Category Archives: Sejarah

In Memorian “RIYANTO” Seorang Pahlawan Kemanusiaan Yang Peduli Menjaga Keamanan Demi Kebhinekaan NKRI

In Memorian “RIYANTO” Seorang Pahlawan Kemanusiaan Yang Peduli Menjaga Keamanan Demi Kebhinekaan NKRI

Foto In Memorian “RIYANTO” Seorang Pahlawan Kemanusiaan Yang Peduli Menjaga Keamanan Demi Kebhinekaan NKRI

PolrestaMojokertoSorotindomedia.om Di setiap penghujung tahun seluruh warga masyarakat yang beragama Nasrani akan melaksanakan perayaan Natal dan tahun baru, Sejarah telah mencatat di Kota Mojokerto tepatnya tanggal 24 Desember 2000 saat Perayaan Misa Natal di Gereja GSJPdi “Ebben Haezer” Jalan Kartini Kota Mojokerto pernah terjadi peristiwa heroik yaitu Terror Bom hingga membawa korban seorang anggota BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang ikut menjaga dan mengamankan Perayaan Natal Umat Nasrani waktu itu Meninggal dunia akibat Ledakam Bom.

Menilik sekilas kejadian itu, berawal dari penemuan satu Tas di bawah telepon umum depan Gereja berisi rangkaian kabel beberapa saat kemudian meledak namun ledakan tidak terlalu keras hanya seperti petasan dan ditemukan lagi satu Tas di dalam Gereja di bawah bangku setelah dibuka oleh Pendeta Rudi Sanusi Wijaya isinya bukan kitab (Injil) dan berisi kotak seperti kado, selanjutnya dibawa keluar dilaporkan petugas keamanan di taruh di halaman gereja pinggir jalan, kebetulan ada RIYANTO di depan pintu dan langsung di ambil di masukan kedalam got/parit seberang jalan sesaat kemudian terjadi Ledakan Dasyat, bersamaan dengan itu lampu PLN Mati suasana menjadi gelap, di ketahui ada korban manusia ternyata setelah di evakuasi korban adalah seorang anggota Banser.

In Memorian “RIYANTO” Seorang Pahlawan Kemanusiaan Yang Peduli Menjaga Keamanan Demi Kebhinekaan NKRI

Foto In Memorian “RIYANTO” Seorang Pahlawan Kemanusiaan Yang Peduli Menjaga Keamanan Demi Kebhinekaan NKRI

Dia adalah “RIYANTO” yang waktu itu berusia 25 tahun seorang pemuda asal Lingkungan Sabuk RT 02/ RW 04, Kelurahan Prajuritkulon, Kota Mojokerto yang aktif sebagai Anggota BANSER Kota Mojokerto, bersama 5 orang rekannya yang juga anggota Banser, dengan sukarela dan tulus iklas melaksanakan perintah pimpinannya yaitu Ketua Banser Cabang Kota Mojokerto untuk membantu Petugas Kepolisian melaksanakan pengamanan perayaan Natal di Gereja GSJPdi “Ebben Haeser” Jalan Kartini Kota Mojokerto.

RIYANTO lahir di Kediri Jawa Timur pada 19 Oktober 1975 dari pasangan suami-istri Sukarmin dan Katinem, Dia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara, Semasa hidupnya dia jadi tulang punggung keluarga, bekerja sebagai penimbang kedelai di koperasi, duka mendalam kadang masih dirasakan keluarga, Seragam terakhir yang digunakan almarhum pun masih disimpan, kata Sukarmin Ayahanda Riyanto.

Untuk mengenang peristiwa tersebut hari ini Sabtu 14 Desember 2019, Keluarga besar PC BANSER Kota Mojokerto mengadakan kegiatan Haul Riyanto ke 19, dengan agenda di awali dari Tempat Kejadian yaitu Gereja GSJPdi Ebben Haezer Jalan Kartini tempat Almarhum Riyanto meninggal Dunia, tabur bunga di tempat tersebut selanjutnya Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter oleh Banser, Polri, TNI, Pemuda Agama berjumlah 1900 orang hingga Makam RIYANTO di Keluran Prajuritkulon, Nama RIYANTO saat ini diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Kota Mojokerto, tepatnya berada di Kelurahan/Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Selain di Gereja GSJPdi “Ebben Haezer” Perayaan Natal Umat Nasrani tahun 2000 juga terdapat beberapa Gereja yang juga terdapat teror Bom diantaranya, Gereja Katholik Santo Yosef Jalan Pemuda Bom sempat meledak namun tidak ada korban jiwa, Gereja Allah Baik Jln Cokroaminoto Bom sempat meledak juga tidak ada korban manusia, dan Gereja Bethani Bom waktu itu tidak sempat meledak.

“Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, SH, SIK, MH yang juga hadir dalam kegiatan Haul ke 19 Riyanto menyatakan Dengan kegiatan peringatan Haul Ke-XIX Alm Riyanto ini kita dapat mengambil hikmah serta menauladani semangat perjuangan dan pengorbanan Riyanto dalam menjaga kerukunan umat beragama, dia adalah Pahlawan Kemanusiaan yang peduli menjaga keamanan demi tegaknya Kebhinekaan NKRI kita”, ungkapnya (kat/hms)

Wabup Lakukan Audiensi Terkait Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo

Wabup Lakukan Audiensi Terkait Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo
Wabup Lakukan Audiensi Terkait Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo

Foto Wabup Lakukan Audiensi Terkait Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo

MOJOKERTO. Sorotindomedia.com Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Fitra Arda, serta Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Andi Muhammad Said, melakukan audiensi untuk membahas kelanjutan temuan situs Kumitir, di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Jumat (8/11) pagi.

Andi Muhammad Said pada statementnya menyatakan bahwa, temuan ini akan ditelusuri lebih lanjut dengan tetap memperhatikan status kepemilikan tanah, serta hak apa saja yang harus diterima masyarakat.

“Situs Kumitir berupa batu yang diperkiraan seluas 400mx400m. Posisinya belum terdeteksi, apakah ini termasuk dalam pusat kerajaan Majapahit. Kita sudah melaksanakan penggalian berjarak 100 meter. Rencana ke depan, akan kita telusuri lebih dalam. Tentu dengan tetap memperhatikan hak milik tanah dan hak apa saja yang diterima masyarakat,” terang Andi.

Menindaklanjuti banyaknya temuan sejarah yang ditemukan terbaru di Kabupaten Mojokerto, Direktur PCBM Fitra Arda, menekankan agar temuan ini segera didaftarkan pada dinas terkait, agar bisa diverifikasi ODCB (Objek yang Diduga Cagar Budaya). Harapanya agar objek tersebut terus lestari, dan memberi manfaat bagi semua.

“Kawasan cagar budaya banyak memberi manfaat, khususnya dalam peningkatan tambahan pendapatan dari masyarakat sekitar lokasi. Situs-situs yang ditemukan, perlu mendapat verifikasi agar terlindungi dengan baik,” kata Fitra.

Sejalan dengan banyaknya dukungan maupun usulan pihak terkait, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyatakan dukungannya secara penuh. Mengingat image Kabupaten Mojokerto yang dikenal sebagai pusat kerajaan Majapahit di masa lalu, wabup berharap agar semua situs baik yang sudah maupun masih dalam tahap pencarian, dapat mengangkat nama Majapahit agar makin dikenal luas.

Ia juga berharap agar Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Pusat, segera melaksanakan tindak lanjut secara menyeluruh terkait temuan situs ini. Termasuk titik koordinat ODCB. Karena kebetulan temuan situs Kumitir, berada pada lahan produksi batu bata merah oleh masyarakat sekitar yang berstatus sewa.

“Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus support (temuan situs Kumitir). Saya berharap Pemerintah Provinsi dan Pusat, segera menetapkan tindaklanjut masalah zona/titik koordinat. Sebab lahan ini sebelumnya juga digunakan sebagai lahan kerja masyarakat untuk produksi bata merah,” kata wabup  Pungkasiadi.

