Home / Daerah

Senin, 9 November 2020 - 14:17 WIB

Pemkab Serahkan 1.500 Sertifikat

Foto Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Program Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia

MOJOKERTO,IB.COM- Dalam rangka Bulan Bakti Agraria dan Tata Ruang 2020, Pemerintah Pusat diikuti 31 Pemprov dan 201 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia termasuk Kabupaten Mojokerto, secara serentak melaksanakan kegiatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dikemas dalam acara “Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia”. Acara dilangsungkan secara virtual dari Istana Negara, Senin (9/11) siang.

Untuk Kabupaten Mojokerto sendiri, sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, bertempat di Pendapa Graha Majatama. Total yang diserahkan untuk warga Kabupaten Mojokerto adalah sebanyak 1.500 sertifikat.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Mojokerto Didik Edi Riyanto, pada acara ini mengungkapkan beberapa informasi penting, terkait target pensertifikatan yang harus diselesaikan.

READ  Babinsa Ngingasrembyong Koramil 0815/03 Sooko Ikuti Musrenbangdes

“Sebenarnya dalam program PTSL 2020, program pengukuran bidang ada sekitar 35 ribu. Target kami di 2020 yakni 17 ribu. Namun, untuk saat ini yang bisa kita selesaikan hingga proses pendaftaran, sejumlah 10 ribu. Sampai Desember nanti, akan kita kejar terus hingga jumlah 17 ribu itu bisa maksimal. Bahkan, bidang-bidang tanah pada target nasional harus selesai di tahun 2024,” terang Didik.

Secara tegas, instruksi percepatan pensertifikatan juga diserukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Secara virtual pada acara ini, Presiden bahkan telah menargetkan 10 juta sertifikat harus terbit di tahun 2020.

READ  Hadapi New Normal, Ning Ita Resmikan Becak Tangguh Semeru

“Tahun ini target saya adalah 10 juta sertifikat. Tapi kita tahu saat ini sedang pandemi, maka saya turunkan dulu jadi 7 juta. Saya pun yakin, jumlah itu bisa terpenuhi. Target di 2025, seluruh bidang harus sudah bersertifikat,” tegas Presiden Joko Widodo.

Instruksi tegas tersebut bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan catatan, sebelum ada program PTSL, tercatat rata-rata hanya terbit 500 ribu sertifikat setiap tahunnya. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang ingin mensertifikatkan aset mereka.

“Sebelum ada PTSL, tiap tahunnya kita hanya keluarkan sekitar 500 ribu sertifikat se-Indonesia. Kalau dihitung, jika setahun hanya segitu, artinya jika semua penduduk Indonesia ingin aset mereka bersertikat, itu sama saja butuh 160 tahun lamanya. Kita itu kalau kerja, harus dengan target jelas,” tandas Presiden Joko Widodo.

READ  Danrem 082/CPYJ Kita Harus Waspada terhadap Gelombang Omicron

Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mojokerto Hendy Pranabowo dalam statementnya juga menegaskan apa yang sudah diinstruksikan oleh presiden.

“Tahun 2025, seluruh tanah di Kabupaten Mojokerto juga sudah harus punya sertifikat. Untuk kendala penseritifkatan, sejauh ini lebih ke kendala teknis. Seperti pemilik tidak di tempat. Namun, kita sudah koordinaskan semuanya by name by address. Kita akan tetap maksimalkan program ini sampai memenuhi target,” terang Hendy.(Syim)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kasiter dan para Pasiter Kodim Jajaran Korem 082/CPYJ Ikuti Kegiatan Bimnis Ketatalaksanaan Binter dan Sisrendal Binter secara Vicon

Daerah

Sambangi Warga Isoman, Ning Ita Kirimkan Surat Cinta

Daerah

Dandim 0815/Mojokerto Sambut Personel Purna Tugas Satgas Apter Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih

Daerah

Petani & Babinsa Trawas Rutin Lakukan Perawatan Tanaman Padi
Dandim 0815 Pimpin Upacara Penurunan Bendera Di Kota Mojokerto

Daerah

Dandim 0815 Pimpin Upacara Penurunan Bendera Di Kota Mojokerto

Daerah

Bersama Masyarakat, Koramil Sukosewu Bojonegoro Tanam Seribu Pohon Penghijauan Diseputaran Embung Buntung

Daerah

Ning Ita Meninjau Langsung Pemberian Paket Data Gratis, Wali Murid Merasa Bersyukur

Daerah

Bupati Mojokerto Serahkan Santunan di LKSA Abdulloh Latif Gemekan
?>