Perhutani dan Pemkab Lamongan Satukan Langkah Antisipasi Karhutla

REDAKSI

24 September 2026, 20:31

2 menit membaca

Utama

Foto. Perhutani dan Pemkab Lamongan Satukan Langkah Antisipasi Karhutla

Lamongan, Indexberita.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Perhutani KPH Mojokerto. Langkah pencegahan diperkuat melalui koordinasi lintas instansi menyusul meningkatnya kejadian Karhutla di wilayah Lamongan sepanjang 2026.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla dan bencana alam di Ruang Rapat Airlangga, Kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan, Selasa (22/9/2026).

Pertemuan itu melibatkan sejumlah unsur terkait, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, perangkat daerah, PLN, PDAM, BAZNAS, para camat hingga jajaran Perhutani KPH Mojokerto.
Dari Perhutani KPH Mojokerto, hadir Wakil Kepala KPH Mojokerto Timur dan Danru Polhut KPH Mojokerto. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kesiapan bersama, terutama pada wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan.

Administratur Perhutani KPH Mojokerto Bima Andrayuwana menjelaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, kesiapan personel, sarana prasarana, patroli serta pemantauan daerah rawan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Perhutani siap memperkuat patroli, pemantauan kawasan rawan serta komunikasi dengan masyarakat bersama pemerintah daerah dan stakeholder lainnya,” ujar Bima.

Ia menambahkan, kondisi kekeringan dan cuaca ekstrem dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, koordinasi antara Perhutani, pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD hingga pemerintah desa dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kejadian di lapangan.

Dalam forum tersebut juga kembali dibahas rencana pelaksanaan apel siaga Karhutla. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan bersama Perum Perhutani KPH Mojokerto pada 2025 dan dinilai dapat menjadi sarana untuk mengukur kesiapan personel maupun peralatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Dr. Moh. Nalikan mendorong agar apel siaga kembali digelar. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk menyatukan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan.

Bima menyatakan Perhutani KPH Mojokerto siap memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Apel siaga, kata dia, dapat digunakan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus mengecek sarana dan prasarana yang akan digunakan apabila terjadi Karhutla.

Selain membahas kebakaran hutan dan lahan, rapat juga menyoroti persoalan kekeringan yang melanda 15 kecamatan di Kabupaten Lamongan. Sejumlah langkah antisipasi turut dibahas, di antaranya pembangunan embung, sumur resapan serta normalisasi waduk dan embung.
Melalui penguatan koordinasi
tersebut, Perhutani KPH Mojokerto bersama Pemkab Lamongan dan berbagai instansi terkait berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla maupun bencana yang dipicu kondisi cuaca ekstrem.

Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat langkah pencegahan dan penanganan sekaligus melindungi kawasan hutan serta masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana.

Baca Juga