Sering Disakiti, Istri Pengusaha di Mojokerto Pilih Cerai, Sang Suami Tak Terima

Sering Disakiti, Istri Pengusaha di Mojokerto Pilih Cerai, Sang Suami Tak Terima

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM—Perjuangan Ny Arit Sugianti (38), seorang istri dari pengusaha di Mojokerto untuk bercerai dengan suaminya yang bernama Ibnu Ghofur (58) belum menemukan titik terang. Meski pernah mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Mojokerto dikabulkan, namun suaminya terus melakukan upaya banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung.

Proses perceraiannya tak kunjung selesai, membuat Warga Sinoman Gang III Kelurahan Miji Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto itu tak habis pikir. Padahal ide perceraian itu sebelumnya atas kesepakatan bersama.
“”Gugatan cerai yang pertama ditolak, lalu saya mengajukan lagi dan dikabulkan, namun setelah itu beliau (suaminya, red) tidak Terima dan mengajukan Banding, namun Banding tersebut ditolak,” ujar Ny Arit yang didampingi kuasa hukumnya, Sukrisno Adi, S.H, M.H, Selasa (6/7).

Ny Arit dan Ibnu Ghofur sudah menjalani rumah tanggan selama lebih dari 15 tahun. Saat itu Ibnu Ghofur melakukan Poligami, dan Ny Arit tercatat sebagai istri kedua. Dari pernikahan itu melahirkan dua orang anak, masing masing duduk di kelas 2 SMA dan kelas 3 SMP. Pernikahan itu dikuatkan dengan keputusan isbath nikah pada tahun 2012 di Pengadilan Agama Sidoarjo.

Ny Arit berkisah, keputusannya yang mantap minta cerai karena sering berselisih dengan suaminya srjaknyahun 2017 silam. Pada tahun 2019 keduanya sempat sepakat bercerai, namun pada 21 Januari 2021 suaminya tersandung masalah hukum sehingga dijebloskan di Rutan KPK di Jakarta.

“Saya sempat bolak balik ke Jakarta untuk jenguk beliau (Suaminya, red) di Rutan KPK di Jakarta, juga di Kejati Surabaya saya dua kali menjenguk beliau. Saat itu beliau bilang tidak butuh saya dan anak anak, ” kata Ny Arit.

Sebagai istri kedua, Ny Arit kerap mendapatkan kata-kata kasar dari sang suami. Bahkan ia juga diusir dari tempat tinggalnya di sebuah rumah di perumahan Banjaragung Regency kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu saja, sejak bulan Desember 2021, kedua anaknya tidak mendapatkan uang nafkah.

Dalam proses perceraian, Ny Arit juga pernah dilaporkan suaminya ke Polres Mojokerto dengan tuduhan penggelapan uang sebesar Rp 1 Milyar.

Oleh karena itu Ny Arit mantab ingin bercerai. Gugatan cerai yang dijukan ke pengadilan Agama Kabupaten Mojokerto dikabulkan. Namun suaminya mengajukan banding. Lantas upaya hukum banding itu ditolak.
Setelah banding ditolak Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, suami Ny Arit mengajukan upaya hukum Kasasi. Akan tetapi ketika upaya hukum Kasasi tersebut belum ada keputusan, suami Ny Arit malah mengajukan pembatalan pernikahan ke Pengadilan Agama Kabupaten Mojokerto.

“Di tengah-tengah Kasasi ini beliau mengajukan pembatalan nikah, saya sih merasa usianya pernikahan sudah 15 tahun 10 bulan mau pembatalan nikah, kan aneh juga, anaknya sudah besar SMA kelas 2 dan SMP kelas 3,” Kata Ny Arit.

Ny Arit sejauh ini masih bersabar meski terus dicurangi. Misalnya soal mobil yang dikuasai suaminya.

“Mobil itu tiga sebetulnya tapi yang alpard itu saya tidak bisa membuktikan, padahal itu membeilnya sama saya di Surabaya, tapi yang mobil Fortuner dan CRV diambil, lalu Truk itu ada delapan, di saya ada satu, yang tujuh dibawa beliau. Saya diusir dari rumah di Banjaragung Regency,” ujarnya.

Selama masih belum bercerai, Ny Arit masih merasa khawatir. Terlebih suaminya diperkirakan akan bebas pada September 2021.

“Saya merasa terancam, khawatirnya September insya Allah keluar, takutnya beliau ke tempat saya atau bagaimana, saya takut, makanya saya takut. Kalau proses betul betul selesai maksudnya dia tidak berani dekat dekat saya lagi,
Ini kalau sama anaknya yang cowok kasar mengeluarkan kata-kata tidak pantas, kita itu kayak merasakan kekerasan verbal, dia tidak pernah mukul, tapi kasar sama saya, sampai saya dilaporkan ke polisi,” kata Ny Arit.

Sementara itu kuasa hukum Ny Arit, Sukrisno Adi, S.H, M.H mengatakan, kalau berbicara tentang kontruksi hukum, jika ada perkara dengan subyek hukum yang sama ditangani oleh pengadilan lain, menurut teori hukum kami melakukan eksepsi kepada Pengadilan Agama Kabupaten Mojokerto untuk membatalkan terhadap permohonan pembatalan nikah oleh pemohon Ibnu Ghofur.
Kuasa hukum pernikahan Ny Arit dan suaminya sudah ada isbath nikah atau penetapan pernikahan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Mojokerto tertanggal 19 September tahun 2012.
“penetapan Isbath Nikah tersebut menjadi rujukan untuk melakukan nikah secara resmi,” tegas Sukrisno. (Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *