Home / Daerah / Politik

Selasa, 12 September 2023 - 18:17 WIB

Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari fraksi PAN Tanggapi komentar dari masyarakat akibat kebakaran di TPA Randegan 

Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari fraksi PAN Tanggapi komentar dari masyarakat akibat kebakaran di TPA Randegan 

Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari fraksi PAN Tanggapi komentar dari masyarakat akibat kebakaran di TPA Randegan 

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM—Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bergerak cepat atasi kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari yang terjadi pada Jumat (8/9/2023) malam.

 

Sebanyak 8 mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan, meski api berhasil dipadamkan, akibat cuaca panas disertai angin pada Sabtu (9/9) kembali muncul titik api baru hingga tim tagana diturunkan guna membantu memadamkan api agar tidak menjalar dan kembali membesar.

 

“Kebakaran terjadi pada hari Jumat dari sekitar pukul 18.30 sampai 22.30 WIB dan berhasil kami padamkan dengan mengerahkan 8 mobil Damkar. Kemudian Sabtu pagi muncul lagi titik api, tetap kami waspadai agar tidak membesar, kemungkinan penyebabnya adalah karena cuaca ekstrem,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Amin Wachid.

 

Meski api berhasil kembali dijinakkan, namun asap sisa pembakaran sampah masih terus mengepul hingga menyebar ke sebagian besar pemukiman warga hingga Selasa (12/9/2023).

 

Dan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gangguan kesehatan, petugas gabungan dari BPBD Provinsi Jatim bersama Damkar, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Dinkes Kota Mojokerto kini membangun posko kesehatan.

READ  Kasrem 082/CPYJ Pimpin Upcara HUT TNI di Lapangan Cikaran

 

“Tim tenaga kesehatan prameswari dan ambulance PKM kedundung sudah kami turunkan untuk pembagian masker, masing-masing KK diberikan 10 masker, sekalian pemeriksaan kesehatan, dan pembagian vitamin,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesppkb) Kota Mojokerto, dr. Farida Mariana.

 

Sementara itu Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospppa) Kota Mojokerto juga membuka dapur umum untuk menyediakan makanan bagi tim gabungan serta relawan yang turut membantu dalam kejadian tersebut.

 

“Kami siapkan nasi bungkus untuk para petugas dan relawan, dan Dinsos juga membuka dapur umum menyediakan makan bagi tenaga yang terlibat dan ikut berperan dalam upaya pemadaman api yg dilakukan oleh Damkar, juga bagi masyarakat yg terdampak atas kebakaran tersebut,” ujar Kepala Dinsospppa kota Mojokerto, Choiril Anwar.

 

Koordinasi terus dilakukan pasca terjadinya kebakaran, terdapat 2 mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Mojokerto terus stand by untuk melakukan pembasahan. Total ada 30 petugas gabungan yang terus stand by di lokasi.

READ  Kodim 0815/Mojokerto Bersama DP2KBP2 Gelar Baksos KB MKJP

 

“Koordinasi terus kami lakukan dengan DLH juga Damkar, termasuk jajaran keamanan dari kepolisian, koramil dan juga satpol PP. Kami juga lakukan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk tenaga media siaga di lokasi. Kami melibatkatkan tramtib kecamatan Magersari untuk pemantauan perkembangan di bantu perangkat kelurahan kedundung,” ungkap Lurah Kedundung, Nurihudah.

 

Dinas PUPRPERAKIM Kota Mojokerto juga turut mengerahkan alat berat (escavator) guna membuka tumpukan sampah. Untuk menghindari api agar tidak menjalar ke pemukiman warga, api telah dilokalisir dengan membuat parit.

 

Hingga sekarang Selasa (12/9/2023) kondisi asap akibat kebakaran sampah tersebut masih belum berkurang akibat cuaca panas dan angin.

 

Anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto dari fraksi PAN, H Suyono mengatakan, Kronologinya nggak tahu persis terjadinya kebakaran seperti apa, namun akibat kebakaran menimbulkan keresahan masyarakat.

READ  Danrem 082/ CPYJ Genjot Razia Prokes Target Zona Hijau di Wilayah Kediri

 

”Banyak komentar dari masyarakat akibat kebakaran yang menimbulkan keresahan karena kebakaran yang menimbulkan polusi udara. Kami belum bisa menjelaskan karena baru tahu 2 hari yang lalu, kemungkinan hari Rabu besok dibahas di Paripurna,” terang Suyono kepada Indexberita. Com Selasa (12/9/2023).

 

Menurutnya karena itu ranahnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), maka pihaknya akan klarifikasi ke DLH. Karena belum ada waktu jadi pihaknya enggan menjelaskan secara detail solusi penanganannya.

 

”Mau klarifikasi ke DLH waktunya belum ada, karena kalau cerita belum tahu kronologisnya nggak tau asal-usul api kemarin dari mana ndak tahu, jadi belum bisa menjelaskan. Cuma akibat kebakaran itu menimbulkan keresahan warga, karena dampak dari kebakaran itu menimbulkan polusi udara,” tambahnya.

 

”Ya tanggapan dari DLH untuk cari solusinya bagaimana atau Damkar bagaimana, api dimatikan atau ditelantarkan begitu saja. Tapi harusnya ada penanganan intensif sehingga api bisa dipadamkan sehingga tidak menimbulkan polusi udara lagi,” pungkas Suyono.(Syim/ADV)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ning Ita Optimalkan Pola Trijuang untuk Pemetaan Akses dan Aset Tanah di Kota Mojokerto
Pertemuan Rutin Gapoktan, Danramil Kota : Siap Kawal Ketahanan Pangan

Daerah

Pertemuan Rutin Gapoktan, Danramil Kota : Siap Kawal Ketahanan Pangan

Daerah

KAURBANDUKUM REM 082/CPYJ IKUTI HUT KE-69 KORPS HUKUM ANGKATAN DARAT TAHUN 20121 SECARA VIRTUAL

Daerah

Kasiter Korem 082/CPYJ Ikuti Rapat Koordinasi Persiapan TMMD Ke 112 TA. 2021

Daerah

Ketua Persit Ranting Magersari Tanamkan Budaya Cuci Tangan Bagi Siswa TK Kartika IV-60

Daerah

Pasca Bom Bunuh Diri, Polri Amankan Lima Bom Aktif Dan Tangkap 13 Terduga Teroris Di Jakarta-Makassar-NTB

Daerah

Babinsa Koramil 0815/11 Pungging Kawal Penyaluran BLT DD

Daerah

DANREM 082/CPYJ TINJAU KEMAJUAN PEMBANGUNAN JEMBATAN CELEBUNG DI KAB. BOJONEGORO
?>