Home / Jatim

Rabu, 19 Juni 2019 - 12:20 WIB

Wabup Dampingi Khofifah Tinjau PT Pakerin

MOJOKERTO. SOROTINDOMEDIA.COM Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan PT. Pakerin (Pabrik Kertas Indonesia) Kecamatan Pungging, didampingi Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Rabu (19/6) siang.

Wabup Khofifah membahas penggunaan bahan baku kertas yang digunakan PT. Pakerin, berupa kertas bekas atau waste paper import. Bahan import dari luar negeri ini tidak murni unsur kertas, namun bercampur dengan material sampah plastik yang susah terurai. Isu yang disorot saat ini adalah indikasi tercemarnya sungai karena limbah sisa produksi kertas tersebut.

“Katakan bahan waste paper yang dipakai mencapai 1.500 ton. Jika dalam 1000 ton saja, 300 nya adalah unsur ikutan yakni plastik, tentunya mengkhawatirkan. Sebab kita sendiri gencar memerangi sampah plastik,” kata Khofifah.

READ  Irup Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021, Kapolresta Mojokerto : Empat Poin Sasaran Utamanya

Gubernur Khofifah ingin industri kertas tetap menjaga tatanan lingkungan yang sehat. Jika ada ikutan sampah plastik namun sudah terlanjur, KLHK akan memberi restriksi pada ikutan-ikutan tersebut.

“Kami punya catatan industri-industri di Jawa Timur yang mengimport bahan baku dari luar. Jika terdeteksi plastik, bisa dikembalikan dan segera tindaklanjuti. Karena kita juga sadar, jika industri kertas menggunakan bahan pulp, eksistensi hutan juga terancam,” kata Khofifah.

Khofifah mempersilahkan import waste paper pada industri kertas. Namun dengan catatan tidak ada ikutan plastik, maupun B3, serta pastikan betul darimana. Dirinya juga menyebut bahwa bahan baku waste paper yang mengandung plastik, boleh dikembalikan ke negara asal. Hal ini sesuai dengan hasil Konvensi Basel.

READ  Jaga Kesehatan, Anggota Polres Mojokerto Laksanakan TKJ

Selain PT. Pakerin, beberapa industri kertas di Kabupaten Mojokerto yang menggunakan waste paper impor antara lain PT. Mega Surya Eratama, PT. Sun Paper Source, dan PT. Mekabox International.

Namun disamping permasalahan ini, adanya sampah plastik dari sisa bahan baku tersebut memberi kontribusi ekonomi masyarakat sekitar industri kertas yang tersebar di wilayah Desa Bangun (Dusun Bangun, Kali Tengah, dan Ploso) Kecamatan Pungging, serta Desa Sukoanyar dan Desa Tanjangrono Kecamatan Ngoro.

READ  'Ngeco Print' Bareng Bupati Mojokerto, Bangkitkan Gairah Kreatifitas Masyarakat

Jumlah plastik mencapai 40-50 truk per hari dengan kisaran 75 ton per hari. 60 persen sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang, dijual ke industri tahu, kerupuk, dan batu bata sebagai bahan bakar. Hal ini tentu menimbulkan pencemaran udara yang membentuk senyawa karsinogenik.

Untuk itu, perlu adanya kebijakan import waste paper  di industri kertas. Serta, tanggung jawab pengelolaan lingkungan oleh perusahaan.

“Perusahaan harus mengolah lagi sampai pada residu akhir yang tidak dapat dimanfaatkan lagi. Ini untuk menjaga lingkungan tetap baik,” kata wakil bupati Pungkasiadi.(Syim)

Share :

Baca Juga

Jatim

Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

Jatim

Jalin Komunikasi dan Mohon Dukungan Do’a, Kapolda Jatim Silaturahmi ke Ponpes Al Falah Kediri

Jatim

DPRD Kota Mojokerto Tetapkan Perubahan KUA & PPAS Tahun 2021

Jatim

Surprise Kapolresta Mojokerto di HKGB ke 69, Bawa Tumpeng dan Kue

Jatim

Danrem 082/CPYJ Beserta Anggota Dan Ibu – Ibu Persit Menerima Pengarahan Pangdam V/Brawijaya 

Jatim

Para Lansia di Surabaya Sebanyak 38 Juta Akan Terima Vaksinasi Covid-19 Ditargetkan Akhir Bulan Juni 2021

Jatim

HARLAH NU 1 Abad Dan Terpilihnya Gus Sentot Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat

Jatim

Kapolri Resmikan Sejumlah Fasilitas Bangunan Polda NTB
?>