Senada dengan wabup, perwakilan masyarakat Kumitir turut menyampaikan aspirasi terkait status lahan temuan situs. Warga berharap apabila tanah temuan situs dibebaskan, harus diadakan komunikasi yang intens antara pemerintah dengan warga masyarakat.(Syim)

 

Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74
Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Foto Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

MOJOKERTO. Sorotindomedia.comWarga
Balongcangkring (BC 2 )Kelurahan pulorejo Mojokerto kota menggelar panggung hiburan  dan gebyar seni yang di adakan oleh karang taruna Winda Kirana sekaligus  untuk memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 74 tahun .Minggu (25/8/2019)

Turut hadir   Suami Ibu dari  Wali Kota Mojokerto ,dan para tamu undangan  warga setempat.

Banu salah satu sesepuh warga Balongcangkring menyampaikan dalam  sambutanya semua warga balongcangkring harus semakin percaya diri menuju sebuah era pembaruan di mana kalian tidak boleh merasa minder atau malu sebagai warga BC karna kita tidak boleh di lecehkan karna BC adalah istimewa dan BC memiliki yang tidak di miliki jasa jasa lain.”tuturnya

Masih kata Banu saat sambutanya di atas panggung di hadapan warganya hidup BC,Hidup BC kalian tidak ada alasan merasa minder tidak ada ada malu sebagai anak BC .

Dari sekian tahun putra putri warga Balongcangkring bisa menuntut ilmu mulai dari sekolah sampai perkuliyahan Di lanjutkan dengan  seruan hentikan silang persilisihan yang tidak perlu terkait warga kita warga Papua Barat dan ciptakan kerukunan dan kedamean DI NKRI  , yang dipimpin langsung Banu Setariono Blong sesepuh Yayasan Modjopahit Jatim, melontarkan seruannya dengan menolak dalam bentuk intoleran di dalam NKRI ini.(Syim)

-Ciptakan Destinasi Wisata di Jembatan Rejoto, Dengan Mengelar Festifal Sate

MOJOKERTO. SorotIndoMedia.com Festival Sate 2019, yang berlangsung di Jembatan Rejoto, Kota Mojokerto, berlangsung meriah, Minggu (11/8/2019) malam. Ribuan orang tumpah ruah di jembatan bercat oranye yang merupakan penghubung Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, demi melihat penampilan dari puluhan peserta. Baik dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, instansi swasta hingga sekolah setingkat SMP dan SMA se-Kota Mojokerto.

Penampilan yang disuguhkan oleh para peserta, tidak hanya membuat kreasi makanan jenis sate dengan berbagai rempah khas Nusantara. Namun, juga menampilkan yel-yel dan kreasi dekorasi dari masing-masing stan.

Ini terlihat dari nyanyian yel-yel yang dibawakan serta aneka kostum, yang menarik perhatian. Contohnya saja, pakaian adat Jawa, pewayangan, Kerajaan Majapahit, kostum daur ulang limbah plastik dan masih banyak kostum unik yang menarik perhatian.

Acara tahunan Pemeritah Kota Mojokerto ini secara resmi dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, namun para peserta sudah melakukan persiapan sejak pagi hari. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari hadir ditengah-tengah para peserta dengan didampingi suami Supriyadi Karima Syaiful.

Selain itu, hadir pula Wakil Walikota, Achmad Rizal Zakaria beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Nur Chasanah, Sekretaris Daerah, Harlistyati dan para Kepala perangkat daerah langsung mengunjungi satu persatu stan peserta. Tanpa segan, Ning Ita biasa disapa, mencicipi sate-sate buatan para peserta. Bahkan, tak jarang ia turut larut dalam nyanyian yel-yel yang didengungkan para peserta.

Bukan Ning Ita namanya, jika tak menyapa para warga. Setelah puas mengunjungi stan peserta, ia kemudian menghampiri para warga yang telah lama menunggu kedatangannya. Bahkan, dengan senang hati Ning Ita memperbolehkan warga untuk berfoto selfie.

Melalui kegiatan festival sate, Pemkot Mojokerto bersama masyarakat ingin menjalin kebersamaan dalam semangat berkurban. Semangat berbagi dan meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail. Untuk itu, diharapkan ribuan masyarakat yang antusias hadir dalam acara ini mencerminkan keguyuban warga Kota Onde-onde yang tetap menjaga keamanan, kesopanan dan ketertiban.

