Foto. Akses Dua Desa Gondang dan Kebontunggul Terputus Akibat Ambruknya Jembatan Karena Derasnya Arus Sungai
Mojokerto, indexberita.com – Jembatan sepanjang 40 meter penghubung Desa Gondang dan Desa Kebontunggul terputus karena debit air meningkat dan arus sungai yang begitu kuat yang diakibatkan oleh intensitas hujan 7 jam, Sabtu 9/3/24.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Gondang, Sugi bahwa putusnya jembatan ini terjadi sekitar pukul 16.30.
” Jembatan sepanjang 40 meter ini penghubung Desa Gondang dan Desa Kebontanggul putus kisaran jam setengah 5 kemarin (Sabtu 9/3/24) ” , tuturnya kepada indexberita.com
Hujan yang mengguyur Mojokerto pada waktu itu sebenarnya tidak terlalu lebat namun waktu yang panjang dari 6-7 jam membuat debit air meningkat dan arus deras di sepanjang aliran sungai.
Kades Sugi juga menambahkan bahwa memang kondisi besi penyangga jembatan memang sudah keropos. Dan kemungkinan juga ada batu besar yang membentur tiang penyangga jembatan sehingga ambruk.
” Padahal hujannya itu tidak deras tapi lama hingga 6 sampai 7 jam membuat derasnya aliran sungai, dan perkiraan saya ada batu besar yang menghantam besi penyangga jembatan yang sudah keropos “, tuturnya.
Sementara akses jalur 2 desa dipindahkan melalui Pohjejer atau Kemasan tani.
Jembatan kecil ini terbilang cukup ramai karena karyawan dari PT Sampoerna banyak yang melalui jalur ini.
Red : Syim