MOJOKERTO .Indexberita.com Koperasi Tri Capital (TC) Investama Pusat menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025 secara hybrid, Selasa (31/03/2026). Rapat tahunan ini merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam koperasi. Rapat tersebut diikuti oleh Koperasi TC invest di seluruh indonesia, termasuk Mojokerto.
Sementara itu, dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, TC Invest Pusat mencatat kinerja solid tahun 2025 lalu. Total aset koperasi ini mencapai Rp475,4 miliar alias naik sekira 9,4% daripada tahun sebelumnya. Lalu, Sisa Hasil Usaha atau SHU juga naik menjadi 16% atau setara dengan Rp9,33 miliar.
Dari sektor anggota, TC Invest mencatat kenaikan signifikan hingga 41,5% dari 11.397 anggota pada tahun 2024 naik menjadi 16.126 anggota pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap model bisnis koperasi berbasis ekosistem yang dijalankan TC Invest kian diminati.
Ketua Pengurus TC Invest, Iqbal Alan Abdullah menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan fase konsolidasi sekaligus transformasi bagi TC Invest menuju koperasi modern berbasis sektor riil.
“TC Invest tidak hanya menjadi koperasi jasa, namun berkembang menjadi platform ekonomi anggota yang terintegrasi yang meliputi pembiayaan, properti, travel, pendidikan, perdagangan, hingga sektor pangan maupun digital,” urainya.
Seiring dengan pertumbuhan ini, TC Invest turut memperluas portofolio usaha pada sektor strategis, meliputi pengembangan di seluruh lini usaha, hingga berpartisipasi dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam RAT tahun ini, anggota menyatakan kata setuju atas laporan pengurus dan pengawas, berikut penetapan komposisi pembagian SHU yang berimbang antara manfaat anggota dengan penguatan kelembagaan, yakni 30% untuk jasa anggota dan 40% sebagai cadangan untuk penguatan modal koperasi.
Untuk tahun 2026, TC Invest menetapkan arah strategi bertajuk“Alignment & Execution Strategy – Scaling with Governance”. Fokus pada tahun ini adalah ekspansi usaha terukur, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem secara komprehensif.
Selain itu, target tinggi juga dicanangkan, seperti peningkatan aset produktif hingga Rp600 miliar, kenaikan keanggotaan di atas 30% hingga penguatan ekosistem bisnis terintegrasi pada berbagai sektor strategis seperti pertanian, energi, dan pembiayaan UMKM. TC Invest juga mencanangkan kebutuhan modal kerja sejumlah Rp307 miliar untuk mendukung ekspansi usaha, dengan proyeksi pendapatan konsolidasi mencapai sekira Rp1,27 miliar setiap bulan.
Pengawas koperasi juga menyatakan bahwa kinerja pengurus telah berjalan baik, laporan keuangan disusun dengan wajar, serta kondisi koperasi dalam kategori sehat, layak untuk terus berkembang ke tahap berikutnya.
“Dengan pondasi yang kuat dan dukungan seluruh anggota, TC Invest optimis mampu memperkuat posisi sebagai koperasi modern berlevel nasional, berdaya saing tinggi serta berkontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia,” tutup Iqbal.
Sementara itu, salah satu anggota Koperasi TC Invest Mojokerto, Ari Sumadi mengaku puas atas kinerja koperasi ini. Pria yang sudah bergabung dengan TC Invest Mojokerto sejak 3 tahun ini berharap kinerja pada tahun 2026 ini semakin baik.
“Harapan kami untuk tahun 2026 ini TC Invest semakin jaya, semakin banyak pilihan bentuk atau produk simpanan serta semakin baik dari tahun ke tahun,” harapnya.