
Foto. Bawaslu Mojokerto Buka Ruang Dialog dengan Wartawan, Pengawasan Pemilu Jadi Sorotan
Mojokerto.Indexberita.com Upaya memperkuat pengawasan pemilu di Kabupaten Mojokerto tidak hanya dilakukan melalui kegiatan internal. Bawaslu Kabupaten Mojokerto kini membuka ruang dialog dengan kalangan wartawan untuk menggali berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024.
Pertemuan tersebut berlangsung di Media Center Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri puluhan awak media. Forum ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya membangun komunikasi antara pengawas pemilu dengan masyarakat melalui media.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, mengatakan pengalaman dan informasi yang diperoleh wartawan di lapangan dapat menjadi bahan penting dalam melihat perkembangan demokrasi di daerah.
Menurutnya, pemberitaan media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat menjadi bahan bagi penyelenggara pemilu untuk mengetahui persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Teman-teman media ini menjadi bagian dari hitam putihnya kondisi demokrasi yang ada di Mojokerto. Kami sebagai penyelenggara pemilu tentunya tidak hanya belajar, tetapi juga banyak menyerap informasi dari rekan-rekan media,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu sebelumnya diperlukan untuk mengetahui berbagai hal yang masih perlu diperbaiki. Bawaslu ingin mendapatkan gambaran lebih luas terkait persoalan yang ditemukan selama tahapan Pemilu dan Pilkada 2024.
Selain melakukan komunikasi dengan media, Bawaslu Kabupaten Mojokerto juga memperluas pendidikan demokrasi kepada masyarakat. Sekolah, kampus, organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat sipil menjadi bagian dari sasaran kegiatan tersebut.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Savitri Rindyana, menyampaikan bahwa masukan dari wartawan diharapkan mampu membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian pada pelaksanaan pemilu berikutnya.
“Kami ingin mendengar langsung pengalaman rekan-rekan media selama pemilu dan pilkada kemarin, termasuk persoalan yang ditemukan di lapangan,” kata Savitri.
Savitri juga menyoroti praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pencegahan terhadap praktik tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.
Bawaslu berharap media dapat ikut mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya politik uang dan pentingnya memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional.
Ke depan, Bawaslu Kabupaten Mojokerto berencana terus membangun komunikasi dengan media melalui kegiatan literasi kepemiluan dan pendidikan demokrasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi proses demokrasi.
Dengan keterlibatan berbagai elemen, Bawaslu menilai pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga proses demokrasi tetap berjalan secara jujur, sehat dan berintegritas. Syim
