“Ini merupakan agenda tahunan Pemkot Mojokerto, yang telah berjalan ke enam kalinya. Tetapi, baru tahun ini kami selenggarakan untuk pertama kalinya di Jembatan Rejoto. Ini bukan tanpa tujuan, karena kami Pemerintah Kota Mojokerto ingin menghidupkan destinasi budaya dan potensi kuliner di wilayah Mojokerto Barat,” kata Ning Ita.

Dalam kesempatan ini, Ning Ita menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para peserta yang telah hadir dalam menyemarakkan kegiatan Festival Sate 2019. Sekaligus ia berharap, supaya seluruh masyarakat dapat terinspirasi dan termotivasi dalam mengelola berbagai macam sate.

“Indonesia itu, kaya akan cita rasa makanan. Salah satunya sate. Berbagai macam sate dapat kita jumpai diseluruh daerah Indonesia dengan ciri khas masing-masing. Untuk itu, kami harap melalui kegiatan ini masyarakat dapat termotivasi dalam mengelola sate menjadi sajian yang unik dan berbeda,” harapnya.

Sementara itu dalam perlombaan tahun ini, ada tiga kategori lomba. Yakni, yel-yel kategori sekolah, yel-yel kategori OPD, yel-yel kategori umum, rasa sate kategori sekolah, rasa sate kategori OPD, rasa sate kategori umum, dan dekorasi kreatif.

Adapun untuk pemenangnya yel-yel kategori sekolah, juara satu diraih SMPN 7, juara dua SMPN 1, juara tiga SMP Islam Brawijaya, juara empat SMP Taman Siswa dan terakhir juara lima diraih SMPN 4. Sedangkan untuk yel-yel kategori OPD, juara satu diraih oleh Dinas Pendidikan, juara dua Dinas Sosial, juara tiga Dinas Kesehatan, juara empat Kelurahan Gunung Gedangan dan juara lima diraih Dinas Lingkungan Hidup.

Sedangkan untuk yel-yel kategori umum, juara satu diraih oleh Dharma Wanita Kota Mojokerto, juara PC Bhayangkari Kota Mojokerto, juara tiga PKK Kota Mojokerto, juara empat Hotel Sekar Putih dan juara lima diraih oleh AMJ Jawa Timur.

Untuk kategori rasa sate dari sekolah, juara satu diraih SMPN 5, juara dua SMPN 6, juara tiga SMAN 1, juara empat SMPN 1, dan juara lima diraih oleh SMPN 7. Untuk kategori rasa sate dari OPD, juara satu diraih Kecamatan Magersari, juara dua Kecamatan Kranggan, juara tiga Dinas Kesehatan, juara empat Kelurahan Wates dan juara lima dimenangkan Inspektorat.

Sementara itu, untuk kategori rasa sate dari umum juara satu diraih oleh PC Bhayangkari, juara dua Dharma Wanita, juara tiga AMJ Jawa Timur, juara empat Depot Anda dan juara lima diraih oleh Tim Penggerak PKK. Untuk kategori dekorasi terbaik, juara satu diraih oleh Kecamatan Kranggan, juara dua Pukesmas Wates dan juara tiga PC Bhayangkari. (Syim)

Dandim 0815 Mojokerto ,Turut Semarakkan Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 740 Meter

MOJOKERTO. SorotIndoMedia.com Dalam memperingati dirgahayu kemerdekaan RI ke 74 tahun .
Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima , SH ikut menyambut dalam acara kirab prasetya merah putih sepanjang 740 meter yang berada di Finis kantor pemerintahan kota Mojokerto (pemkot) Sabtu(10/8/2019)
Sepanjang 740 meter bendera merah putih di bentangkan menuju Taman Brantas Indah (TBI).

Bersama Kapolres Mojokerto kota AKBP Sigit Dani Setiyono Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima ,SH dengan Forkopimda Pemerintah Kota dan Kabupaten Mojokerto .
semarakkan ke giatan ini .

sambil berjalan kaki .kegiatan Prasetya Merah Putih. Kirab bendera merah putih ini dengan meriah .
Ribuan warga Masyarakat Mojokerto padati jalan untuk menyaksikan kirab bendera merah putih sepanjang 740 meter.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi Kapolres Mojokerto yang telah bekerjasama dengan seluruh forkopimda dan masyarakat Kota Mojokerto untuk mensukseskan kirab Prasetya Merah Putih dalam memperingati Dirgahayu RI Ke 74 tahun.

