh warga sekitar, sebab proses persalinan itu tanpa bantuan bidan.

Foto-foto proses persalinan perempuan bernama Umi Nurlaila (31) ini pun viral di media sosial. Dari beberapa foto terlihat beberap warga berkerumun, memberikan pertolongan kepada bayi dan ibu asal Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo ini.

Informasi yang dihimpun Umi bersama suaminya tiba saat puskesmas sudah tutup. Keduanya tidak mengetahui bahwas Puskesmas Pesanggrahan tidak buka 24 jam. Sementara, Umi sudah merasakan sakit hingga akhirnya melahirkan dengan kondisi darurat. Beruntung, bayi lahir dalam kodisi selamat, begitu juga sang ibu.

Menurut salah seorang warga Sumarti, proses persalinan darurat itu diketahui warga sesaat setelah turun salat Subuh. Warga kaget karena mendengar suara tangis bayi dan ibu di teras puskesmas yang sepi. Mereka pun akhirnya berbondong-bondong memberikan pertolongan.

“Saya tahunya juga pas belanja. Pas saya datang, bayi sudah keluar dan dibopong ayahnya. Ari-ari juga sudah keluar. AKhirnya saya panggil Bidan Rahayu (biidan desa). Bayinya sehat, perempuan,” katanya, Senin (22/3/2021).

Pascamelahirkan ibu dan bayi dalam perawatan di ruang persalinan Puskesmas Pesanggrahan dalam kondisi sehat. Bayi memiliki berat 2,9 kg dan panjang 49 cm.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Sujatmiko mengatakan, tidak unsur kelalain dari para petugas. Pasalnya Puskesmas Pesanggrahan bukan puskesmas rawat inap dan hanya rawat jalan.

Dokter Sujatmiko mengatakan, pasangan suami istri tersebut memang tercatat di Puskesmas Pesanggrahan. Namun, dalam kondisi darurat, pengguna kartu BPJS bisa digunakan di semua puskesmas maupun rumah sakit.

Meski begitu, pihaknya mengapresiasi kinerja bidan Desa Pesanggrahan yang memberikan pertolongan meski bukan di wilayahnya.

“Saat persalinan kan saat darurat, pasien tidak tahu bahwa puskesmas tidak buka 24 jam. Mestinya, jika saat darurat bisa melahirkan di mana pun. Sebenanrya di Puskesmas Kutorejo kan ada. Bisa dijemput bagaimana pun situasi darurat bisa di tolong. Tapi alhamdulilah, situasi hasilnya sehat dua-duanya,” katanya.(Syim/Bang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *