
Foto. Meriahkan HUT RI ke-78, Warga Dusun Wunut Bari’an 1000 Tumpeng Cobek
MOJOKERTO .IB Semangat peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-78 dirayakan dengan penuh keunikan oleh warga Dusun Wunut Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Rabu (16/8/2023). Melalui acara Bari’an Merdeka 1000 Tupeng Cobek, warga Dusun Wunut meriahkan momen bersejarah ini dengan cara yang unik dan mengesankan.
Malam tanggal 17 Agustus menjadi saksi perayaan yang penuh warna ini. Warga setempat dan undangan hadir untuk memeriahkan acara yang tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Momen puncak acara adalah ketika tumpeng, simbol keberagaman kuliner Indonesia, diletakkan dengan anggun di atas cobek. Tumpeng tidak hanya menarik secara visual, namun juga memikat dengan beragam condiment yang melengkapi hidangan. Ada hidangan lezat seperti ayam bakar, urap-urap, tahu-tempe, telur, bergedel, dan nasi kuning.
Panitia telah bersiap sejak pukul 17:00, menyiapkan tikar sebagai tempat duduk. Pukul 17:30, tikar ditempatkan dengan teliti di lokasi kegiatan. Kegiatan semakin bersemangat saat pukul 18:30, di mana panitia dari divisi perlengkapan menghiasi area acara dengan tikar yang disusun rapi.
Kemeriahan semakin bertambah saat pukul 18:45, ketika panitia dan warga secara bergantian mengambil tumpeng dari rumah-rumah warga dengan pola estafet. Acara resmi dimulai pukul 19:10 dengan sambutan dan doa, diikuti oleh ramah tamah makan tumpeng bersama warga dan undangan. Antusiasme warga terlihat jelas dalam suasana tersebut.
Pada pukul 20:30, momen tegang dirasakan oleh para peserta saat pengumuman juara tumpeng terbaik dan unik diumumkan. Para juara berhak menerima uang tunai dari tim sponsor sebagai penghargaan atas kreativitas mereka dalam menghias tumpeng.
Kepala Dusun Wunut, Susilo, menjelaskan bahwa Bari’an Merdeka 1000 Tupeng Cobek dilakukan untuk merayakan HUT RI ke-78 dan menghormati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Tradisi Bari’an yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan, kali ini mengambil wujud meriah dan unik melalui tumpeng cobek.
“Pada tahun lalu (2022), kami mengadakan makan di atas pisang sepanjang 777 meter. Alhamdulillah tahun ini, kami menghadirkan Bari’an 1000 Tupeng Cobek,” ungkap Susilo.
Ia menambahkan bahwa semula rencananya adalah membuat 778 tumpeng, tetapi antusiasme luar biasa dari warga mendorong terciptanya momen yang lebih besar dari yang diharapkan.
“Spirit gotong royong dan nasionalisme perlu dijaga, terutama di antara generasi muda,” ujar Susilo.
Warga Wunut, seperti Sutrisno (43) dan Naira (32), merasakan kebahagiaan dan semangat gotong royong yang semakin tumbuh melalui acara ini. Sutrisno mengungkapkan, “Kegiatan ini membuat kita merasa bersatu dan kompak, serta menumbuhkan rasa guyub rukun di antara warga Ngunut.” Naira juga menambahkan, “Antusiasme warga luar biasa, semangat seluruh orang terlihat jelas dalam acara ini.”
Mojokerto tetap menjadi saksi keseruan dan semangat Bari’an Merdeka 1000 Tupeng Cobek, yang tidak hanya sekadar merayakan kemerdekaan, tetapi juga mengukuhkan semangat gotong royong dan persatuan di tengah keberagaman.(Syim)