Home / Daerah

Selasa, 25 Mei 2021 - 22:24 WIB

Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

Foto.Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

Foto.Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

Foto.Bupati Mojokerto Ingkatkan Sektor Pertanian dengan On Farm dan Off Farm

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, mengingatkan agar sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto bisa berjalan seimbang dengan memperhatikan sistem on farm maupun off farm.

Artinya, para petani didorong untuk lebih berdaya dengan memberi nilai tambah aktivitas usaha taninya, baik itu melalui pengolahan produk pertanian maupun melalui berbagai pengembangan usaha berbasis pertanian. Langkah tersebut diharapkan akan membuat petani mampu menjadi pelaku usaha yang lebih kuat ketika berhadapan dengan pasar.

Hal ini dijabarkan langsung oleh Bupati Ikfina Fahmawati dalam acara Pemantapan Kapasitas Stakeholder Bidang Pertanian, Selasa (25/05) siang di Hotel Royal Trawas.

READ  Danrem 082/CPYJ Gencarkan Olahraga Gowes Sambil Bagi Masker

“Pada sektor pertanian, kita tidak bisa bicara saat pra dan pasca panen saja. Ada on farm dan off farm yang sebenarnya harus kita pikirkan. Maksudnya, saat bertani dan setelahnya. Misal kita menanam jagung. Nah, yang dijual bukan jagung mentah saja, melainkan produk olahan juga. Sektor pertanian ini penting, salah satunya ikut membantu meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui perluasan lapangan kerja,” kata Bupati Ikfina.

Upaya off farm khususnya, akan lebih baik bila disertai dengan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan. Pilihan model usaha yang diberikan juga berhubungan dengan basis komoditas pertanian yang dikelola.

READ  Polresta Malang Kota Turunkan 17 Psikolog, Pendampingan Trauma Healing Bagi Pasien Covid-19

Faktor yang paling penting, yakni semua usaha itu dilakukan dalam sebuah wadah berbentuk kelompok agar lebih mudah memantau, mendampingi, dan efisien dalam praktik pelaksanaan.

Teguh Gunarko Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, pada acara ini menerangkan potensi pertanian Kabupaten Mojokerto. Dari luas lahan sawah sejumlah 36.271 ha, ada beberapa catatan menarik terkait capaian pertanian salah satunya pada tanaman padi. Teguh menyebut telah terjadi peningkatan sebesar 37 persen atau tepatnya 16.629 hektar, dibandingkan luas tanam tahun 2019 lalu.

READ  Dandim 0815 Mojokerto Bersama Forkopimda Menghadiri Kegiatan Pencanangan Implementasi Inpres No. 6 Tahun 2020

Kebutuhan beras pun tercatat mengalami surplus 52.127 ton, dengan produksi sebanyak 179.621 ton, dan kebutuhan konsumsinya sebanyak 127.494 ton. Demikian juga dengan tanaman jagung, yang mengalami kenaikan 20 persen atau seluas 4.512 hektar.

“Kami harap acara pemantapan stakeholder ini, menjadi moment penting dan strategis, untuk mengomunikasikan berkoordinasi tentang pembangunan di bidang pertanian,” kata Teguh dalam laporan sambutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala BPTP Kementan RI di Jatim Catur Hermanto, Perwakilan Produsen Pupuk Petrokimia beserta Distributor, Pengurus KTNA Kabupaten Mojokerto dan pengurus Gapoktan serta para penyuluh pertanian.(Syim/ADV)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Danpos Ramil Mojoanyar Ajak Poktan Normalisasi Irigasi Pertanian

Daerah

Danramil 0815/16 Pacet Bersama Forpimka Terima KKN-PPM Mahasiswa UNIPA Surabaya

Daerah

Dandim 0815 Audiensi Bersama Pansus Covid-19 DPRD Kota Mojokerto

Daerah

Tim Wasgiat Fungsi Bidang Latihan Mabesad Berkunjung Ke Korem 082/CPYJ

Daerah

Rumah Ibadah Dibuka Kembali, Ning Ita bersama Forkopimda Resmikan 3 Rumah Ibadah Tangguh

Daerah

Rapat Kordinasi Menyambut Bulan Suci Ramadhon 1440 H Tahun 2019

Daerah

Neng Ita Tinjau Tower Tribuana Dan Kolam Renang Sekarsari

Daerah

Dewan Sepakati Bentuk Pansus BPRS Syariah Urai Persoalan Likuiditas dan Kredit Macet
?>