Home / Ekonomi

Jumat, 18 Februari 2022 - 10:58 WIB

Mushola Tanpa Nama di Surabaya Nyaris Ambruk

Foto.Mushola Tanpa Nama di Surabaya Nyaris Ambruk

Foto.Mushola Tanpa Nama di Surabaya Nyaris Ambruk

Foto.Mushola Tanpa Nama di Surabaya Nyaris Ambruk

SURABAYA.Di tengah kemajuan pembangunan di Ibu Kota Jawa Timur, Surabaya, ternyata masih ada sarana ibadah mushola yang kondisi bangunannya memprihatinkan. Mushola yang tak memiliki nama ini nyaris ambruk dan tak lagi banyak menggelar kegiatan.

ACTNews, SURABAYA Di tengah hiruk Kota Surabaya, terdapat salah satu mushola yang nyaris ambruk dan dilupakan. Langgar, begitu warga setempat menyebutnya. Tempat ibadah tersebut pun hingga sekarang belum memiliki nama. Padahal, mushola ini sudah berdiri lama, sekitar tahun 1952, dan menjadi salah satu sarana ibadah pertama di daerah Dukuh, Kelurahan Nyamplungan, Pabean, Surabaya.

READ  BAZNAS Mojokerto Salurkan 3.621 Paket Daging Kurban, Libatkan Peternak Lokal dalam Program Pemberdayaan

Bangunan mushola ini berbentuk kotak sederhana dengan luas 60 meter persegi. Cat di dinding sudah mengelupas dan sebagian tertutup lumut. Orang yang sekilas melihat mungkin tak menyadari bahwa bangunan tersebut merupakan mushola.

Kondisi atap mushola yang berlubang hanya ditutupi terpal. Tiap kali hujan, air sangat mungkin membanjiri ruangan mushola. Kayu penyangga pun sudah lapuk termakan cuaca dan zaman, sewaktu-waktu bisa roboh.

READ  Walikota Mojokerto Ika Puspitasari Membuka Job Fair tahun 2023, 900 Lowongan Pekerjaan Tersedia Bagi Masyarakat

Sudah lama mushola ini rusak kena angin, hampir dua tahun lalu, atap mushola ambruk. Kami belum dapat merenovasi karena memang terkendala biaya, patungan warga belum cukup, jelas Usman, Ketua RW 005 Kampung Dukuh, Kelurahan Nyampungan.

Mushola tanpa nama ini pun tak lagi ramai seperti sedia kala. Kegiatan keagamaan seperti pengajian dan TPQ terpaksa dihentikan sampai sekarang karena khawatir sewaktu-waktu atap mushola menimpa warga. Akan tetapi, keinginan dari warga agar mushola ini makmur seperti sediakala selalu ada.

READ  Bhabinkamtibmas Polresta Mojokerto Bedah rumah Mbah Siti Badriah yang dari Tirai Bambu

Kondisi musholla / Langgar yang sudah nyaris roboh. (ACTNews)
“Harapan saya, semoga mushola ini dapat diisi lagi sama kegiatan keagamaan, pengajian, sampai sholat berjamaah, ungkap Usman.

Kini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang beberapa waktu lalu singgah di mushola yang belum dinamai tersebut, menginisiasi penggalangan kepedulian untuk menghidupkan kembali syiar Islam dari mushola di Kampung Dukuh. Penggalangan dilakukan melalui laman Indonesia Dermawan. Siapapun, dalam waktu 101 hari ke depan bisa ambil bagian untuk menghidupkan lagi mushola di Surabaya itu.(ACT/Syim)

Share :

Baca Juga

Poktan Desa Kertorejo Ikuti Lomba Kelompok Tani Se Kabupaten Jombang

Ekonomi

Poktan Desa Kertorejo Ikuti Lomba Kelompok Tani Se Kabupaten Jombang

Ekonomi

Penerima Bantuan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Program KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) TAHUN 2022

Ekonomi

Sopir Driver Onlien Gocar Mojokerto Demo Kantor Pos Gojek ,Tuntut Insentif

Ekonomi

Program Wakaf Sawah Produktif di Mojokerto Sukses Panen Capai 110 Ton

Ekonomi

Menteri PDTT Apresiasi Kenerja BUMDes Medali Mojokerto, Langsung Borong Sepatu Produk UMKM

Ekonomi

Laku Keras, “Karang Kedawang Asri” milik PT. Semeru Asri Creative Viral di Mojokerto

Ekonomi

Menjelang Ramadhan, Polsek Jetis Polresta Mojokerto Gencar Patroli Pasar Tradisional

Ekonomi

Sektor Perdagangan Dan Jasa Kota Mojokerto Semakin Dilirik Investor
?>