Home / Nasional

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:45 WIB

Food Estate Belum Sentuh Akar Rumput

Foto.Food Estate Belum Sentuh Akar Rumput

Palangka Raya Indexberita.com – Ketua Fordayak.-KT, Pro-kontra program Food Estate yang dicanangkan Pemerintah Pusat RI dan Pemprov Kalteng dan akan segera dilaksanakan di Kabupaten Pulang Pisau, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Persoalannya, ada indikasi minim keterlibatan masyarakat, tokoh maupun organisasi masyarakat (ormas) lokal menyangkut program tersebut.

Ketua Forum Pemuda Dayak Kalimantan Tengah (Fordayak-KT) Bambang Irawan mengakui, sosialisasi dari program tersebut masih sangat kurang.

READ  Kasad Pimpin Sertijab Pangdam XVI/Pattimura dan Kapushubad serta Laporan Korps Kenaikan Pangkat 20

“Memang niat dari pemerintah untuk program tersebut baik. Namun, kita harus saling sama-sama menjaga, melihat serta memberikan masukan,” ujarnya kepada media melalui seluler, Selasa (23/6).

Untuk itu, Bambang menyarankan agar Pemprov Kalteng lebih intens dan gencar dalam menyosialisasikan program tersebut kepada akar rumput. Yang terpenting, pemerintah bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal dalam menyampaikan saran atau masukan.

“Kita akui sosialisasinya sendiri masih sangat kurang dan belum menyentuh ke akar rumput,” katanya.

READ  Kapolsek Banama Tinggang Beserta Staf & Bhayangkari Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H

Menyangkut itu, pihaknya sendiri selaku jajaran Fordayak-KT, menyatakan sejumlah poin penting terkait pelaksanaan Food Estate. Sebut saja, program itu sendiri merupakan ketahanan pangan nasional yang sebaiknya diperuntukkan bagi masyarakat lokal, khususnya masyarakat adat.

Yang kedua, pihaknya meminta agar program ini bisa lebih disosialisasikan di masyarakat akar rumput. Misalnya, Kelompok Kerja (Pokja) Food Estate melewati lembaga-lembaga adat, ormas, akademisi, terutama untuk perekrutan petani dan tenaga teknis bagi warga lokal.

READ  Kapolri Bahas Pemantapan Polri Presisi Bareng Kompolnas

Fordayak-KT juga menyampaikan agar tenaga kerja lokal dapat diprioritaskan dan mengutamakan perpindahan penduduk lokal ke wilayah kerja Food Estate. Secara keseluruhan, ucap Bambang, Fordayak-KT mendukung pelaksanaan program itu dengan sejumlah poin dan prasyarat.

“Memang diakui ada kekhawatiran, jangan sampai terjadi seperti PLG. Wajar saja muncul keresahan, karena masyarakat lokal pernah mengalami persoalan terkait,” ungkap Bambang.

Hadiboy

Share :

Baca Juga

FIFGROUP Cabang Mojokerto Salurkan 322 Paket Sembako

Nasional

FIFGROUP Cabang Mojokerto Salurkan 322 Paket Sembako

Nasional

Beri Semangat Prajurit TNI-Polri, Kapolri: Pengabdian Terbaik Kepada Bangsa dan Masyarakat di Papua

Nasional

Perwakilan Polwan Polda Jatim Ikuti IAWP di NTT

Nasional

Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

Nasional

Polri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAM

Nasional

Kemenkes Berikan Penghargaan Posyandu Inovatif Di 38 Propinsi

Nasional

Kunjungan Kepala Bank Mandiri Kalteng Disambut H. Nadalsyah

Nasional

Tinjau NTT, Panglima dan Kapolri Fokuskan Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan
?>