Home / JOMBANG

Sabtu, 9 Maret 2024 - 18:50 WIB

“Bantuan Pj Bupati Jombang dan Tim Penggerak PKK: Memotivasi Warga Desa Sambirejo Pasca Terdampak Tanah Gerak”

JOMBANG,INDEXBERITA.COM – Pj Bupati Jombang, Sugiat S.Sos, M.Psi. T, di dampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yayuk Sugiat serta para Kepala OPD terkait turun langsung meninjau belasan rumah di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, yang terdampak bencana tanah gerak dan menimbulkan amblas, pada Jumat (8/3/2024) siang.

Terpantau akses jalan, juga belasan rumah warga yang terdampak tanah gerak rusak, retak-retak bahkan ada beberapa sudah doyong. Amblasnya tanah berkisar 40 cm hingga 1 meter.

Bencana tanah gerak yang terjadi pada  Kamis (7/3/2024) pagi sekitar jam 03.00 WIB tersebut dikatakan Pj Bupati Jombang kategori agak parah karena intensitas hujan yang cukup tinggi.

READ  Polisi Jombang Selidiki Identitas Tukang Becak yang meninggal Tertimpa Tembok Bangunan

Tiba dilokasi Pj Bupati Jombang langsung menyapa warga dan melihat kondisi kerusakan yang terjadi. Selain itu juga memberikan bantuan dan memotivasi warga.

“Terkait tanah gerak, Pemerintah Kabupaten Jombang akan melakukan evaluasi lagi, jika memang tanah itu berbahaya dan tidak bisa ditempati maka kita akan melakukan relokasi,” tutur Sugiat.

Menurut Sugiat, sebagian warga meninggalkan tanah kelahiran bukan perkara mudah. Oleh karena itu kesadaran warga memegang peranan penting bagi kelancaran proses evakuasi. Sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara pemangku kepentingan pemerintahan dengan warga.

“Kita berharap warga paham, jangan sampai karena harta bendanya yang masih di lokasi tanah gerak tidak mau di evakuasi,” harapnya.

READ  Bupati Gus Muhdlor Salurkan Bantuan Senilai Rp.1 Miliar untuk 3.599 KK di Sekitar TPA Jabon

Sugiat juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Jawa Timur. Hal itu berkaitan dengan penyediaan lahan relokasi untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya juga sudah komunikasikan bersama BNPB, saya meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Fenomena tanah gerak di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, ini bukan kali pertama terjadi. Keretakan pada tanah telah muncul pada tahun 2022, dan sudah dilakukan uji oleh tim ahli pada tahun 2023.

“Tindakan yang utama adalah bagaimana menyelamatkan warga yang ada. Saya minta BPBD memonitor terus pergerakan tanah sehingga diharapkan tidak terjadi hal hal yang lebih membahayakan warga secara mendadak”, tandasnya.

READ  Kunjungi Polres Jombang, Kapolda Jatim Berikan Motivasi Tingkatkan Kinerja

“Saya sampaikan terima kasih atas sinergitas dan kolaborasi teman teman semua yang terlibat baik dari TNI-Polri, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Forkopimcam Wonosalam dan para relawan dilapangan yang sigap membantu mengatasi bencana tanah gerak di jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan ini. Semoga warga terdampak bencana tetap sabar dan tabah menghadapi musibah ini”, pungkasnya.

Tampak di dapur umum yang ada di Balai Desa Sambirejo, Pj Ketua Tim Penggerak PKK Yayuk Sugiat membantu menyiapkan nasi bungkus untuk warga terdampak. Tim Tagana juga membagikan makanan langsung kepada warga. Dalam sehari tak kurang 450 bungkus nasi di berikan kepada warga terdampak bencana tanah gerak.(Syim/ADV)

Share :

Baca Juga

JOMBANG

Polres Jombang Gelar Bakti Kesehatan dan Bagikan Bansos, Sambut HUT Bhayangkara ke 79

JOMBANG

Antisipasi Banjir, Polres Jombang Koordinasi Pemasangan Pompa air

JOMBANG

Jumat Curhat, Mahasiswa Papua Sampaikan Curhatan ke Kapolres Jombang

JOMBANG

Musrenbang Kecamatan Ngoro: Pemkab Jombang Susun Rencana Pembangunan 2026

JOMBANG

Program Jum’at Curhat Diapresiasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

JOMBANG

Kominfo dan KKD Kabupaten Jombang Gelar Kopilaborasi untuk Wujudkan Pemilu Damai 2024 dan Cegah Hoaks

JOMBANG

Polisi Ajak Jemaat GKJW Wungurejo Pepanthan Mindi Jaga Kamtibmas

JOMBANG

Santri dan Polri Bergerak, 264 Pesantren Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan
?>