Di Keluhkan Para Pedagang Gorengan Harga Minyak Naik

Di Keluhkan Para Pedagang Gorengan Harga Minyak Naik

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM— Harga minyak goreng naik sejak beberapa pekan dikeluhkan para pedagang gorengan di Mojokerto. Salah satunya penjual jemblem, kue tradisional terbuat dari bahan dasar singkong di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 

 

Harga minyak goreng normal per 2 liter Rp30 ribu, namun saat ini mencapai Rp40 ribu per liter. Kenaikan harga minyak goreng terjadi sejak sebulan lalu. Untuk menyiasati harga minyak goreng, bapak satu anak tersebut memperkecil ukuran jemblem.

 

Meski ukurannya dikurangi, namun ia mengaku tidak berpengaruh ke penjualan. Penjualan jemblem di tempatnya dinilai masih wajar. Dalam sehari ia menghabiskan 1,7 kwintal singkong dan saat Sabtu-Minggu sampai 2 kwintal.

 

Untuk 2 kwintal singkong, minyak yang dibutuhkan 2 karton atau 12 kg minyak goreng. Meski bahan dasar singkong sudah ada suplayer yang mengirim, namun kadang juga kosong. Jika kondisi kosong maka ia libur karena singkong tersebut hanya diambil dari satu daerah saja.

 

Yakni dari Desa Tampung Rejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Selain dari Tampung Rejo, singkong kurang bagus sehingga hasil jemblem ‘ngenyong’ dan tidak punel. Singkong tersebut dari rekomendasi sang kakak yang juga berjualan jemblem.

 

Ini lantaran usaha jemblem tersebut merupakan usaha keluarga turun-temurun mulai dari sang nenek, ibu dan generasi ketiga, Farid dan sang kakak. Penjualan jemblem tersebut selain di Jatirejo juga ada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tempat sang kakak.

 

Meski kadang libur karena singkongnya tidak ada, harga masih stabil tidak naik. Meskipun kondisi pandemi Covid-19, penjualan masih aman, tidak pernah libur. Harga jemblem masih sama Rp1 ribu per biji meski dengan ukuran lebih kecil, namun masih banyak pelanggan.

 

Selain dari Mojokerto, langganan jemblemnya sampai luar kota. Seperti Sidoarjo, Jombang hingga Madura. Jemblem yang diberinama Jemblem Semengko buka mulai pukul 08.00 WIB sampai sebelum sampai Dzuhur. Ia dibantu tiga karyawan, mulai membersihkan singkong, giling dan goreng.

 

Untuk yang membentuk jemblem, ia dibantu satu karyawan dan keluarganya yakni istri, mertua dan sang adik. Jemblem buatan suami Tania Falentina ini terkenal memiliki tekstur lembut di bagian dalam dan krispi di bagian luar. Berbentuk bulat mirip onde-onde, kue khas Kota Mojokerto dengan isian gula merah.

 

Sehingga saat digigit akan keluar gula merah yang meluber karena kena panas setelah digoreng. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp11 ribu per liter. Namun harga minyak curah di Mojokerto mencapai Rp18.766 per liter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *