Home / Daerah

Kamis, 17 Maret 2022 - 06:49 WIB

Ruwah Dusun,Ratusan Warga Blooto Arak-Arakan Tumpeng Setinggi 1,5 Meter.

Foto.Ruwah Dusun,Ratusan Warga Blooto Arak-Arakan Tumpeng Setinggi 1,5 Meter.

Foto.Ruwah Dusun,Ratusan Warga Blooto Arak-Arakan Tumpeng Setinggi 1,5 Meter.

Foto.Ruwah Dusun,Ratusan Warga Blooto Arak-Arakan Tumpeng Setinggi 1,5 Meter.

Mojokerto.Indexberita.com Tradisi Nyadran atau Ruah Dusun digelar di Dusun Kemasan, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Hal tersebut merupakan wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Kamis (17/3/2022).

Tokoh Masyarakat Dusun Kemasan Wahyudi mengatakan, Nyadran merupakan tradisi turun-temurun yang sudah yang diwarisi oleh nenek moyang warga Dusun Kemasan.

READ  Dandim 0815/Mojokerto Pimpin Tradisi Pelepasan Prajurit Pindah Satuan

Tradisi ini digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas segala karunia yang diberikan untuk segenap warga Dusun Kemasan.

Ia menambahkan tradisi ini merupakan acara tasyakuran serta tak lupa mengirim doa kepada Mbah Jimat, leluhur mereka yang telah berjasa membuka jalan (babat alas:red).

“Kirim doa pada sanak saudara yang telah mendahului kita selain itu juga untuk memupuk persaudaraan dan mempererat tali silaturahim sesama warga”, tambahnya.

Para warga terlihat antusias karena tradisi ini baru kembali di gelar setelah vakum 2 tahun akibat pandemi.

READ  Jadikan Ikbar Calon Pimpinan Yang Di Harapkan Masyarakat Kabupaten Mojokerto Dan Pasti Menang

Sebelum ke Makam Mbah Jimat ratusan warga ikut dalam acara arak-arakan tumpeng setinggi 1,5 meter, dengan berat 75 kilogram. Tumpeng tersebut diangkat bergantian oleh 39 warga Dusun Kemasan.

Wahyudi menyebutkan jika merupakan wujud dari ketaatan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tumpeng sendiri itu kan kalau udah keluar dari rumah harus mempeng (fokus:red), kita hidup di dunia ini menjalankan sesuatu harus fokus”, ujarnya.

READ  Korem 082/CPYJ Gelar Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan jika dalam tumpeng tersebut hanya memakai ikan bandeng atau mujaer sebab warga meyakini hal tersebut sebagai simbol kesederhanaan, dan permohonan rejeki.

Kue yang disajikan pun hanya kue serabi.
Bentuk bundar melambangkan kebulatan tekad, kuah manis untuk serabi juga bermakna kejujuran.

“Harapannya wilayah kita tetap diberikan murah pangan rejeki yang banyak yang barokan diberikn keselamatan untuk warga tidak sampai kekurangan air dan tumbuhan,” tandasnya.(Syim)

Share :

Baca Juga

Daerah

Prajurit Dan PNS Korem 082/CPYJ Ikuti Pengarahan Kasad

Daerah

Inovasi Gayatri Masuk Top 99 Pelayanan Publik Kemenpan RB, Jadi Kado Istimewa HUT Kota Mojokerto 

Daerah

Bupati Mojokerto Hadiri Pengukuhan APMJ Korwil Kabupaten Mojokerto

Daerah

Walikota Dampingi Keluarga Isman Menerima Bantuan dari Pemprov Jatim

Daerah

Forkopimda Jatim Gelar Pasukan Ops Tegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Daerah

Untuk pelihara Kemampuan, Danrem 082/CPYJ Melaksanakan Latihan Menembak

Daerah

Desa watesnegoro Ngoro Mojokerto BPN Bagikan Sertifikat PTSL 2018 Yang Masih Tersisa.

Daerah

Kurangi Dampak Banjir, Dandim 0815 Pimpin Normalisasi Aliran Sungai Di Mojokerto
?>