Isi Materi Pengenalan Firma Hukum, Edi Harianto Pupuk Literasi Generasi Jombang

Jombang, Indexberita.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang menghandeng praktisi hukum di Kota Santri Edi Haryanto, SH, MH., gelar workshop peningkatan wawasan literasi berbasis inklusi sosial untuk masyarakat (Pewaris Smart) dengan tema Pengenalan Firma Hukum pada Generasi Muda.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Jombang ini, berlangsung di Ruang Baca Lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang (Perpustakaan Mastrip), Jl. Dr. Soetomo, No.15 B Jombang, Sabtu (17/9/2022).

Praktisi hukum Jombang Edi Harianto merasa bersyukur bisa mendampingi generasi muda Jombang untuk berdiskusi tentang pengetahuan firma hukum.

Pihaknya menginginkan, setelah adanya diskusi ini, generasi muda di Jombang bisa memberikan pemahaman kepada lingkungan sekitar tentang praktik mentaati hukum dengan benar.

“Sekaligus memberikan pemahaman, dalam penegakan hukum tidak harus dengan membayar biaya yang mahal,” jelas Edi.

Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rahmatan lil Alamin ini pun mengharapkan, ketika generasi muda melek literasi dan gemar berdiskusi Kabupaten Jombang akan menjadi Kabupaten yang berkarakter dan bersaya saing.

Praktisi hukum di Kota Santri ini mengapresiasi antusias para generasi muda Jombang dalam mengikuti kegiatan ini. “Antusias mereka begitu tinggi, setelah pemaparan materi dilanjutkan sesi tanya jawab. Mereka pro aktif menanyakan materi sesuai dengan peristiwa hukum yang ada,” lanjutnya.

Bahkan, diungkapkan olehnya, bahwa setelah kegiatan workshop ini ditutup masih banyak para pelajar dan mahasiswa yang ingin konsultasi terkait hukum. “Banyak yang masih ingin konsultasi terkait permasalahan hukum yang membuat mereka penasaran, bahkan mereka tetap ingin diskusi walau kegiatan sudah ditutup, kami juga pro aktif memfasilitasi mereka,” pungkasnya.

Suwignyo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang menyebut, kegiatan ini digelar dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa dan menambah pengetahuan.

“Perpustakaan menjadi pusat literasi informasi, kegiatan seperti ini seminggu sekali kita laksanakan dengan berbagai aspek kegiatan,” ujar Suwignyo saat diwawancarai.

Kegiatan yang dilakukan ini menurut Suwignyo, penuh variatif dan kontekstual. “Dari yang biasanya pelajaran bahasa inggris, matematika, geografi. Sekarang sudah bergeser ke fotografi, public speaking, kemampuan usaha mandiri atau berwira usaha, termasuk memahami substansi hukum,” urainya.

Pada intinya,pihaknya berharap kegiatan ini bisa menjadikan masyarakat Jombang semakin haus membaca.

“Budaya baca itu memang perlu, tanpa membaca kita tidak bisa mendapat pengetahuan dengan baik,” tandasnya.

(Rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *