SURABAYA, Indexberi ta.com Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya kembali mencatatkan tonggak sejarah penting dalam pelayanan kesehatan mata di Indonesia. Dalam kurun waktu satu bulan Januari, RSMU berhasil merampungkan 29 tindakan operasi transplantasi kornea (keratoplasti) melalui kornea donor yang disediakan oleh Cornea Donation Center (CDC) RSMU bekerjasama dengan Bank Mata Indonesia (BMI).
Angka ini merupakan salah satu capaian transplantasi bulanan tertinggi yang pernah diraih oleh rumah sakit tersebut, menandai percepatan signifikan dalam penanganan kebutaan akibat kelainan kornea.
Lonjakan jumlah operasi yang berhasil dilakukan pada awal tahun ini menjadi angin segar bagi ratusan pasien yang menanti harapan untuk kembali melihat. Keberhasilan pelaksanaan 29 operasi dalam kurun waktu satu bulan ini tidak lepas dari kelancaran rantai pasok donor yang dikelola secara strategis.
Ketersediaan kornea donor ini terwujud berkat kolaborasi erat antara CDC RSMU dengan Bank Mata Indonesia (BMI) yang berpusat di Jakarta. Kerjasama ini memastikan bahwa proses distribusi donor berjalan cepat dan memenuhi standar medis yang ketat, sehingga operasi dapat segera dijadwalkan begitu jaringan donor tersedia.
“Pencapaian di bulan Januari 2026 ini bukan cuma hitungan statistik, tapi representasi dari 29 harapan penglihatan yang berhasil kami kembalikan. Sinergi antara tim medis RSMU yang sigap dan dukungan penyediaan donor dari CDC RSMU yang bekerjasama dengan BMI adalah kunci utama dari akselerasi ini,” ujar [dr. Dini Dharmawidiarini SpM(K), Kepala CDC RSMU.
Langkah akselerasi ini menjadi sangat krusial mengingat tingginya angka kebutuhan di Indonesia. Hingga saat ini, data internal CDC RSMU mencatat antrian pasien calon penerima kornea donor (resipien) telah menembus angka lebih dari 320 calon resipien.
Daftar tunggu yang panjang ini mencerminkan tingginya kasus kerusakan kornea yang membutuhkan penanganan segera di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Tanpa adanya percepatan seperti yang dilakukan pada Januari lalu, waktu tunggu pasien bisa memakan waktu bertahun-tahun, yang berisiko memperburuk kondisi Psikologis maupun pengelihatan yang berujung pada ancaman kebutaan.
Sebagai salah satu pusat rujukan mata tertua dan terpercaya, RSMU sebenarnya telah memiliki rekam jejak panjang dalam prosedur keratoplasti. Rumah sakit ini telah Mulai melakukan operasi transplantasi kornea sejak tahun 2016.
Namun, menyadari bahwa sekadar kemampuan teknis operasi tidak cukup untuk menjawab tantangan ketersediaan donor yang langka, langkah strategis pun diambil oleh yayasan yang memiliki naungaan yang sama dengan RS Mata Undaan ini.
Guna menjawab permasalahan krusial terkait kesenjangan antara kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) donor kornea, Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) mendirikan CDC RSMU pada tahun 2020 lalu. Pendirian Lembaga ini khusus ditujukan untuk mengatasi minimnya jumlah pendonor kornea di Indonesia melalui edukasi, sosialisasi, pendidikan maupun penyaluran kornea donor, hingga kerjasama lintas lembaga seperti yang terjalin dengan BMI saat ini.
Keberadaan CDC RSMU terbukti efektif dalam memangkas hambatan birokrasi dan teknis dalam pengadaan kornea. Dengan berdirinya CDC RSMU, fokus P4MU tidak hanya pada hilir (operasi) tetapi juga pada hulu (pengadaan donor), sebuah langkah strategis untuk menekan angka kebutaan kornea di Indonesia sekaligus tersedianya layanan kesehatan mata yang merata, khususnya di Indonesia Timur.
CDC RSMU dan RS Mata Undaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas layanan transplantasi ini di bulan-bulan mendatang, dengan harapan dapat mengikis antrian pasien secara bertahap namun pasti.