MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM — Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan edukasi kepada Lansia, Ibu hamil dan para ibu Balita di kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Selasa (30/1/2024) pagi.
Hadir dalam kegiatan, Kadinkes Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Camat Mojoanyar Mokh. Malik, Ketua TP PKK Kecamatan Mojoanyar, Forkopimca, Kades Kweden Kembar, Ketua TP PKK Desa Kweden Kembar dan Kepala Puskesmas Gayaman.
Bupati Ikfina memastikan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.
“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20 persen dari standard. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” kata Bupati Ikfina.
Selain itu, Bupati Ikfina juga mengimbau kepada para ibu Balita agar mengikuti Pin polio sampai bulan Februari dan juga kepada para Lansia agar rutin ke posyandu. Untuk dilihat tensi dan gula darah.
Sebelumnya, Pj. Kepala Desa Kweden Kembar, Yani, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ikfina, dimana sudah mempercayakannya menjadi Pj. Kepala Desa Kweden Kembar.
“Alhamdulillah Desa Kweden Kembar mendapat bantuan BK Desa sejumlah Rp300 juta, untuk pembangunan desa,” pungkasnya.(IB)












