Forkopimda Silaturahmi Bersama Ormas Islam Se-Kota Mojokerto, Bahas Radikalisme dan Ramadhan

Foto Forkopimda Silaturahmi Bersama Ormas Islam Se-Kota Mojokerto, Bahas Radikalisme dan Ramadhan

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM– Forkopimda Kota Mojokerto menggelar silaturahmi Bersama ormas Islam dalam rangka membahas isu-isu keagamaan maupun persiapan menjelang hari besar umat Islam di ruang nusantara Pemkot Mojokerto. Rabu (07/04/21)

Sebagai narasumber kegiatan silaturahmi oleh Walikota Mojokerto Ning Ita, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto.

Acara yang digelar selama 3 hari oleh Bakesbangpol Kota Mojokerto dan sebagai penanggung jawab Moch. Imron S.Sos.,M.M, sekaligus menjadi moderator silaturahmi Bersama ormas Islam

Penyampaian Walikota Mojokerto, saya menghormati organisasi kemasyarakatan ini adalah sebuah tempat berkumpulnya masyarakat untuk bisa bersama-sama mengeluarkan pendapat dimana berkumpul berserikat dan mengeluarkan pendapat ini di negara kita dijamin oleh undang-undang karena merupakan hak asasi manusia.

“Dikota Mojokerto banyak organisasi dan Fungsi kita masing-masing untuk bersama-sama membangun Kota memberikan kontribusi agar pelaksanaan pembangunan di kota ini bisa berjalan dengan lancar dan tentu saja muaranya adalah pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat” Kata Ning Ita

Faktanya beberapa minggu yang lalu insiden tersebut terjadi lagi menimpa saudara-saudara kita yang ada di Makassar padahal kita sebagai umat beragama khususnya umat muslim tidak pernah ajaran kita mengarahkan atau membenarkan aksi terorisme dan radikalisme.

“Sebentar lagi umat Muslim akan masuk pada bulan yang sangat kita nanti-nantikan yaitu bulan romadhon dari 12 bulan sepanjang tahun, ini menjadi bulan yang selalu kita harapkan dan kita bisa beribadah dengan khusyuk bisa Istiqomah untuk mendekatkan diri kita kepada sang pencipta dan keberkahan hidup kita selama 11 bulan sebelumnya, pengampunan atas dosa-dosa kita selama 11 bulan sebelumnya akan kita lebur pada bulan yang penuh Maghfiroh itu tentunya di bulan yang sangat kita nantikan, kita sebagai umat muslim sangat ingin bisa beribadah dengan tenang bisa beribadah dengan nyaman, khusyu, ketenangan, kenyamanan dan itu akan kita dapatkan kalau kita bisa menjaga toleransi antar umat beragama yang berdiri hidup berdampingan dengan kita,” Ucap Walikota

Untuk radikalisme disampaikan Kapolresta Mojokerto, Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Ibu Walikota yang sudah menginisiasi maupun memfasilitasi kegiatan ini sehingga apa yang menjadi harapan sinergi antara pemerintah atau Forkopimda dengan organisasi masyarakat bisa terjalin seterusnya, bapak Ibu sekalian tadi sudah dibahas isu yang diangkat oleh ibu Walikota selaras apa yang disampaikan bahwa saat ini isu terorisme sedang berkontraksi yang mendasari kejadian di Makassar maupun yang terjadi di Mabes Polri.

“Perayaan Paskah kemarin pada tanggal 1 hingga tanggal 4 April yang dilaksanakan di Kota Mojokerto berjalan lancar dan itu juga ada partisipasi dari organisasi Muhammadiyah yaitu yang pelibatannya ada dilakukan di setiap gereja-gereja, perlu diketahui kenapa harus bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan itu, karena kami memaknai nilai aman itu mahal, nilai-nilai aman itu tidak mudah sehingga harus ada komponen kekuatan lainnya selain TNI – Polri juga ada organisasi masyarakat seperti kemarin dari Banser dari Kokam Pencak Silat,” Sebut Kapolresta Mojokerto

Kami telah melakukan penangkapan anggota jaringan Terorisme oleh Densus 88 di wilayah Indonesia, termasuk penangkapan terduga Terorisme di Kecamatan Mojoanyar, ternyata ybs berdomisili di Kelurahan Miji Kota Mojokerto

