Home / Ekonomi

Rabu, 18 Oktober 2023 - 04:01 WIB

Emil Elistianto Dardak Resmikan Pusat Pengelolaan Sampah Dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun PPSLB3

Utama

Foto. Emil Elistianto Dardak Resmikan Pusat Pengelolaan Sampah Dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun PPSLB3

Mojokerto,Indexberita.com Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PPSLB3) yang dikelola PT. Pratama Jatim Lestari (PJL) di Desa Cendoro, Kec. Dawarblandong, Kab. Mojokerto, Selasa (17/10) siang.

Sebagai informasi, PT. PJL sendiri merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur dibawah naungan Jatim Grha Utama Group yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Wagub Emil menyebut beroperasinya PPSLB3 ini merupakan jawaban atas kebutuhan fasilitas pengelolaan limbah terpadu bagi industri di Jawa Timur.

“Ini menjadi penting untuk menciptakan suatu pembangunan yang berkelanjutan di tengah upaya untuk menggenjot perekonomian,” ungkap Wagub Emil.

Menurut Emil, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan serta memberikan optimisme untuk kemajuan perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jatim merupakan provinsi yang perekonomiannya bertumpu pada sektor industri manufaktur.

READ  BRI Dorong UMKM Mojokerto Jadi Agen BRILink, Buka Peluang Usaha Baru

“Insyaallah ini meningkatkan daya saing bukan hanya untuk Jawa Timur tapi juga Indonesia. Karena Jawa Timur saat ini menyumbang lebih dari 22% dari output manufaktur Indonesia ini hampir seperempat,” jelasnya

Emil menyebut pendirian dan peresmian pengelolaan limbah terpadu seperti ini tidak boleh dianggap remeh dan ditunda-tunda.

“Sebab, sudah yakinkah kita industri medis sudah melakukan pengelolaan limbah B3 secara tertib? Jangan sampai ke depan kita tidak bisa makan karena alam sudah rusak,” ujarnya.

“Kehadiran PPSLB3 ini tentunya membuat industri di Jatim maupun yang berbatasan dengan Jatim tidak perlu bersusah-susah untuk mengelola limbahnya. Karena akses ke lokasi ini sangat mudah dan terintegrasi dengan wilayah Gerbang Kertasusila,” tambahnya

Berdasarkan data dari SiRaja (Online platform untuk pelaporan kinerja pengelolaan limbah B3 yang diluncurkan oleh KLHK) jumlah timbulan limbah B3 di Jatim tercatat cukup tinggi. Yakni pada tahun 2020 tercatat 7.972.768 ton timbulan limbah B3, 2021 tercatat 6.394.207 ton timbulan, dan pada tahun 2022 tercatat 6.395.797.

“6-8 juta ton timbulan limbah B3 di Jatim bisa teratasi dengan adanya pusat pengolahan limbah terpadu ini,” kata Emil.

READ  Menteri Sosial Tri Risma Harini Memberikan Bansos Di Lingkungan Balong Cangkring Mojokerto

“Bersama dengan bimbingan dari KLHK kami berupaya untuk menyiapkan teknologi pengolahan ini dengan sebaik-baiknya. Hingga 12 Oktober sudah 45.000 kg limbah B3 dari medis terutama dan juga obat expired ya yang sudah ditangani disini. Ini adalah kesempatan untuk teknologi transfer guna membangun SDM kita yang mumpuni dalam pengelolaan teknologi yang berkaitan dengan waste management seperti ini atau Hazardous waste management,” jelasnya detil.

Diakhir, Emil juga menyampaikan bahwa pemilihan lokasi PPSLB3 ini juga tentunya mempertimbangkan keselamatan warga. Dengan hadirnya pengolahan limbah terpadu ini justru masyarakat akan lebih aman. Aman dari pihak-pihak yang mengolah limbah secara sembarangan.

“Atas izin dari ibu Gubernur, izinkan Kami mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim bahwa hari ini kita akan bersama-sama meresmikan operasionalnya Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 PT. Pratama Jati Lestari,“ pungkasnya

Untuk diketahui, dari total 50 hektar lahan yang akan digunakan untuk kawasan pengolahan limbah B3, pada tahap pertama akan dioperasionalkan seluas 5 hektar terlebih dahulu. Kemudian untuk pengembangan kawasan pabrik di tahap 2 masih dalam proses pengajuan perizinan kembali.

READ  Gus Barra: Saya Keliling Dunia Hanya Disini Ada Ungkapan Syukur Melalui Sedekah Bumi

Direktur Utama PT Jatim Grha Utama Mirza Muttaqien menyampaikan bahwa PPSLB3 ini merupakan pertama kalinya yang dikelola oleh BUMD. PPSLB3 ini juga merupakan salah satu proyek yang masuk pada Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di Wilayah Gerbang Kertasusila.

“Pembangunan ini pasti berdampak besar bagi sektor industri juga menjadi penggerak investasi baru nantinya,” ucapnya

Adapun sarana pengolahan yang telah terselesaikan adalah tempat pengumpulan dan penyimpanan limbah B3 untuk kegiatan insinerator,
pengatur gas, instalasi jaringan listrik, instalasi insinerator sebanyak 1 unit dengan kpasitas 500jg/jam, instalasi cool storage dengan kapasitas 20ton.

“Saat ini kami sudah melakukan operasional dengn total pengolahan limbah B3 hingga tanggal 12 Oktober 2023 sebanyak 45.985 kg limbah B3. Diantaranya limbah medis sebanyak 27.840kg dan obat reject sebanyak 18.140kg,” detilnya

“Kami senang dan merasa terhormat bisa bermanfaat dalam mengelola limbah B3 di Jatim utamanya juga masih dalam nuansa perayaan Hari Jadi Pemprov Jatim ini,” tutupnya.(IB)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

DPRD Kabupaten Mojokerto Gelar Paripurna Jawapan Bupati Mojokerto Soal Pandum Fraksi Raperda PAPBD 2022

Ekonomi

Jajanan Pasar Tempo Dulu Bikin Kangen, Serasa Sampai Ke Jogja

Ekonomi

Inovasi Jumat Curhat, Kapolresta Mojokerto Serap Curhatan Komunitas PKL Benpas

Ekonomi

Kondisi Pandemi Banyak Permasalahan,Wujud Aksi Nyata Gelar Bantuan Beras dan Pangan Esok

Ekonomi

Peresmian Jembatan Gondang–Kebon Tunggul, Dongkrak Konektivitas dan Ekonomi Warga Mojokerto

Ekonomi

Dipercaya Berkhasiat Mendapatkan Keturunan, Warga Ramai-ramai Panen Kurma di Halaman Masjid Kota Mojokerto

Ekonomi

IKAPPI Jatim Gelar Operasi Pasar Murah Ramadhan 2023

Ekonomi

Tancap Gas, DPRD Kota Mojokerto Setujui KUA PPAS APBD Tahun 2023
?>