Foto Dandim 0815/Mojokerto Tinjau Kawasan Rawan Bencana Banjir
Mojokerto,IB.COM – Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, S.H., meninjau kawasan rawan bencana (KRB) banjir kiriman di wilayah Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (03/11/2020).
Wilayah RT 04 dan RT 05 RW 01 Dusun Wunut Desa Wunut yang terdampak banjir kiriman akibat luapan Sungai Bangsal, Senin (02/11) kemarin, menjadi lokasi pertama sasaran peninjauan Dandim 0815/Mojokerto.
Turut serta mendampingi Dandim dalam kegiatan antara lain Camat Mojoanyar, Kapolsek Mojoanyar, Danpos Ramil Mojoanyar, Kepala UPT Puskesmas Gayaman, Kepala Desa Wunut beserta perangkat desa dan Relawan BPBD. Tampak pula para Kades di wilayah KRB Mojoanyar, seperti Kades Ngarjo, Kades Sadartengah, Kades Gebangmalang, para Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa dan warga sekitar.
Pantauan di lapangan, usai meninjau Dusun Wunut, Dandim 0815 dengan didampingi Forpimka, Ka UPT Puskesmas Gayaman dan Tiga Pilar Desa, melakukan pengecekan langsung ke Sarpras pintu air di wilayah Dusun Mojogeneng Desa Sadartengah, yang tersumbat sampah ranting bambu sehingga menyumbat aliran Sungai Bangsal dan menyebabkan air meluap ke jalan, pemukiman warga dan areal pertanian, Senin (02/11) kemarin.
Tidak hanya di kedua lokasi, pada kesempatan tersebut, Dandim 0815 beserta rombongan meninjau lokasi lainnya, yakni Jembatan Dusun Grogolgede Desa Gebangmalang, yang dipenuhi tumbuhan kangkung dan enceng gondok yang menyumbat aliran Sungai Sadar.
Di tengah-tengah peninjauan, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, S.H., mengungkapkan, untuk desa-desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) banjir di wilayah Mojoanyar harus segera diatasi. Untuk jangka pendek bisa dilakukan melalui karya bakti dengan sasaran membersihkan sampah-sampah yang menyumbat aliran air.
“Dalam jangka panjang harus dilakukan pengerukan di titik-titik sungai yang mengalami pendangkalan, sehingga penampang sungai lebih dalam dan mampu menampung aliran air dari hulu saat musim penghujan sehingga banjir dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalisir,” tandasnya.
Mantan Danyon Raider Khusus 752/VYS Sorong Papua Barat ini menegaskan, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Pemda, BPBD dan stakeholder lainnya untuk percepatan penanganan banjir di wilayah Mojoanyar sehingga tidak menjadi langganan banjir kiriman dalam setiap musim penghujan. “Hal ini harus diprioritaskan karena banyak dampak ikutannya, salah satunya para petani bila areal pertanian terendam banjir maka bisa menyebabkan gagal panen,” tegasnya.
“Solusi alternatif, melalui program TMMD namun tentunya desa-desa di kawasan rawan banjir ini harus proaktif dengan mengajukan prgram TMMD ke Pemkab Mojokerto. TMMD kan sifatnya bottom up,” tambah Alumni Akmil Angkatan 2000 kelahiran Purbalingga Jawa Tengah.
Sementara, Camat Mojoanyar, Amsyar Ashari Siregar, S.H., M.M., yang turut mendampingi Dandim 0815 menambahkan, pihaknya bersama Forpimka dan para Kades berupaya secara maksimal untuk menangani masalah banjir, salah satunya melalui karya bakti yang akan digelar besok dan lusa di titik-titik yang ditinjau. “Kami bersama Forpimka bersinergi dalam penanganan bencana alam khususnya banjir kiriman termasuk dalam kegiatan lainnya dalam rangka pembinaan kewilayahan,” tegasnya.(Dim/Syim)
