“Sinergitas kerja bersama harus terus kita isi di moment kemerdekaan seperti ini. Karena kebersamaan dan persatuan untuk membangun kota Mojoekrto. Dirgahayu RI ke 74 tahun. Semoga kita diberi kekuatan Allah untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa. Merdeka, merdeka, merdeka,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, SH., SIK M.Sc (Eng) dalam kesempatan ini menyampaikan janji prasetya merah putih.

“Merah putih adalah aku, kamu dan kita semua. Berkibarlah merah putih, berkibarlah bangsaku, berkibarlah nusantaraku. Merdeka untuk selamanya. Siapa kita ? Indonesia. Siapa kita ? Indonesia. Siapa kita ? Indonesia selamanya,” kata Kapolres Mojokerto Kota.

Lebih lanjut, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, SH., SIK M.Sc (Eng) juga mengatakan jika kirab bendera merah putih kali ini adalah sepanjang 740 meter. Sedangkan tahun sebelumnya 200 meter.

Kegiatan ini Didukung semua komponen masyarakat, baik TNI POLRI, pelajar dan masyarakat umum. Harapannya semoga kegiatan ini semakin menjaga kecintaan kita terhadap negara RI. (Syim)

Rembuk Desa Kecamatan Jetis Tahun 2019 Siapkan Inovasi Watu Blorok

MOJOKERTO. SorotIndoMedia.com Kecamatan Jetis bakal membuat inovasi hasil perpaduan teknologi informasi, bernama Watu Blorok (Wadah Bersatu Berbagi Informasi Melalui Layar Monitor dan Radio Komunikasi di Era 4.0).

Paparan lengkapnya disampaikan Camat Jetis Iwan Abdillah, dalam kesempatan rembuk desa Kecamatan Jetis, Rabu (7/8) pagi di wanawisata Watu Blorok. Acara dihadiri Wakil Bupati Mojokero Pungkasiadi, Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, beserta OPD.

“Kecamatan Jetis sedang menyiapkan inovasi baru yakni perpaduan teknologi kekinian dan kekunoan. Konsepnya seperti command center yang canggih dan interaktif. Itu yang kekinian. Sedangkan yang kekunoan, kita juga gabungkan yaitu repeater (radio HT untuk komunikasi dua arah),” kata Iwan.

Inovasi Watu Blorok ini nantinya akan melengkapi inovasi-inovasi yang sudah ada. Antara lain Melayani dengan Hati Sampai Larut Malam (Melati Harum), Bayar Pajak Pakai Sampah di Bank Sampah (Jaka Sambang), Yuk Jumatan Yuk Silaturahmi Jumat Legi (Yuk Jum Yu Rahmi), dll.

Iwan juga mengucapkan terimakasih pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, karena pembangunan infrastruktur di Kecamatan Jetis sudah berjalan dengan baik dan merata.

“Beberapa lokasi di Kecamatan Jetis sudah dibangun jalan beton. Jalan Jetis arah Lakardowo setelah 20 tahun, akhirnya akan dibangun. Arah ke Ngabar juga dibangun, ini juga bisa nambahi akses ke Desa Penompo,” tambah Iwan.

Kecamatan Jetis pada tahun 2019 ini menerima Bantuan Keuangan (BK) Desa total Rp 2,1 miliar. Bantuan tersebut diberikan pada Desa Canggu Rp 400 juta, Desa Parengan 400 juta, Desa Mojorejo Rp 300 juta, Desa Ngabar Rp 300 juta, dan Desa Bendung Rp 300 juta.

Wakil bupati Pungkasiadi dalam sambutan arahan menekankan mengatakan,  pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan dimulai dari desa sesuai instruksi pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya. Tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Sinkronisasi, sinergi, inilah yang membuat kita maju,” kata wabup.(Syim)

 

Warga Dusun Manyarsari Adakan Sedekah Bumi

MOJOKERTO. SorotIndoMedia.comWarga Dusun Mayarsari Desa Gunungsari Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto menggelar Sedekah bumi yang di adakan di Balai Dusun Manyarsari Sabtu(3/8/2019)

Guyup dan rukun warga melaksanakan sedekah bumi ini dengan mengambil tema Gemah Ripah Loh Djinawi  Toto Tentrem Kerto Raharjo.