Adanya beberapa orang yang tergolong dalam aliran masih ada di sekitar kita, tapi sel-selnya masih tidur dan ini terus kami lakukan koordinasi dengan Densus 88, yang kami lakukan dan yang saya rasakan selama ini selalu bekerjasama ataupun sinergi dengan beberapa kelompok Ormas Islam, syukur alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan lancar

“Perlu bapak ibu ketahui bahwasanya seseorang menjadi terorisme itu tidak langsung menjadi pelaku teror, tingkatannya ada dimulai dari intoleransi ketika ada orang atau seseorang mengatakan itu thogut,”

kemarin ada beberapa pakar mengatakan itu berarti kemungkinan ada salah paham terhadap guru yang ia terima dalam kerajaannya, ini intoleransi dimulai dari tingkatan berikutnya adalah radikal dan radikalisme,

Ia sudah tidak lagi mempunyai hubungan sosialisasi yang baik dengan lingkungan sekitarnya dia akan menutup diri tidak mau lagi selamanya interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Setelah yang bersangkutan menjadi radikal,

“Langkah tingkatan berikutnya adalah terorisme dua hal yang mendasari dari terorisme ini adalah pertama tidak menerima pemerintah yang tidak melaksanakan syariat Islam sepenuhnya dan yang kedua, pemikirannya adalah melaksanakan jihad karena mati syahid”, Papar Kapolresta Mojokerto

 

Seperti Ibu Walikota katakan ada dijanjikan surga dan segala macamnya ini yang menjadi seseorang ketika menjadi terpapar sebagai paham terorisme tingkatannya adalah seperti yang tadi saya katakan mendasari apa yang kejadian di Makassar suami istri baru 6 bulan baru menikah langsung dia menjadi pengantinnya, karena ternyata ditelusuri lagi bapak Ibu sekalian untuk menjadikan seseorang berani melakukan aksi terorisme itu cukup 2 jam katanya.

PPKM Mikro harus dilakukan, karena sudah dipahami sudah 1 tahun berlalu bagaimana menyikapi penanganan covid 19 tersebut terakhir tadi Ibu Walikota mengatakan bahwasanya ada larangan pemerintah untuk tidak mudik.

Di tahun lalu kurva kenaikan Covid 19 setelah Idhul Fitri meningkat, kenapa dilarang mudik karena sudah banyak kejadian di Jakarta itu muncul virus-virus baru, varian baru, jenis baru yang kecepatan penularannya lebih cepat daripada virus sebelumnya, kemarin ada namanya B117 sekarang yang lebih dahsyat lagi yaitu E88K.

“Saya mensosialisasikan Surat edaran nomor : SE 03 tahun 2021 tentang panduan 1badah ramadan dan idul fitri tahun 1442 hijriyah/2021m yang intinya sesuai dengan prokes 5M” Pungkas AKBP Deddy Supriadi

Dilanjutkan Ketua DPRD Kota Mojokerto, bahwasanya teroris ini sasaran pertama adalah di Kota Mojokerto pada tahun 2002, ternyata teroris ini masih percaya dengan tahayul karena kalau Mojokerto dihancurkan/dulu kerajaan Mojopahit bisa dihancurkan, maka anggapan Teroris mudah untuk menumbangkan pemerintahan Indonesia.

“Polri dan TNI tidak akan bisa mendeteksi secara Riel, secara rinci anggota teroris, jangan segan-segan memberikan informasi kepada aparat apabila ada tetangga yang mencurigakan yaitu ciri-cirinya tadi sudah disebutkan sama Pak Kapolres jadi intoleran tidak mau bersosialisasi, yang saya meragukan kadang ada seseorang di lingkungan tingkat RT, tingkat sosialnya, sosialisasi sosial yang sangat tinggi ternyata dia juga jaringan dari kaum radikalisme” Kata Sunarto

Harapan kami sebagai tokoh masyarakat mari kita menjaga situasi di daerah kita apalagi seperti pandemi covid 19 ini sangat-sangat menguntungkan bagi kelompok yang mau meruntuhkan pemerintah dengan adanya pandemi Covid-19, sendi-sendi perekonomian ini sudah hancur.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *