
Panen jagung yang berlangsung di lahan seluas satu hektar yang ditanami jenis jagung Super Hibrida Bisi 18, milik Rasid, anggota Poktan Sumber Arum, dilakukan secara manual dengan bantuan tenaga buruh tani dari desa setempat, dengan didampingi Babinsa dan PPL.
Saat di lokasi kegiatan, Serka Udik Suliyanto mengatakan, panen jagung di lahan seluas satu hektar tersebut, diprediksikan mampu mencapai kisaran di atas tujuh ton. “Prediksi awal hasil panen jagung ini mampu mencapai di atas tujuh ton namun untuk hasil akhirnya menunggu panen usai,” terangnya.
Sementara itu, pemilik lahan jagung, Rasid, sangat senang dengan hadirnya Babinsa di lokasi panen jagung miliknya. “Semoga panen kali ini hasilnya lebih bak dari panen sebelumnya,” harapnya.
Terpisah, Plt. Danramil 0815/13 Kutorejo Kapten Inf Benny Irawan, A.Md, mengatakan, aktivitas pendampingan yang dilakukan para Babinsa merupakan bagian dari upaya khusus ketahanan pangan guna membantu petani mewujudkan swasembada pangan di wilayah.
“Pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya saat panen, namun sudah berlangsung mulai pendistribusian benih dan pupuk, pengolahan lahan, penyemaian, masa tanam, dan masa perawatan,” imbuhnya.
Danramil juga meminta, para Babinsa untuk terus aktif dalam melaksanakan pendampingan pertanian di wilayah guna memotivasi petani dalam mewujudkan swasembada pangan. “Kehadiran Babinsa di lapangan minimal mampu memotivasi para petani dalam upaya mewujudkan percepatan swasembada pangan sesuai yang diprogramkan pemerintah,” pungkasnya.(Dim/Syim)