Sidoarjo .Indexberita.com Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan banjir yang selama puluhan tahun mengganggu aktivitas di kawasan Tambaksawah dan Tambakrejo, Kecamatan Waru. Dalam rapat koordinasi penanggulangan banjir yang digelar di Kantor Desa Tambaksawah, Rabu (26/11), Bupati Sidoarjo H. Subandi memaparkan sejumlah langkah strategis dan penekanan baru kepada seluruh pemangku kepentingan. Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, perangkat desa, hingga masyarakat.
Acara koordinasi ini dihadiri oleh Asisten II Sekdakab Sidoarjo M. Mahmud, Kepala Dinas PUBM SDA Dwi Eko Saptono, Camat Waru Nawari, jajaran Forkopimda dan Forkopimka, perwakilan Danramil, Kapolsek Waru, kepala desa setempat, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelaku industri yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak banjir. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir di Waru bukan sekadar urusan satu lembaga, tetapi sebuah problem yang membutuhkan penanganan terpadu lintas sektor.
Dalam penyampaiannya, Bupati Subandi menekankan bahwa terdapat tiga persoalan utama yang membuat penanganan banjir di Tambaksawah dan Tambakrejo belum menunjukkan hasil optimal, meski berbagai upaya telah dilakukan. Ketiga persoalan tersebut adalah banjir tahunan yang terus berulang, status jalan industri yang belum diserahkan oleh pemiliknya kepada pemerintah daerah, serta maraknya bangunan yang berdiri tepat di atas saluran air sehingga menghambat aliran.
Subandi menegaskan bahwa penyerahan jalan industri menjadi hal yang sangat krusial. Jalan tersebut saat ini menjadi jalur utama kendaraan perusahaan, baik truk besar maupun angkutan barang lainnya. Namun karena statusnya masih milik pihak industri, pemerintah tidak bisa melakukan perbaikan total yang bersifat permanen. Ia mengungkapkan keprihatinannya karena sejak ia masih bersekolah, kondisi jalan itu hampir tidak berubah dan masih menjadi kawasan langganan banjir. “Jika jalan itu tidak diserahkan, kita tidak bisa melakukan penataan menyeluruh. Padahal banjir di sini terjadi terus setiap tahun,” ujarnya.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa banjir yang melanda Tambaksawah dan Tambakrejo bukan hanya akibat curah hujan, tetapi juga dipengaruhi buruknya sistem drainase dan tersumbatnya saluran air oleh bangunan. Banyak bangunan yang berdiri tepat di atas saluran, baik untuk tempat usaha maupun tempat tinggal. Menurutnya, bangunan yang berdiri menutup saluran air membuat arus air berhenti dan menyebabkan genangan cepat naik saat hujan turun. Ia meminta dengan tegas agar warga yang membangun di atas saluran segera membongkar sendiri bangunannya. Bila imbauan tersebut diabaikan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas. “Kalau bangunan itu menutup saluran dan merugikan masyarakat luas, harus dibereskan. Saya siap bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain penertiban bangunan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan sejumlah langkah teknis. Normalisasi sungai menjadi prioritas untuk memperbesar kapasitas tampung aliran air. Sedimentasi yang menumpuk bertahun-tahun akan dikeruk menggunakan alat berat. Pemkab juga meninjau ulang kapasitas pompa banjir. Jika hasil evaluasi menunjukkan pompa tidak lagi memadai, maka pemerintah siap menggantinya dengan pompa baru berdaya besar yang lebih sesuai dengan karakter wilayah Waru yang padat industri.
Bupati Subandi juga menyampaikan bahwa pembenahan infrastruktur jalan di Kecamatan Waru kini menjadi fokus pemerintah. Sejumlah jalur telah dibeton, termasuk Kureksari, Wadungasri, dan sejumlah titik lainnya. Untuk ruas Tambaksawah–Tambakrejo, rencananya akan dibangun konstruksi beton setebal 45 cm yang dirancang khusus agar tahan terhadap beban kendaraan berat serta tidak mudah rusak karena genangan banjir. Namun, pembangunan tersebut baru dapat dimulai setelah status jalan industri resmi berada dalam pengelolaan pemerintah.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga tengah mengerjakan proyek besar berupa pembangunan embung seluas 12 hektare di Tambaksawah. Embung ini tidak(Syim/ADV)