Warga kompak membawa tumpengan ke balai Dusun setempat .

Dalam rangkaian acara turut hadir Muspika Kecamatan Dawar Blandong RT,RW ,BPD,LPM,Tokoh Masyarakat dan tokoh agama dan juga hadir anggota Dewan DPRD Kabupatem Mojokerto Sujatmiko.

Dalam sambutan Kepala Desa Gunung Sari H Susanto  Mengatakan dalam sedekah bumi ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan keselamatan ini di samping memberi rasa syukur kepada Allah SWT juga untuk melestarikan tradisi budaya yang di lakukan oleh pendahulu kita .

Masih kata Susanto saya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga Manyarsari yang ikut membantu dalam ke giatan ini sehingga bisa berjalan lancar dan sukses tampa dukungan dari warga ,saya bisa melaksanakan tugas program pembangunan Desa sehingga Desa Gunungsari bisa maju dan baik “terangnya

Dalam kegiatan ini warga Mayarsari Di hibur oleh kesenian  Ludruk Budhi Wijaya Dari Jombang.Di tambahkan untuk kegiatan Sedekah Bumi di tahun depan akan meriah lagi (Syim)

Kampung Desa Lolawang ,Penuhi Lampu Kerlap Kerlip

Mojokerto,SorotIndoMedia.com  Berbagai macam lampu berkerlap kerlip di depan rumah warga Dusun Sukorejo Desa Lolawang Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto .Dari Ujung Barat Sampai Ujung timur ,
Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke  74,  terlihat pesona dan  tampil yang berbeda, disetiap masuk gang kampung terpampang gapura unik dihias dengan warna warni lampu hias yang sangat menarik.

Inilah salah satu Dusun Sukorejo, satu-satu Kampung yang sudah mendahui menyemarakkan hari kemerdekaan, terlihat disetiap gang kampung sudah diwarnai beraneka ragam lampu hias dan aneka pernak-pernik hiasan kampung.

Kepala Dusun (Kasun) Sukorejo Ahmad buadi , menyampaikan bahwa menghias gapura dan lorong jalan Dusun sudah dilakukan warga setiap tahun, namun untuk tahun ini lebih meriah dan warga kampung lebih guyub dari tahun sebelumnya,” ungkap Kasun pada, Selasa (30/7/2019).

,” Hiasan Gapura maupun jalan kampung adalah swada warga, tanpa harus diperintah, warga sudah guyup dan kompak menghias jalan kampung dengan penuh asas gotong royong.

Sebab warga Sukorejo telah menghargai perjuangan para pahlawan yang mendahui kita, dan kita hanya tinggal mengenang perjuangan mereka, yang telah diproklamirkan menjadi Bangsa yang merdeka tepat tanggal 17 agustus 1945.

Ditambahkan Kasun, Dusun Sukorejo memang menjadi percontohan dari semua dusun yang ada di Desa lolawang, kita menghias kampung lebih dahulu dari yang lain, bahkan sejumlah 13 RT sudah membuat gapura yang beraneka bentuk.

Bentuk Gapura ada yang ala Mojopahit, ada juga yang seperti jembatan suramadu dan juga ada yang model milenium.

Sementara itu, Tokoh masyarakatDusun Sukorejo Rohmad juga menyampaikan, hias Gapura dan hias jalan kampung ini adalah awal kegiatan serangkaian dalam peringatan HUT RI yang ke 74, nanti tanggal 25 Agustus bakal dilanjutkan dengan pawai karnafal yang mengelilingi jalan kampung.

Tak hanya itu, lanjut Rohmat, puncak serangkaian peringatan hari kemerdekaan bakal digelar Bazar pasar murah, dilanjutkan Gebyar malam puncak kegiatan, yang bakal dimeriakan dengan hiburan orkes melayu. (Syim)

Arakan 73 Tumpeng Puncak HUT Bhayangkara Polres Mojokerto

MOJOKERTO. SOROTINDOMEDIA.COM Puncak HUT Hari Bhayangkara ke 73 yang di pusatkan di Kecamatan Jatirejo  Kabupaten Mojokerto yang bertempat di Koramil 0815/15 Jatirejo .ada  juga sebanyak  73 tumpeng diarak oleh anggota kepolisian Polres Mojokerto dari simpang 4 Jalan raya Semengko menuju lapangan Semengko Kecamatan  Jatirejo, ratusan warga setempat secara langsung melihat arakan tumpeng yang   dikuti para Perwira polres Mojokerto bersama anggotanya, Tokoh budaya, Tokoh Agama dan semua jajaran dari Forkompimda Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/7/2019).

Wakapolres Mojokerto Kompol Toni Sarjaka SH, SIK, menyampaikan kegiatan arakan dan Tasyakuran sejumlah 73 tumpeng kali ini merupakan serangkaian kegiatan peringatan hari bhayangkara yang di gelar oleh Polres Mojokerto.

Sebelumnya berbagai kegiatan lomba sudah dilaksanakan baik di internal Polres Mojokerto maupun Polres Mojokerto bersama masyarakat,” kata Wakapolres.

Lebih lanjut Wakapolres menjelaskan, peringatan hari Bhayangkara sengaja di kemas ala Mojopahit, karena dalam sejarahnya Bhayangkara adalah merupakan pasukan elit Mojopahit,”tutupnya.

Dan tumpengan tumpengan tersebut  di makan bersama oleh anggota kepolisian TNI POLRI dan warga Masyarakat di lanjutkan dengan Bantengan Gus Bas (Syim)

Babinsa Tunggal Pager Koramil 0815/11 Pungging Dampingi Poktan Margi Mulyo Panen Padi

Babinsa Koramil 0815/11 Pungging Kodim 0815 Mojokerto Serma Muhammad Ainun melaksanakan pendampingan panen padi di Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (20/04/2019).

Kendati hari libur, Serma Muhammad Ainun tetap semangat melaksanakan pendampingan panen padi di lahan yang ditanami jenis padi varietas Inpari-32 milik Jayadi, Poktan Margi Mulyo, Dusun Jelak, Desa Tunggal Pager.
Panen padi di lahan seluas 4.000 meter ini mencapai hasil tiga ton gabah kering panen, berarti dalam satu hektar tembus 7,5 ton. Sementara untuk saat ini, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 3.600,- per kilogram dan harga gabah kering giling (GKG) dikisaran Rp 4.800,- per kilogram.
Hasil pengamatan Babinsa di lapangan, varietas Inpari 32 ini merupakan salah satu Varietas Unggul Baru (VUB) yang banyak diminati para petani di wilayah Desa Tunggal Pager.  “Biasanya para petani menanam dengan jenis yang berbeda pada masa tanam sebelumnya, seperti Varietas Ciherang dan Situ Bagendit”, ungkapnya.
“Pendampingan yang dilakukan merupakan tugas dan tanggung jawabnya selaku Babinsa dalam upaya khusus pertanian guna membantu petani mewujudkan swasembada pangan,” imbuhnya.
Sekedar informasi, Inpari 32 ini memiliki hasil lebih banyak, rata-rata mencapai 6,3 ton hingga 8, 4 ton per hektar. Kelebihan lainnya dari Inpari 32 ini, jumlah bulir per malai lebih banyak, lebih berat bobotnya dan nasinya juga enak tidak kalah dengan varietas Ciherang.
Masih di wilayah Pungging, kegiatan pendampingan panen padi juga berlangsung di lahan seluas 0,5 hektar yang ditanami jenis padi varietas Ciherang, milik Mujianto, Poktan Tani Makmur, Dusun Ringgit, Desa Kembangringgit.
Panen padi di lokasi ini yang didampingi Serma Sutrisno mendapatkan hasil sebanyak 3,25 ton, atau dalam luasan satu hektar mencapai 6,5 ton.  Saat ini, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp 3.600,- per kilogram dan harga gabah kering giling (GKG) sekitar Rp 4.900,- per kilogram.