Hari ke 5 Pencarian Pendaki yang hilang di Bukit Krapyak, Petugas Temukan Video Amatir

Hari ke 5 Pencarian Pendaki yang hilang di Bukit Krapyak, Petugas Temukan Video Amatir

MOJOKERTO,INDEX BERITA.COM—Proses pencarian terhadap Raffi Dimas (20), pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto masih belum membuahkan hasil. Tim dari Basarnas, Tahura, Perhutani dan unsur lainnya masih melakukan penyisiran di sejumlah lokasi.

Seperti diketahui sebelumnya, Raffi hilang sejak Minggu (10/9/2022) saat berkemah bersama 10 temannya di bukit Krapyak. Namun hingga Kamis (15/9/2022), pemuda asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan belum berhasil ditemukan. Petugas masih menelusuri jejak terakhir dari Dimas.

 

Fakta terbaru, petugas yang melakukan pencarian berhasil mendapatkan video amatir yang menunjukkan keberadaan korban. Video tersebut tidak sengaja direkam oleh pendaki lainnya yang sedang berkemah di bukit Krapyak.

 

“Untuk informasi terakhir kami dapatkan kemarin malam melalui video yang tidak sengaja memvideokan Rafi Dimas, ini kebetulan di daerah petilasan Brawijaya sekitar pukul 17.30 WIB. Katanya yang memvideo dan itu disaksikan juga oleh rekan-rekan. Waktu itu yang ngecamp ada 4 orang,” ujar Otavio Komandan Basarnas yang ditemui di Posko Pencarian, Kamis (15/9/2022).

 

Ditambahkan Otavio, berbekal dari video tersebut, petugas akan memfokuskan titik pencarian yang ada di video itu.

 

“Maka kemarin target kita yang semula disiagakan di sini (di titik pencarian lain), kita melaksanakan penyisian di sebelah sini, kita akan mencari jejak terakhir. Ada sektor yang mengikuti jalur setapak. Ada yang mencari jejak terakhir,” imbuh Otavio.

 

Menurut Otavio, ada 4 tim yang diterjunkan untuk melakukan penyisiran di sekitar bukit Krapyak. Belum ada petunjuk lain selain video keberadaan korban di sekitar Petilasan Brawijaya.

 

“Kita ada 4 tim, tiga tim terdiri dari Tahura, Perhutani, Basarnas dan rekan-rekan lainnya, satu tim kita siagakan di sini. Belum ada (tanda-tanda), tandanya kemarin hanya di Petilasan Brawijaya saja,” mjelasnya.

 

Otavio tidak bisa memprediksi kapan korban akan ditemukan. Semua bergantung pada jejak terakhir yang masih belum ditemukan. Proses pencarian korban direncanakan berlangsung 7 hari. Namun bila ada tanda-tanda, maka bisa diperpanjang lagi.

 

“Semuanya kan melihat jejak-jejak terakhir, kalau seperti ini kami agak kesusahan karena tidak ada jejak terakhirnya. Sampai 7 hari (waktu pencarian, red), kalau ada tanda-tanda kita akan mulai kembali, diperpanjang,” pungkasnya.(Syim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *