Category Archives: Ekonomi

DPRD Kota Mojokerto Setujui Raperda APBD 2021

Foto.DPRD Kota Mojokerto Setujui Raperda APBD 2021

Mojokerto INDEXBERITA.COM Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 dalam rapat peripurna yang dilaksanakan Senin (23/11/2020).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto dan dihadiri Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria secara daring. Persetujuan diputuskan setelah juru bicara badan anggaran membacakan laporan badan anggaran terkait raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun angaran 2021.
Ada beberapa catatan yang disampaikan diantaranya program ketahanan pangan hendaknya mendapatkan perhatian yang serius guna mengantisipasi kelangkaan pangan yang dapat memberatkan beban hidup masyarakat karena pandemi covid-19 yang belum berakhir tahun 2021. ‘’Juga terkait banjir merupakan masalah tahunan bagi Kota Mojokerto, untuk itu diperlukan penanganan masalah banjir yang terintegrasi dan perencanaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir’’ sambung Sulistiyowati selaku juru bicara.

Selain itu pada APBD 2021 juga dianggarkan penyertaan modal bagi BPRS Kota Mojokerto. Penyertaan modal kepada BPRS Kota Mojokerto dilakukan dalam rangka penyelamatan BPRS Kota Mojokerto yang terancam likuidasi. ‘’Namun DPRD Kota Mojokerto berharap pemberian penyertaan modal ini harus disertai dengan perbaikan dan pembenahan yang menyeluruh di internal BPRS’’ tutupnya.

Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria menyampaikan bahwa APBD yang disusun sesuai tema RKPD 2021 yang telah disepakati bersama. ‘’Yaitu untuk mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat dengan fokus pada kesehatan, umkm, infrastruktur, pariwisata, dan investasi di Kota Mojokerto’’.
“APBD Tahun Anggaran 2021 juga difokuskan untuk pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19, tanpa mengurangi pembiayaan di sektor kesehatan, infrastruktur, pariwisata, dan investasi di Kota Mojokerto,” tambahnya.
Berikut rincian APBD tahun anggaran 2021 yang telah disepakati:

Pendapatan
Pendapatan daerah sebesar 879 miliar 476 juta 184 ribu 100 rupiah, terdiri dari :
Pendapatan asli daerah sebesar 202 miliar 826 juta 397 ribu 207 rupiah.

Pendapatan transfer sebesar 656 miliar 603 juta 886 ribu 943 rupiah.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 20 miliar 45 juta 899 ribu 950 rupiah.
Belanja
Belanja daerah sebesar 1 triliun 42 miliar 653 juta 590 ribu 968 rupiah, terdiri dari :
Belanja operasi sebesar 828 miliar 305 juta 871 ribu 191 rupiah.

Belanja modal sebesar 212 miliar 194 juta 291 ribu 777 rupiah.
Belanja tidak terduga sebesar 1 miliar rupiah.
Belanja transfer sebesar 1 miliar 153 juta 428 ribu rupiah.
Defisit sebesar 163 miliar 177 juta 406 ribu 868 rupiah.
Pembiayaan daerah
Pembiayaan daerah sebesar 163 miliar 177 juta 406 ribu 868 rupiah, yang terdiri dari :
1. Penerimaan pembiayaan daerah sebesar 168 miliar 177 juta 406 ribu 868 rupiah.
2. Pengeluaran pembiayaan daerah sebesar 5 miliar rupiah.(ADV/Syim)

Pemkab Mojokerto Bersama Forkopimda Gelar Apel Tanggap Bencana

MOJOKERTO,IB.COM- Menghadapi perubahan cuaca dari kemarau ke penghujan, jajaran Forkopimda dalam hal ini Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto serta Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, melaksanakan kegiatan apel bersama kesiapan tanggap bencana alam pada wilayah hukum Polres Mojokerto (Operasi Aman Nusa II), Jum’at (6/11) pagi.

Kesiapan tanggap bencana meliputi pengecekan peralatan dapur umum tagana, team satuan tanggap bencana BPBD, peralatan bencana seperti perahu, mobil tanki, mobil damkar, peralatan kesehatan dari Tim PMI Kabupaten Mojokerto, dengan dibantu personil Satpol PP dan relawan.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam amanat menyampaikan apresiasi, kepada seluruh personil dan stakeholder yang sudah bekerja mempersiapkan kesiapan tanggap bencana. Apalagi BMKG pusat sudah memberikan peringatan bencana tahunan yang sering terjadi di Indonesia seperti banjir, longsor, angin kencang juga kebakaran hutan dan lahan. Menurut Dony, diperlukan rencana yang baik dalam penanganan bencana maupun pasca bencana.

“Bencana alam ini suatu waktu pasti akan berubah, maka rencana juga pasti berubah. Kita perlu melaksanakan review berdasarkan rencana kontijensi, melakukan latihan-latihan simulasi, agar rencana dapat berjalan baik. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita sekalian,” kata Kapolres Mojokerto dalam amanat apel.

Senada dengan hal tersebut, Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sudah menyiapkan berbagai keperluan. Mulai logistik, tim kesehatan hingga personil siaga.

“Climate change itu lingkupnya sudah luas. Kita juga menghadapi ancaman pemanasan global. Pergerakan lempeng, prakiraan cuaca, curah hujan, sekarang semuanya bisa dipantau. Namun, tetap tidak semudah itu. Artinya, dari kita yang harus tetap siaga. Kita juga sudah berpengalaman dari waktu ke waktu. Tim pun sangat ready dengan semua instrumen kelengkapan,” kata Pjs Bupati.

Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto menambahkan juga bahwa personilnya telah siap, untuk melaksanakan kerja bakti. Seperti membersihkan sumbatan-sumbatan aliran sungai.

“Selama pembersihan, kita sudah angkut 53 truk eceng gondok, dan 13 truk sampah bambu penyumbat sungai. Nanti yang belum, kita perintahkan Danramil melakukan pengecekan daerah mana yang rawan bencana,” kata Dandim 0815.(Syim)

Danrem 082/CPYJ Dampingi Pangdam V/Brawijaya Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Trawas

Foto Danrem 082/CPYJ Dampingi Pangdam V/Brawijaya Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Trawas

MOJOKERTO,IB.COM- Pangdam V/Brw Mayjen TNI Widodo Iryansyah S.Sos, M.M membagikan bantuan sembako kepada masyarakat serta memberikan bantuan keramik untuk pembangunan beberapa masjid dan mushola di Desa Penanggungan, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Kamis, (29/10/2020).

Memasuki hari-hari terakhir masa jabatan sebagai Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah masih menyempatkan diri untuk menunjukan kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Covid-19 dengan bersilaturahmi dan membagikan bantuan sembako kepada masyarakat serta memberikan bantuan keramik untuk pembangunan beberapa masjid dan mushola.

Sebanyak 100 paket sembako dibagikan Pangdam V/Brawijaya kepada masyarakat Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Mojokerto. Selain itu, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan bantuan keramik untuk pembangunan 2 masjid dan 1 mushola di Dusun Sendang, 1 mushola dan 1 diniyah di Dusun Penanggungan, 1 mushola di Dusun Kemendung dan 1 diniyah di Dusun Ngembes Desa. Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kab. Mojokerto.

“Kita ketahui bersama bahwa perekonomian negara sempat turun drastis dikarenakan pandemi Covid-19. Saat ini perekonomian negara kita perlahan tapi pasti kondisinya mulai meningkat. Bila kita ingin perekonomian nasional kembali pulih, semua sektor ekonomi harus mulai digerakkan. Untuk wilayah Trawas Mojokerto ini dapat diawali dari sektor pertanian. Maka para petani harus kita gairahkan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan para petani serta memberikan bantuan seperti sembako kepada para petani, sehingga tugas para petani saat ini hanya fokus untuk bertani tanpa harus berfikir lain sehingga diharapkan hal ini akan memberikan dampak positif yang dapat mendukung peningkatan perekonomian saat ini,” ungkap Pangdam.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto mengatakan, “bantuan yang diberikan oleh Bapak Pangdam V/Brawijaya merupakan wujud kepedulian beliau kepada masyarakat, semoga bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat Desa Penanggungan yang saat ini terdampak pandemi Covid-19.”

