Danrem 082/CPYJ Cek Penerapan Aplikasi “Si Lacak” di 3 Koramil Jajaran Kodim 0815/Mojokerto

Foto.Danrem 082/CPYJ Cek Penerapan Aplikasi “Si Lacak” di 3 Koramil Jajaran Kodim 0815/Mojokerto

MOJOKERTO.Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto melaksanakan pengecekan ke 3 Koramil yang berada di wilayah Kodim 0815/Mojokerto yakni Koramil 0815/03 Trowulan, Koramil 0815/02 Sooko dan Koramil 0815/19 Magersari terkait pengoperasian Aplikasi Tracer Silacak dan InaRisk.
Kamis (05/08/2021)

Dalam pengecekan tersebut Danrem 082/ CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto didampingi Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, Kasi Ops Letkol Inf Topan Angker, Kasi Intel Mayor Inf Daroji dan Kasiter Korem 082/CPYJ Mayor Inf Andri Risnawan dan langsung mengecek kemampuan Babinsa dalam mengoperasikan Aplikasi Silacak dan InaRisk.

Ditiap koramil yang didatangi Danrem 082/CPYJ menerima penjelasan dari perwakilan Babinsa tentang pengoperasian Aplikasi “Si Lacak” dan InaRisk.

Danrem menjelaskan, saat ini tugas babinsa sangat berat dan Banyak, di masa Pandemi ini tugas yang diberikan dalam rangka penanganan Covid -19 mulai dari penegakan PPKM, pendistribusian bantuan baik beras maupun obat dan melakukan tracer terkait masyarakat yang terkonfirmasi positif, dimana dalam tracing ini menggunakan Aplikasi “Si Lacak”. Babinsa sekarang ini harus melek IT, harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. Kita dituntut untuk bisa menggunakan teknologi dalam tugas ke-Babinsaanya, saat ini dalam membantu kegiatan tracing, kita dituntut bisa melakukan tracing secara digital.

“Penggunaan aplikasi ini sebagai bentuk kecepatan dan keakuratan dari kegiatan ini. Saya yakin kita (Babinsa) sudah banyak berbuat sesuai perintah, tapi banyak kegiatan kita lupa dalam melaporkannya, harapannya apa yang dilakukan para Babinsa dilapangan dapat terlaporkan secara Up to Dat dan tidak ada rekayasa. “ucap Danrem

“Si Lacak” yaitu suatu yang diluncurkan Kemenkes guna melacak rantai penurlaran Covid-19 dengan melakukan penelusuran kepada siapa saja yang sudah melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Sementara InaRisk adalah suatu program yang dikeluarkan oleh BNPB mengetahui daerah yang rawan bencana (alam maupun non-alam) serta melaporkan kegiatan penanganan bencana baik sebelum, saat dan setelah bencana terjadi.

Pada kesempatan tersebut Danrem berpesan agar para Babinsa selalu menjaga kesehatan dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

“Kita banyak bertemu orang/ masyarakat, pesan saya tetap jaga faktor keamanan termasuk patuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan setiap tugas kita. “tegas Danrem
(Rem/Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *