MOJOKERTO, INDEXBERITA.COM Seorang santri berusia 14 tahun dilaporkan meninggal dunia diduga akibat tersengat kabel listrik di lingkungan Pondok Pesantren Nuris, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/2/2026) pagi.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di area tandon air pondok pesantren. Korban diketahui berinisial KAW (14), seorang pelajar asal Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat tiga orang santri hendak menjemur pakaian di salah satu gedung ponpes. Mereka melihat korban berada di bibir tandon air sebelah barat dan hendak naik ke atas tandon tersebut.
Salah satu saksi, Zaki, sempat memperingatkan korban agar tidak naik ke atas tandon karena area tersebut merupakan kawasan terlarang dan berbahaya. Namun sekitar lima menit kemudian, saksi mendengar teriakan dan suara benda tercebur ke dalam kolam tandon.
Mendengar suara tersebut, saksi lainnya, Arsya, langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah berada di dalam kolam penampungan air dengan kedalaman kurang lebih satu meter dalam kondisi tidak bergerak.
Korban kemudian segera dievakuasi dan dirujuk ke RSUD dr Soekandar Mojosari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Pungging, AKP Selimat, S.H., M.H., saat dikonfirmasi INDEXBERITA.COM melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar, telah terjadi peristiwa seorang anak meninggal dunia di salah satu pondok pesantren wilayah Pungging. Saat ini masih dalam penanganan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korban tersengat kabel listrik di sekitar area tandon air. Polisi juga mengimbau agar pengelola pondok pesantren meningkatkan pengawasan dan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Syim)