Hadir dalam kegiatan pemberian bantuan tersebut, Danrem 082/CPYJ, Dandim 0815/Mojokerto dan Forkopimca Trawas, Mojokerto.
(Penrem CPYJ)

Hari Pangan Sedunia, Ning Ita Ajak Warga Manfaatkan Lahan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Foto.Hari Pangan Sedunia, Ning Ita Ajak Warga Manfaatkan Lahan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kota Mojokerto.Indexberita.com Lesunya perekonomian adalah salah satu dampak yang diakibatkan oleh pandemi covid-19, meski demikian Pemerintah Kota tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah pusat tetapi berupaya bangkit melalui Program Upaya Pangan Mandiri (PUMP). Pada Jumat (16/10) yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, Wali kota Mojokerto bersama Wawali Achmad Rizal Zakaria, Sekdakot Mojokerto Harlistyati serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Mojokerto mengikuti panen perdana tanaman jagung serta penyerahan bantuan permodalan di balai Kelurahan Gunung Gedangan.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (DKPP) adalah dengan memberdayakan lahan aset pemkot untuk ditanami jagung dan memberikan bantuan modal usaha dalam bidang pertanian dan peternakan. Pemerintah Kota Mojokerto memiliki lahan aset seluas 9,0 ha yang dimanfaatkan untuk menanam jagung, salah satunya adalah lahan jagung di lingkungan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan. Lahan seluas 1,5 ha ini ditanami oleh warga kelurahan kedungsari dengan jagung varietas NK 212 sejak Juli 2020.

Usai mengikuti panen perdana, Ning Ita menyerahkan bantuan yang akan menjadi modal usaha bagi warga Kota mojokerto. Pada kesempatan ini bantuan bibit sayuran diberikan kepada 600 KK. Bibit yang diberikan antara lain bibit bungkul, cabai, tomat, terong. Selain dalam bidang pertanian, warga yang berminat dalam bidang peternakan juga mendapat bantuan modal usaha berupa ayam buras dan ayam petelur beserta kandang dan pakannya.

Modal usaha juga diberikan dalam perikanan yaitu berupa bibit ikan nila dan ikan lele. Ada 17 kelompok warga yang mendapat bantuan bibit ikan lele dan 1 kelompok mendapat bantuan bibit ikan nila. Selain mendapat bantuan bibit ikan masing-masing kelompok juga mendapat bantuan kolam dan pakan ikan.

Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan program ketahanan pangan untuk 10000 KK. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program pemulihan dampak ekonomi pandemi covid 19. “Di dalam kegiatan ketahanan pangan ini ada salah satu upaya di mana masyarakat kita aja untuk melakukan budidaya berbagai macam ada sayur mayur ada juga ikan ataupun unggas,”jelas Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa budidaya pertanian juga dilakukan oleh DKPP kemudian hasilnya dibagikan kepada masyarakat. “Semua bantuan ini kita harapkan tidak hanya bisa memberikan kecukupan atas kebutuhan pangan masyarakat kita tapi ke depan masyarakat kita aja untuk lebih sabar lebih telaten,”tutur Ning Ita.

Ning Ita menjelaskan bahwa Kota Mojokerto ini memang bukan daerah pertanian tetapi meskipun wilayahnya perkotaan dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi tidak menjadi kendala untuk bisa mengembangkan pertanian. “Tidak hanya pertanian tentunya peternakan juga bisa kita upayakan artinya suasana pandemi ini justru menuntut kita lebih inovatif dan kreatif dan ini terbukti kita bisa melakukannya.”kata Ning Ita.

