Rakor Sosialisasi PPKM Pasca 25 Juli 2021 di Jawa dan Bali

Foto.Rakor Sosialisasi PPKM Pasca 25 Juli 2021 di Jawa dan Bali

Mojokerto.Indexberita.com Komandan Korem 082/ CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto didampingi Kasilogrem 082/CPYJ Letkol Inf Topan Angker dan Kasiterem 082/CPYJ Letkol Inf Andri Risnawan mengikuti Video Conference (Vicon) rapat Sosialisasi Pasca 25 Juli 2021 di Jawa dan Bali bertempat di Ruang Puskodalops Makorem 082/CPYJ di Jl. Veteran No.3 Kota Mojokerto.
Minggu (25/07/2021).

Rakor kali ini dipimpin langsung oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan. Diikuti oleh Gubernur, Pangdam, Kapolda Para Danrem, Para Dandim, Para Kapolres dan Bupati serta Walikota Se Jawa Bali.

Dalam kesempatan tersebut Menkomarves menyampaikan bahwa,
Pelaksanaan PPKM akan dilakukan perubahan Level secara bertahap dan dibagi menjadi 4 level tergantung dari laju transmisi kasus, respon sistem kesehatan dan dinamika masyarakat, penilaian di level Kabupaten/Kota dan wilayah Aglomerasi.

“Akan kami rekomendasikan pemberlakuan PPKM Level 4 untuk Kota/ Kabupaten Aglomerasi yang memiliki assesmen WHO Level 4 dan PPKM Level 3 selama periode 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021, kami usulkan penyesuaian implementasi PPKM Level 4 untuk.
1. Pasar rakyat non kebutuhan sehari-hari dapat dibuka dengan kapasitas max 25 % dan sampai dengan pukul 15.00.
2. Warung makan, PKL, Lapak Jajanan diruang terbuka dapat di buka dengan max 3 orang pengunjung dan waktu makan 20 menit.
3. Kapasitas maksimum untuk angkutan umum adalah 50%,” ujar Menko

Protokol kesehatan tetap ditegakkan. Protokol kesehatan untuk Industri perlu diperinci dengan menggunakan Best Practice yang kemudian akan dijadikan standar bagi seluruh industri. Penyekatan perlu dilakukan dan disesuaikan di tiap level berdasarkan hasil evaluasi terhadap efektivitasnya, pengawasan lebih ketat harus dilakukan di daerah pemukiman. Kegiatan testing dan tracing perlu adanya kerjasama antara TNI dan Dinas Kesehatan. Selama penerapan PPKM, Pemerintah akan melakukan kampanye dan penegakkan Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas ( 5M ). Begitu juga perlu adanya mobilitas ASN termasuk Guru, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk mendukung penanganan Covid – 19.

“Saat ini yang masih perlu mendapat perhatian yaitu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo Raya dikarenakan di 2 wilayah ini tren kasus positif meningkat, angka kematian di Solo Raya, Semarang Raya dan DIY meningkat secara signifikan, oleh karena itu perlu mendapat perhatian secara khusus ,” ujar Menko Marves

Perkembangan mobililitas dan aktivitas masyarakat selama PPKM Level 4 khususnya Jawa dan Bali dan aktifitas Industri sampai dengan minggu ketiga pemberlakuan PPKM darurat perekonomian masih terjaga.

“Penyekatan perlu dilakukan dan disesuaikan di tiap level berdasarkan hasil evaluasi, akan tetapi pengawasan lebih ketat lagi di daerah pemukiman,” tambahnya

Dalam kesempatan tersebut Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto mengatakan bahwa, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah wilayah kerja jajaran Korem 082/CPYJ untuk melaksanakan lebih banyak lagi penyekatan jalan, sehingga mobilitas masyarakat semakin sempit.

“PPKM ini akan kami perketat sampai dengan tingkat RT sesuai arahan dari Menko Marves, dan para Dandim jajaran Korem 082/ CPYJ agar memerintahkan para Babinsa di jajarannya untuk selalu melaksanakan pengawasan yang ketat kepada masyarajat binaannya,” tegas Danrem
(Rem/Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *