Home / Nasional

Rabu, 24 Juni 2020 - 08:45 WIB

Food Estate Belum Sentuh Akar Rumput

Foto.Food Estate Belum Sentuh Akar Rumput

Palangka Raya Indexberita.com – Ketua Fordayak.-KT, Pro-kontra program Food Estate yang dicanangkan Pemerintah Pusat RI dan Pemprov Kalteng dan akan segera dilaksanakan di Kabupaten Pulang Pisau, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Persoalannya, ada indikasi minim keterlibatan masyarakat, tokoh maupun organisasi masyarakat (ormas) lokal menyangkut program tersebut.

Ketua Forum Pemuda Dayak Kalimantan Tengah (Fordayak-KT) Bambang Irawan mengakui, sosialisasi dari program tersebut masih sangat kurang.

READ  Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

“Memang niat dari pemerintah untuk program tersebut baik. Namun, kita harus saling sama-sama menjaga, melihat serta memberikan masukan,” ujarnya kepada media melalui seluler, Selasa (23/6).

Untuk itu, Bambang menyarankan agar Pemprov Kalteng lebih intens dan gencar dalam menyosialisasikan program tersebut kepada akar rumput. Yang terpenting, pemerintah bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal dalam menyampaikan saran atau masukan.

“Kita akui sosialisasinya sendiri masih sangat kurang dan belum menyentuh ke akar rumput,” katanya.

READ  Hari Pers Nasional 2021, Kapolri Minta Pers Bantu Tangkal Hoaks yang Memecah Belah Bangsa

Menyangkut itu, pihaknya sendiri selaku jajaran Fordayak-KT, menyatakan sejumlah poin penting terkait pelaksanaan Food Estate. Sebut saja, program itu sendiri merupakan ketahanan pangan nasional yang sebaiknya diperuntukkan bagi masyarakat lokal, khususnya masyarakat adat.

Yang kedua, pihaknya meminta agar program ini bisa lebih disosialisasikan di masyarakat akar rumput. Misalnya, Kelompok Kerja (Pokja) Food Estate melewati lembaga-lembaga adat, ormas, akademisi, terutama untuk perekrutan petani dan tenaga teknis bagi warga lokal.

READ  Polsek Banama Tingang Dor To Dor, Bagi Masker.

Fordayak-KT juga menyampaikan agar tenaga kerja lokal dapat diprioritaskan dan mengutamakan perpindahan penduduk lokal ke wilayah kerja Food Estate. Secara keseluruhan, ucap Bambang, Fordayak-KT mendukung pelaksanaan program itu dengan sejumlah poin dan prasyarat.

“Memang diakui ada kekhawatiran, jangan sampai terjadi seperti PLG. Wajar saja muncul keresahan, karena masyarakat lokal pernah mengalami persoalan terkait,” ungkap Bambang.

Hadiboy

Share :

Baca Juga

Nasional

Satuan Polsek Kahayan Kuala Ringkus Residivis Pencurian .

Nasional

Audiensi Pengurus PWI di Mabes Polri, PWI Dorong Konsistensi MoU Dewan Pers – Polri

Nasional

Tutup Sespimti Polri Dikreg ke-30, Kapolri: Jadilah Pemimpin yang Layani Warga dan Anggota

Nasional

Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

Nasional

Dikunjungi KSAD, Kapolri Pastikan Sinergitas TNI-Polri Dioptimalkan Hadapi Segala Bentuk Ancaman

Nasional

Personil Polsek Kahayan Kuala memberi bantuan berupa Sembako Kepada warga tidak mampu

Nasional

Peringati Hari Pahlawan, Kapolri: Berjuang dan Bersatu Padu Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional

Polri: Interpol Telah Terbitkan Yellow Notice Pencarian Anak Ridwan Kamil
?>