“Bagaimana beralih dari wilayah perkotaan yang notabene memang jarang sekali ada pertanian karena ketersediaan lahan yang cukup sempit, kita arahkan untuk lebih inovatif memanfaatkan lahan yang sempit untuk kegiatan ketahanan pangan dan ini bisa kita lakukan secara bertahap dari hasil itu untuk menjadi mata pencaharian masyarakat ke depan kuncinya dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan,”jelas Ning Ita.

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan apa yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ini merupakan upaya untuk merubah pola hidup yang selama ini memang warga perkotaan jarang sekali melakukan kegiatan pertanian maupun peternakan. “Untuk itu kita tidak boleh patah semangat, justru iInilah saatnya kita meningkatkan inovasi dan kreativitas kita bagaimana memanfaatkan segala sumber daya yang ada ini untuk bisa menjadi sumber ekonomi atau mata pencaharian bagi masyarakat dan insya Allah kami juga akan melakukan pendampingan sampai dengan 6 bulan agar masyarakat kota ini mulai terbiasa untuk melakukan kegiatan budidaya kedepannya dan ini akan menjadi kebiasaan hidup yang akhirnya bisa menjadi sumber mata pencaharian atau ekonomi warga Kota Mojokerto,”pungkasnya. (Syim)

Tak Mau Hanya Melihat Saja,Dandim Juga Ikut Turunkan Boks Makanan

Foto Tak Mau Hanya Melihat Saja,Dandim Juga Ikut Turunkan Boks Makanan

Lamongan,INDEXBERITA.COM – Puluhan Boks Makanan siap saji yang didatangkan di Desa Tebluru,Kecamatan solokuro,Kabupaten Lamongan melalui armada TNI sampai dengan selamat dan aman.

Saat oroses penurunanya,Dandim 08q2 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono tak mau hanya melihat saja.

Dirinya langsung bergegas menurunkan sejumlah boks kerdus untuk di tarug di Balai Desa setempat dan dibagikan kemasyarakat.

Dandim pun tak segan – segan membawa kardus makanan tersebut dan kemudian dibantu oleh Satgas TMMD dan warga sekitar. “Ini makanan harus segera disalurkan ke masyarakat.Ada pulihan boks kerdus yang sudah kita serahkan semua ke masyarakat,”tegas pria yang juga sebagai Dansatgas TMMD ini.

Dandim menambahkan, semoga ini sangat bernanfaat bagi masyarakat.Terlebih saat ini kita masih dalam kondisi Pandemi.Imun tubuh kita harus terus dijaga.Untuk itu makanan ini kita salurkan cepat,”tambahnya.

Perwakilan Serikat Pekerja KEP SPSI PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Kebakaran

Foto. Perwakilan Serikat Pekerja KEP SPSI PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Kebakaran

Mojokerto, indexberita com ~ Terkait perihal tentang keluhan dari pihak keluarga korban bencana kebakaran terhadap bagaimana derita yang tengah mereka rasakan di wilayah yang menjadi kewenangan nya, Maka sebagai Pejabat Pemerintahan Tingkat Desa memang sepantasnya jika seorang Lurah bisa menciptakan suatu hal yang terbaik dan dianggap perlu guna menyokong meringankan tanggungan beban masyarakat nya dalam kegiatan sosial.

Dengan adanya hal yang demikian, akan membuat hati para penduduk merasa senang ikut bersimpati kepada nya dan menjadi sebuah keberuntungan tersendiri memiliki seorang kepala desa yang cepat, tanggap dalam mengemban amanah. Sumbangsih yang diberikan atas waktu, tenaga dan pemikiran guna mendapatkan solusi urusan tersebut, telah diperlihatkan nyata oleh Kepala Desa Terusan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto H. Eko Edi Sutarno SH.

Bersama Lurah yang kerap disapa dengan sebutan Abah Eko tersebut, ia mengupayakan penyaluran bantuan bisa mengalir tepat waktu dan sasaran yakni secara langsung kepada pihak korban yang bersangkutan. Pada umumnya penyaluran bantuan terhadap korban musibah bencana bisa didapat dari beberapa Dinas Pemerintahan dan Lembaga Sosial namun menariknya dalam penggalangan dana kali ini Abah Eko menggandeng serta melibatkan Serikat Pekerja KEP SPSI PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. yang dalam hal ini kunjungan diwakili oleh Bapak Kunjoyo SH, sebagai Kabid Kesejahteraan. Pada Selasa malam (06/10/20)

Ia mengatakan, “Saya dari Serikat Pekerja KEP SPSI PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TBK. Saya datang berkunjung mewakili teman-teman karyawan untuk ikut serta dalam membantu meringankan beban korban musibah kebakaran. Bantuan yang sedikit ini semoga bisa bermanfaat untuk menambah biaya membangun rumah.” singkatnya sembari tersenyum.

Mengetahui informasi ini, awak media dari indexberita.com mempertanyakan kepada pihak keluarga korban, “Siapa saja kah yang sudah memberikan santunan selama ini dan sudah dirasakan” Ibu Siti R (Korban Kebakaran) menerangkan, “Kemarin itu ada pihak yang bersimpati memberikan bantuan kemanusiaan yaitu dari Paslon IKBAR (Gus Barra) serta dari Desa Terusan saja yang telah menyantuni nya, untuk Pemerintah Tingkat Kecamatan dan Kabupaten Mojokerto masih belum ada apa-apa, termasuk dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto masih belum mengucurkan bantuan” Tegasnya.

Mendengar kondisi miris seperti yang terlihat, wartawan kami mempertanyakan masalah ini dihadapan Kades Terusan. Dalam keterangan nya ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan permohonan bantuan tersebut baik secara tertulis ataupun secara lisan kepada BPBD Kabupaten Mojokerto, Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Serta Pemerintahan Kabupaten Mojokerto tapi entah mengapa sampai saat ini belum ada kabar yang menggembirakan.

Abah Eko juga masih mengupayakan, agar bisa mendapatkan bantuan dari pihak lain. “Dari awal saya sudah menyampaikan permohonan, terkait masalah bantuan bencana ini kepada BPBD Kabupaten Mojokerto, Dinsos Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Kabupaten Mojokerto namun entah mengapa hampir satu bulan ini masih belum ada balasan serta jawaban.” Ujarnya.

Selanjutnya Abah Eko menjelaskan kembali kepada pihak korban agar tetap bersabar, Kita tetap upayakan bersama agar bisa mendapatkan bantuan dari mana saja. Kami sebagai Lurah di Pemerintahan Desa Terusan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto juga mengapresiasi bantuan Dari Serikat Pekerja KEP SPSI PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Tbk, karena sudah berperan serta ikut meringankan beban warga desa kami yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintahan yang lain. Imbuhnya.

Sementara, Pak Lis (64) dari keluarga pihak korban menyatakan rasa syukur dan Terima kasih sebesar-besarnya kepada Segenap kawan-kawan Serikat Pekerja KEP SPSI PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TBK yang mana dalam hal ini diwakili oleh Bapak Kunjoyo SH selaku Kabid Kesejahteraan bersama didampingi Kepala Desa Terusan. Ia mengatakan, “Jika masih ada pihak yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan, bisa ke Kelurahan langsung menjumpai Abah Eko sebagai Kepala Desa Terusan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.” Imbuhnya.(Gung/Syim)

Cukup Melalui Whatsapp ,BPJS Mojokerto Luncurkan Pelayanan Pandawa Dan Relaksasi Iuran

MOJOKERTO. INDEXBERITA.COM Mojokerto – BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto menggelar ngobrol santai dengan media untuk membahas pelayanan Pandawa dan relaksasi Iuran BPJS Kesehatan, Kamis (24/9/2020) di Ayola Sunrise Mall Lantai 3, Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto.

Sistri Sembodo Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto mengatakan jika Pandawa adalah Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp.

“Untuk nomor WhatsApp BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto adalah 082241837700 untuk jenis pelayanan sebagai berikut :
1. Pengurangan Anggota Keluarga
2. Perubahan Puskesmas/Dokter/Klinik
3. Perubahan kelas rawat
4. Perubahan identitas
5. Pengaktifan atau penonaktifan WNI dari dan ke luar negeri.
6. Perubahan jenis kepesertaan
7. Perubahan data PNS/TNI/POLRI
8. Pengaktifan kembali kartu anak PPP >21 tahun
9. Pendaftaran bayi baru lahir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sistri Sembodo juga mengatakan untuk layanan administrasi pemberian informasi dan penanganan pengaduan juga dapat dilayani melalui Kanal layanan lainnya seperti : 1. Aplikasi Mobile JKN. 2. BPJS kesehatan Care Center 1500 400. 3. Di nomor WhatsApp atau telegram 082241817700.

“Segera manfaatkan Angsuran tunggakan JKN, cukup bayar 6 bulan status kepesertaan anda aktif. Program berlaku sampai dengan 31 Desember 2020. Sisa tunggakan dapat diangsur sampai dengan 31 Desember ada 2021,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi akhir penyimpulan ngobrol santai dengan media, Bagus Prihanto selaku Kepala bidang kepesertaan dan pelayanan peserta mengatakan jika Pandawa prinsipnya sangat sederhana.

“Peserta cukup di rumah lalu hubungi nomor Pandawa. Dan petugas kita akan memberikan syarat-syaratnya. Untuk pendaftaran baru, kita wajibkan Autodebet, karna hal ini kami gunakan untuk mencegah agar orang tidak lupa membayar iuran bpjs kesehatan. Dan saya berharap yang belum mendaftar autodebet segera mendaftar autodebet,” pungkasnya.

Kemudian, Ferdinan Fajar selaku Kepala bidang penagihan dan keuangan mengatakan jika relaksasi iuran adalah keringanan yang diberikan pada saat pandemi covid-19.

“Manfaatkan kesempatan ini, karena masih berlaku hingga 3 bulan ke depan. Manfaatkan fitur autodeber agar tidak lupa membayar iuran dan nantinya tidak kesulitan dalam mengakses pelayanan bpjs kesehatan,” tandasnya. (Syim)

Ratusan Massa Paksa Pengusaha Galian C Jati Dukuh Keluarkan Tiga Alat Beratnya .

Foto.Ratusan Massa ,Paksa Pengusaha Galian C Jati Dukuh Keluarkan Tiga Alat Beratnya .

Mojokerto.Indexberita.com Galian C di Dusun Dukuh Desa Jati Dukuh Kecamatan Gondang mendapatkan demo dari berbagai elemen masyarat sekitar. Pasalnya aktifitas Galian C tersebut tidak berizin karena tidak berani menunjukkan izinnya maupun tidak ada banner pemberitahuan izin galian di depan Lokasi Galian C.

Perwakilan Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Mojopahit (PSPLM), Suwarti dalam orasinya mengatakan jika konflik ini sudah terjadi sejak 2018.

“Kami sudah capek demo. Kami mau hari ini juga kita terakhir demo dan alat berat harus keluar dari lokasi galian C Dusun Dukuh. Mari kita semua ke lokasi galian C secara langsung agar tau dampaknya secara langsung. Mulai dari keruhnya sungai hingga terputusnya saluran irigasi persawahan,” terangnya, Selasa (15/9/2020).

Lurah Desa Jati Dukuh Kecamatan Gondang, Muhammad Zainal Arifin mengatakan jika perizinannya ini keluar sejak 2018. Tapi saya bertanggung jawab atas konflik yang terjadi ini.

“Silakan buat surat aduan. Nanti akan saya kawal dan mari kita gugat bersama. Ini ada perwakilan pengusaha tambang, mari kita bermediasi terlebih dahulu, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Perwakilan Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Mojopahit (PSPLM), Suwati mengatakan hari ini tidak ada kesempatan mediasi sama bsekali. Karena semua masyarat Jati Dukuh telah poppengalaman diakal-akali jika mau bermediasi.

“Tuntutan mereka sama semua. 3 alat berat di galian C di Dusun Dukuh harus,”tutupnya.

Sementara itu, Perwakilan Galian C Dusun Dukuh, Novendri Yusdi mengatakan jika tanggul kami hari ini siap mengeluarkan 3 alat berat kami pinggir jalan raya desa jati dukuh.

“Namun saya butuh waktu paling lama 3 hari untuk bisa memesan mobil untuk membawa alat berat kami. Karena kami masih baru beroperasi kurang dari 1 bulan dan masih belum ada dananya untuk saat ini,” ujanya.

Wakapolres Mojokerto, Kompol David mengatakan jika kami sudah berembuk. Mulai dari lurah, Kapolsek hingga Pemilik galian.

“Hasilnya. Yang pertama 3 alat berat hari ini bersedia keluar dari lokasi galian. Yang kedua mari kita jaga keamanan dan keselamatan 3 alat berat yang ditaruh dipinggir jalan raya desa jati dukuh. Yang ketiga bermediasi di lain hari, yang jadwal mediasinya diberitahukan Pak Lurah dan Pak Kapolsek. Dan yang terakhir, semua warga diharapkan pulang ke rumahnya masing-masing,” terangnya. (Syim)

Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi, Ning Ita Dorong Perbankan dan UMKM Kota Mojokerto

Foto.Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi, Ning Ita Dorong Perbankan dan UMKM Kota Mojokerto

Mojokertokota.Indexberita.com Untuk memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19 berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto diantaranya  bekerjasama dengan unsur perbankan dalam pemberian modal  bagi para pelaku Ekonomi di Kota Mojokerto.

Di tengah pandemi Covid-19, Kota Mojokerto menjadi tuan rumah Rakor Perbamida (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Daerah se-Indonesia) Jatim-Bali dan Kompartemen Asbisindo (Asosiasi Bank Syariah Indonesia) DPW Jatim. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut awali dengan gala dinner yang dibuka oleh Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari di Rumah Rakyat, Jl. Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto pada Selasa (4/8) malam. Turut hadir dalam acara ini adalah  Wakil wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi, Ketua Perbamida Tri Hardianto, serta Ketua Kompartemen Asbisindo Ahmad Saefoel Ghozi.

Dalam pembukaan acara tersebut Ning Ita menyampaikan, pemerintah akan mendukung BPRS Kota Mojokerto “Pemerintah Daerah akan selalu  berada di belakang BPR/BPRS bersama-sama dengan masyarakat, para pengusaha, dan tentunya OJK untuk mengentaskan masyarakat dari dampak ekonomi pandemi Covid-19″kata Ning Ita.

Lebih  lanjut Ning Ita menjelaskan Kota Mojokerto yang hanya seluas 20, 21 km² dengan penduduk sebanyak  139.606 jiwa dan sebagian besar mata pencaharian adalah perdagangan dan jasa terdampak sekitar 61,45%. “Tapi kami Memiliki 6 RS, 11 Klinik, 6 Puskesmas, 11 hotel, rumah kost 36, kafe 18, resto 146, tempat karaoke 6, 6 pusat perbelanjaan besar, serta ratusan warung kopi yang saat ini semua masih eksis, hal ini menunjukkan Kota Mojokerto menjadi pusat pelayanan kesehatan, hiburan, kuliner, belanja dan pendidikan warga dari daerah sekitarnya.”jelas Ning Ita.

Dalam kesempatan ini  Ning Ita menyampaikan bahwa, Pusyar masih menjadi andalan dalam permodalan di Kota Mojokerto. “Pusyar merupakan salah satu produk unggulan BPRS Kota Mojokerto untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro di wilayah Kota Mojokerto, tanpa biaya bunga, asuransi dan administrasi, karena sudah ditanggung oleh Baznas Kota Mojokerto.”ujar Ning Ita. Ia juga menambahkan bahwa ke depan di Kota Mojokerto akan memperbanyak transaksi secara cashless.

