Foto.Ketakutan, Pengendara Motor Tak Pakek Masker Di Tempeli Virus Covid-19
Mojokerto.Indexberita.com
Teatrikal Satlantas Polres Mojokerto menghadirkan dua orang waria memakai helm virus Covid-19 mencari pengendara tak memakai masker.
Seorang pengendara sepeda motor histeris di simpang tiga Taman Lalu-lintas Jalan Hayam Wuruk, Desa Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Ini setelah virus Covid-19 yang digambarkan dengan dua orang waria memakai helm virus menghampirinya.
Pengendara yang melintas dari arah utara ini kedapatan tidak memakai masker dan juga helm. Sehingga dua orang waria memakai helm virus Covid-19 mengampirinya dan merangkulnya. Petugas Satlantas Polres Mojokerto mengingatkan untuk memakai masker agar virus Covid-19 pergi jauh.
“Lali (lupa, red) pak. Ampun pak, nek virus e koyok ngene. Nek nggak ngene, nggak popo pak,” ujar pengendara sepeda motor saat kedapatan tak memakai masker dan helm.
Bahkan, dua orang waria dengan helm virus Covid-19 ini juga menarik pengendara sepeda angin saat kedapatan tak memakai masker. Namun setelah memakai masker, kedua orang waria yang memakai helm virus Covid-19 tersebut langsung pergi. Tak lama, mobil ambulance milik PMI Kabupaten Mojokerto datang.
Mobil ambulance tersebut membawa keranda mayat dengan tulisan korban Covid-19 tersebut diturunkan dari mobil ambulance dan muncul pocong dari keranda mayat tersebut. Ini merupakan teatrikal dari Satlantas Polres Mojokerto untuk mengingatkan masyarakat agar mentaati protokol kesehatan.
Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Edy Widoyono mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menertibkan protokol kesehatan. “Sampai saat ini, Covid-19 masih belum berakhir,” ungkapnya, Jumat (21/5/2021).
Masih kata Kanit, contoh sudah banyak di luar negeri. Seperti di India, Malaysia dan negara besar lainnya tetap melakukan hal yang sama. Yakni mematuhi protokol kesehatan. Dengan membawa contoh virus Covid-19 dan pocong di tengah-tengah masyarakat dengan tujuan agar masyarakat tahu bahayanya.
“Tujuannya agar masyarakat tahu, jika kena virus Covid-19 itu akibatnya akan meninggal. Kita tidak ingin corona ini sampai berlarut-larut, maka dari itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” katanya.
Masih kata mantan Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto ini, dengan patuh terhadap protokol kesehatan virus Covid-19 akan bisa berakhir. Teatrikal tersebut akan dihadirkan di tengah-tengah masyarakat sampai tanggal 24 Mei 2021 mendatang dengan sasaran tempat wisata dan keramaian.(Syim)