Korban Pelecehan Seksual di Mojokerto Memperihatinkan, Wabup Gus Barra Beri Perhatian

Foto.Korban Pelecehan Seksual di Mojokerto Memperihatinkan, Wabup Gus Barra Beri Perhatian

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra mengunjungi korban pelecehan seksual inisial PD (15) yang masih berusia di bawah umur di rumah neneknya di Desa Sumbersono Dusun Sumbersono Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/9).
Gus Barra, sapaan akrab wakil bupati Mojokerto tersebut prihatin dengan kondisi PD yang mengalami tekanan psikis dan tinggal di rumah neneknya yang tidak layak.

Gus Barra mengatakan bahwa kasus tersebut harus menjadi keprihatinan semua pihak, baik seluruh pemegang pucuk pimpinan di Kabupaten Mojokerto dan masyarakat umum lainnya.
“Bagaimana kita tidak terganggu jiwa kita, nurani kita, ketika ada masyarakat kita yang mengalami kondisi seperti ini, makan saja susah, mencari kehidupan untuk besok saja susah, tidurpun tidak layak, rumah tidak layak, dan ditambah lagi mengalami guncangan psikis akibat pelecehan seksual, yang seharusnya dia tidak alami di umur 15 tahun, ini kalau kita yang berada di picuk pimpinan Kabupaten tidak memberikan layanan terus siapa lagi yang memberikan layanan kepada mbak PD dan keluarganya,” ujar Gus Barra prihatin.

Putra dari KH Asep Saefuddin Chalim pengasuh ponpes Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto ini menambahkan, dari kecil PD sudah ditinggal kedua orangtuanya, dan tinggal bersama neneknya dari bayi. PD sebenarnya punya seorang kakak, namun jarang bertemu karena bekerja.

“Ini harus menjadi keprihatinan kita semua, bukan hanya pucuk pimpinan yang punya kebijakan di Kabupaten Mojokerto saja, tapi semua masyarakat turut andil untuk kemudian mengawal jika terjadi hal hal seperti ini, memberikan perlindungan dan keamanan,” imbuh Gus Barra.

Masih kata Gus Barra, kunjungan tersebut dalam rangka memberikan bantuan kepada PD berupa uang tunai dan 10 Karung beras dengan total 100 kg. Tak hanya itu, Gus Barra juga menginginkan korban PD dan keluarganya dipindahkan ke rumah kontrakan yang lebih layak dan aman.
“Kunjungan saya ke sini, pertama memberikan bantuan uang tunai dan beras 10 karung, ini saya berharap segera dipindah ke kontrakan yang lebih representatif, lebih layak, lebih aman, nanti kalau memang kesulitan dalam pembiayaan kontrakan nanti saya sendiri yang bayar,” ucap Gus Barra.

Gus Barra pun akan tersungkur memantau kondisi PD. Jika nanti PD butuh persalinan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit daerah yang ada di kabupaten Mojokerto.
“Alhamdulillah sudah ada penanganan dari bidan untuk setiap harinya memeriksa kandungan dan sudah ada juga bantuan-bantuan dari pemerintah, jadi kita ingin semua nya tertangani,” kata Gus Barra.

Untuk perkembangan hukum, Gus Barra mengaku akan berkoordinasi dengan penegak hukum agar nantinya PD mendapatkan keadilan.
“Pelakunya juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, tidak mungkinlah mereka melakukan kejahatan seperti ini kemudian berkeliaran di luar sana,” pungkasnya.

Sementara itu nenek PD, mbah Alpiah (70) mengaku cucunya mengalami trauma. Namun sudah ada pendampingan.
“Dulu sudah ada polisi yang ke sini, sekarang (cucunya, red) kelas 2 smp,” katanya.(Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *