Mojokerto.Indexberita.com Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi rumah duka korban tanah longsor di Dusun Urung-Urung, Desa Jati Jejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu 5/4
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus menyerahkan bantuan santunan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia.
Tanah longsor yang terjadi dua hari sebelumnya mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni Ahmad, Nikeila, dan Fitri. Ketiganya merupakan warga setempat tertimbun material longsoran.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga korban longsor. Semoga almarhum dan almarhumah dipanggil Allah dalam keadaan husnul khotimah. Seluruh amal ibadahnya diterima Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kekuatan,” ujar Khofifah saat berada di rumah duka.
Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto bersama dinas terkait dari provinsi maupun kabupaten, guna menanggulangi dampak longsor dan mengantisipasi potensi bencana susulan.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albara menjelaskan bahwa pihaknya bersama dinas terkait telah mengambil sejumlah langkah cepat, termasuk menutup sementara jalur menuju Cangar.
“Alhamdulillah, kita sudah berkoordinasi dengan dinas provinsi dan kabupaten. Jalur ke Cangar sementara kita tutup sambil menunggu kondisi benar-benar aman. Pembersihan sisa longsor juga sedang dilakukan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau cuaca ke depan,” terang Albara.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah meminta Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk memasang papan informasi cuaca di jalur menuju Cangar. Selain itu, akan dilakukan langkah-langkah penguatan lereng seperti pemasangan bronjong, pembangunan sistem pemantauan dini (PWS), serta reboisasi di kawasan rawan longsor
Penulis Hasyim