Sementara itu Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi menyampaikan, bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak di Indonesia saja tetapi terhadap perekonomian di seluruh dunia. Senada dengan Ning Ita, Bambang menyampaikan bahwa perekonomian di tengah pandemi harus terus bergerak secara dinamis karena tidak mungkin orang hanya berdiam diri di rumah selamanya. “Saat ini di dunia perbankan tengah  mengalami mengalami tekanan, tetapi yang harus diperhatikan adalah respon untuk bulan-bulan yang akan datang.”kata Bambang. Ia menambahkan bahwa kunci untuk menghadapi krisis akibat pandemi covid-19 adalah sinergitas seperti halnya ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1997 yang lalu.

Untuk mendukung pelaksanaan Rakor Perbamida Jatim-Bali dan Kompartemen Asbisindo DPW Jatim, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dekranasda Kota Mojokerto menggelar Pameran Industri Kreatif 2020 di Atrium Sunrise Mall mulai 4 Agustus hingga 6 Agustus 2020 yang ditinjau secara langsung oleh Ning Ita bersama Ketua Dekranasda Nur Chasanah Achmad Rizal.

Menutup acara rakor tersebut Ning Ita berpesan kepada anggota Perbamida dan Asbisindo agar tetap saling  bersinergi untuk membangun daerah serta melayani masyarakat dalam pemulihan dampak ekonomi. (Syim)

Dengar Keluh kesah Warga nya, Ning Ita lapor Kemensos

Foto.Dengar Keluh kesah Warga nya, Ning Ita lapor Kemensos

Mojokerto.Indexberita.com Keresahan warga Kelurahan Jagalan, yang akan menerima bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah namun terblokir, akhirnya terjawab. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara langsung menemui warga untuk memberikan pemahaman terkait terblokirnya nama penerima bantuan dari Kementerian Sosial RI di ruang pertemuan kantor Kelurahan Jagalan, Rabu (15/7/2020).

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan bahwa, daftar penerima bantuan yang terblokir saat ini sedang diusahakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto bersama instansi terkait, untuk dapat diakses kembali. Namun, ia memohon kepada warga agar bersabar lantaran pembukaan blokir tersebut membutuhkan waktu lama karena antrean yang menumpuk dari seluruh Indonesia.

“Sebenarnya, bukan kami sengaja memblokir nama-nama penerima bantuan sosial tunai senilai Rp 600 ribu tersebut, namun pemblokiran ini terjadi karena adanya kesalahpahaman dari fasilitator dengan perangkat di lingkungan setempat. Dimana, seharusnya warga yang berhak menerima bantuan justru distop, dan sebaliknya warga yang telah distop justru mendapatkan bantuan,” jelas Ning Ita.

Mengetahui adanya kesalahpahama tersebut, Ning Ita kemudian mengirimkan surat permohonan sekaligus berkoordinasi langsung dengan Kementerian Sosial RI untuk membuka kembali nama-nama penerima bantuan sosial tunai yang terblokir tersebut. Namun, permohonan yang telah diajukan oleh pemerintah daerah harus menunggu karena antrean dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Kami telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Sosial, namun kami juga mohon kesabarannya dari warga karena membuka blokir tersebut langsung terpusat dari kementerian. Namun, kami telah mengambil kebijakan jika dalam waktu yang ditentukan kementerian masih belum membuka blokir, maka bantuan tersebut akan kami alihkan dengan jenis bantuan lainnya, yakni sembako. Sehingga, warga tetap berhak menerima bantuan namun dengan jenis yang berbeda,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam percepatan penanganan Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir, pemerintah telah memberikan berbagai bantuan kepada warga terdampak. Bantuan-bantuan tersebut, berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah hingga institusi atau lembaga swasta. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah, terbagi menjadi beberapa kategori yang diberikan selama masa pandemi. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat menopang kehidupan masyarakat selama kondisi Covid-19 berlangsung. (Syim)