Home / Sejarah

Minggu, 16 Februari 2025 - 13:57 WIB

Syukuran di Punden Wuliyo Jati: Arakan Tumpeng, Rebutan Polowijo, dan Makan Bersama

Utama

Foto. Syukuran di Punden Wuliyo Jati: Arakan Tumpeng, Rebutan Polowijo, dan Makan Bersama

Mojokerto .Indexberita.com Warga Dusun Sidomulyo, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menggelar acara syukuran pada Minggu (16/2) pagi. Tradisi ini diawali dengan arak-arakan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu, yang membawa tumpeng dan hasil bumi (polowijo) menuju Punden Wuliyo Jati.

READ  Karnaval HUT RI ke-79 di Desa Klinterejo, Sooko: Antusiasme Warga dalam Balutan Tema Mojopahitan

Prosesi syukuran ini berlangsung khidmat, dengan warga berjalan melewati lingkungan desa hingga menuruni jalan persawahan menuju punden. Tumpeng dan polowijo yang dibawa dalam iring-iringan melambangkan rasa syukur atas hasil panen dan keselamatan warga.

Setibanya di punden, suasana semakin meriah dengan tradisi rebutan polowijo. Warga, terutama anak-anak, tampak antusias berebut hasil bumi yang dipercaya membawa berkah. Setelah itu, tumpeng yang telah dibawa diolah bersama untuk dimakan beramai-ramai, menambah suasana kebersamaan.

READ  Warga Dusun Manyarsari Adakan Sedekah Bumi

Menurut Kasiyan, salah satu warga setempat, tradisi syukuran ini diharapkan dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya dan mempererat kerukunan antarwarga. “Acara ini diusahakan tetap ada setiap tahun. Semoga generasi penerus bisa menjaga tradisi ini dengan baik,” ujarnya.

READ  Gubernur Jatim Khofifah di Dampingi Walikota dan Bupati Mojokerto Berangkatkan Ribuaan Peserta Gerak Jalan GMS

Senada dengan itu, sesepuh desa, Bapak Sabar, juga menyampaikan harapannya agar tradisi ini terus berjalan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. “Semoga perjuangan nenek moyang kita bisa terus berlanjut, dan acara ini semakin sukses ke depannya,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, tradisi syukuran di Dusun Sidomulyo diharapkan dapat terus lestari sebagai warisan budaya yang mengikat nilai kebersamaan dan keberkahan.(Syim)

 

 

Share :

Baca Juga

Sejarah

Rembuk Desa Kecamatan Jetis Tahun 2019 Siapkan Inovasi Watu Blorok

Sejarah

Dandim 0815 Mojokerto ,Turut Semarakkan Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 740 Meter

Sejarah

Kirab Budaya Waisak Pertama di Indonesia Digelar di Trowulan, 12 Dewa-Dewi Diarak ke Candi Brahu

Sejarah

Warga Dusun Sidomulyo Gelar Syukuran, Rebutan Polowijo Meriahkan Tradisi

Sejarah

Hari Pahlawan, 1 Menit Mengheningkan Cipta Bersama Satlantas Polresta Mojokerto Di Simpang 4 Empunala

Sejarah

Karnaval HUT RI ke-79 di Desa Klinterejo, Sooko: Antusiasme Warga dalam Balutan Tema Mojopahitan

Sejarah

Gubernur Jatim Khofifah di Dampingi Walikota dan Bupati Mojokerto Berangkatkan Ribuaan Peserta Gerak Jalan GMS

Sejarah

Peringati Proklamasi Polri, Polda Jatim Bersama Rooderburg Soerabaia Gelar Aksi Teatrikal
?>