RS Mata Undaan Surabaya Perluas Edukasi Kesehatan Mata, Temukan Sejumlah Peserta Perlu Pemeriksaan Lanjutan

REDAKSI

29 Oktober 2026, 18:32

5 menit membaca

RS Mata Undaan Surabaya Perluas Edukasi Kesehatan Mata, Temukan Sejumlah Peserta Perlu Pemeriksaan Lanjutan

Surabaya, Indexberita.com – Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya (RSMU) menggelar serangkaian kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan mata dalam rangka memperingati World Sight Day (WSD) 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–24 Oktober 2026 tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, karyawan perusahaan, komunitas, hingga peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

 

Melalui kegiatan ini, RSMU berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta mendeteksi potensi gangguan penglihatan sejak dini.
Berbagai program dilaksanakan melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, perusahaan, media, komunitas, dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Rangkaian kegiatan diawali dengan siaran langsung TikTok bertema kesehatan mata pada 9 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan dr. Kafin Rifqi, Sp.M, Permata Izza Maghfira, S.Kep., Ns., serta Selfi Seftian Windarti, A.Md., RO.
Selanjutnya, pada 13 Oktober 2026, RSMU berkolaborasi dengan Global Radio dalam talkshow yang membahas tema “Mata Kering dan Minus: Ancaman Kesehatan Mata Anak di Era Digital”. Diskusi bersama dr. Camilla Amanda, Sp.M, tersebut menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mata anak di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital.

Edukasi kesehatan mata juga dilakukan melalui kegiatan Prolanis di Puskesmas Peneleh pada 17 Oktober dan Klinik Nayaka pada 24 Oktober 2026. Selain memberikan informasi kesehatan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengikuti skrining awal kondisi mata.
Pada 18 Oktober 2026, RSMU turut berkolaborasi dengan Global Radio dalam acara Her Space dengan menghadirkan dr. Amanda Dinar, Sp.M.

Sementara itu, program RSMU Goes to Office dilaksanakan di Kantor Asuransi Chubb Surabaya pada 20 Oktober 2026. Kegiatan yang menghadirkan dr. Andra Pranata, Sp.M, tersebut menggabungkan edukasi kesehatan mata dengan skrining awal tekanan bola mata.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan melalui program RSMU Goes to Campus di Politeknik Penerbangan Surabaya (Poltekbang) pada 23 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, dr. Yuniar Sarah Ningtyas, Sp.M, memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata sejak usia muda.
Skrining Temukan Peserta dengan Hasil Pemeriksaan yang Perlu Ditindaklanjuti
Dari sejumlah kegiatan yang dilaksanakan, skrining awal kesehatan mata memberikan gambaran mengenai pentingnya pemeriksaan penglihatan secara berkala.

Dalam kegiatan di Poltekbang, sebanyak 229 mahasiswa mengikuti sesi edukasi kesehatan mata. Sementara itu, pemeriksaan menggunakan Auto Refracto Keratometer (ARK) diikuti oleh 54 mahasiswa.

Hasil skrining awal menunjukkan empat mahasiswa memiliki ukuran minus lebih dari 1,00 dioptri. Bahkan, satu mahasiswa tercatat memiliki ukuran minus mencapai 4,00 dioptri.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa gangguan penglihatan dapat ditemukan pada usia muda, terutama pada kelompok yang memiliki aktivitas belajar dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, kegiatan RSMU Goes to Office di Kantor Asuransi Chubb Surabaya diikuti oleh 25 peserta dalam sesi edukasi. Adapun skrining awal tekanan bola mata menggunakan Non-Contact Tonometry (NCT) diikuti oleh 36 peserta.

Dari pemeriksaan tersebut, dua peserta menunjukkan hasil pengukuran tekanan bola mata di atas 20 mmHg sehingga disarankan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil serupa ditemukan dalam kegiatan Prolanis. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan di Puskesmas Peneleh, sedangkan di Klinik Nayaka tercatat 26 peserta.
Dari hasil skrining awal tekanan bola mata pada kedua lokasi tersebut, ditemukan tujuh peserta dengan hasil pengukuran di atas 20 mmHg.

Pihak RSMU menegaskan bahwa hasil pengukuran ARK dan NCT merupakan bagian dari skrining awal, bukan diagnosis pasti. Peserta yang memperoleh hasil pemeriksaan di luar batas yang diharapkan perlu menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan mata dan menentukan penanganan yang sesuai.
Edukasi Digital Jangkau Ribuan Penonton

Selain pemeriksaan langsung, RSMU memanfaatkan media digital dan kolaborasi dengan media massa untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan mata.
Siaran langsung TikTok yang digelar pada 9 Oktober 2026 mencatat total 4.043 penonton, menghasilkan 17 pengikut baru, serta memperoleh 67 komentar selama siaran berlangsung.

Sementara itu, konten wawancara mengenai pengalaman pasien menjalani pengobatan di RS Mata Undaan Surabaya mencapai 1.117 penayangan. Capaian tersebut melampaui target awal sebanyak 1.000 penayangan.
Interaksi juga terlihat dalam kegiatan edukasi tatap muka. Sesi kesehatan mata di Poltekbang menghasilkan empat pertanyaan dari mahasiswa, sedangkan kegiatan di Kantor Asuransi Chubb Surabaya memperoleh lima pertanyaan dari peserta.

Dalam talkshow bersama Global Radio, terdapat empat pertanyaan yang disampaikan masyarakat melalui WhatsApp.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyampaian informasi kesehatan mata dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik pemeriksaan langsung, diskusi bersama dokter spesialis mata, maupun pemanfaatan media digital.
Kolaborasi lintas sektor juga dinilai menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat dengan latar belakang dan kebutuhan kesehatan yang beragam.
RS Mata Undaan Perkuat Komitmen Pelayanan dan Edukasi
Manager Pemasaran & Hubungan Kemitraan RS Mata Undaan Surabaya, Bimoadi Wicaksono, S.I.Kom., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan World Sight Day 2026 merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memperluas akses informasi mengenai kesehatan mata.
Menurutnya, edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan mata secara rutin dan tidak mengabaikan keluhan penglihatan.
“Melalui rangkaian World Sight Day 2026, kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan mata yang lebih dekat dengan masyarakat, baik melalui institusi pendidikan, lingkungan kerja, komunitas, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun platform digital,” ujar Bimoadi.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong kebiasaan melakukan pemeriksaan mata secara berkala serta berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan penglihatan.
Bimoadi menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program Goes to Institution, Goes to Office, serta kolaborasi dengan media dan komunitas untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan mata.
Melalui momentum World Sight Day, RS Mata Undaan Surabaya berkomitmen melanjutkan program promosi kesehatan secara berkelanjutan, memperkuat kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga gangguan penglihatan menghambat aktivitas sehari-hari sebelum memeriksakan kondisi mata. Pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis mata diperlukan untuk memperoleh evaluasi serta rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Alternatif judul lainnya:
World Sight Day 2026, RS Mata Undaan Surabaya Gencarkan Edukasi dan Skrining Mata
Ribuan Warga Terjangkau Edukasi Digital, RS Mata Undaan Dorong Deteksi Dini Gangguan Penglihatan
Skrining Mata di Surabaya Temukan Sejumlah Peserta Perlu Pemeriksaan Lanjutan

Cegah Gangguan Penglihatan Sejak Dini, RS Mata Undaan Sasar Mahasiswa hingga Pekerja
Peringati World Sight Day, RS Mata Undaan Perkuat Edukasi Kesehatan Mata di Berbagai Kalangan

Baca Juga