Program Wakaf Sawah Desa Jiu Kutorejo Produktif Sukses Panen Capai 110 Ton

Foto.Program Wakaf Sawah Desa Jiu Kutorejo Produktif Sukses Panen Capai 110 Ton

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Sabtu (10/4) lembaga sosial Global Wakaf – ACT (Aksi Cepat Tanggap), Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), dan Gema Petani melakukan panen raya dalam program Wakaf Sawah {rodukti di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Turut hadir dalam acara itu Ketua MUI Pusat, Bupati Mojokerto, Kodam 5 Brawijaya, dan Pinbas.

Ada 9 hektare sawah ditanami padi pada Desember 2020 dengan bibit yang digunakan jenis HMS700. Bibit jenis HMS700 merupakan varietas padi unggul yang mana dalam satu malai dapat mencapai 700 bulir. Dari lahan seluas itu, hasil yang dipanen mencapai 110 ton.

Ibnu Khajar, Presiden ACT mengatakan, program wakaf Sawah Produktif tersebut merupakan salah satu Ikhtiar dalam mewujudkan kedaulatan pangan umat. Dan ikhtiyar itupun berhasil dengan jumlah panen yang melimpah. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari panen raya pertama di Jatim yang dibiayai wakaf di Dusun Tumpangsari. Hasil panen diserap ACT untuk kebutuhan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan dan aksi-aksi kemanusiaan lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, program Wakaf Sawah Produktif ini dalam produksinya didanai dari wakaf. Lalu dalam pemeliharaan, para petani juga diberikan biaya dan akses untuk mendapatkan pupuk. Sehingga, kualitas padi terjaga dan mendapatkan hasil maksimal. Gabah yang dipanen juga akan dibeli ACT dengan harga terbaik untuk pendistribusian beras bagi warga prasejahtera selama Ramadhan, melalui Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR) dan aksi-aksi kemanusiaan lainnya.

Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan tersebut untuk memastikan suplai pangan warga prasejahtera terjaga saat Ramadan. Diharapkan para penerima manfaat tidak perlu khawatir kekurangan pangan untuk berbuka puasa maupun sahur. Ibnu menambahkan, melihat besarnya peran petani dalam produksi pangan ini, pantaslah jika para petani disebut sebagai pahlawan yang sebenarnya.
“Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan.” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina YP3I K.H. Mahfudz Syaubari mengatakan, panen raya Wakaf Sawah Produktif ini menjadi suatu kebahagiaan bagi petani. Kebahagiaan itu muncul setelah lebih kurang tiga bulan memelihara dan menjaga padi seperti anak sendiri. Para petani juga berbahagia jika padi yang ia tanam dapat bermanfaat bagi dirinya juga untuk kemaslahatan umat.

“Kebahagiaan petani datang karena padi yang ia tanam siap dipanen. Kebahagiaan itu bertambah saat padi yang ia hasilkan digunakan untuk kemaslahatan umat, menolong warga pra sejahtera, yang membutuhkan, dan kelaparan,” ujarnya.

Panen raya program Wakaf Sawah Produktif di Mojokerto ini meruapakan panen raya pertama di Jatim. Selain di Mojokerto, sawah di empat wilayah lain yakni Pasuruan, Malang, Ponorogo, dan Sidoarjo. Sedangkan program Wakaf Sawah Produktif pada Musim Tanam ke-1 (MT-1) juga memasuki musim panen.

Dalam aktivitasnya, program Wakaf Sawah Produktif melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat per bulan. Di luar itu, 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *