Home / KESEHATAN

Rabu, 21 Mei 2025 - 12:59 WIB

GERCEP Tekan Stunting Lewat GEMA PITU di Desa Blimbingsari, Wakil Bupati Mojokerto Gencarkan Edukasi Gizi

Mojokerto .Indexnerita.com Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan GERAKAN BERSAMA MASYARAKAT DI POSYANDU INTEGRASI TERPADU (GEMA PITU) yang digelar di Balai Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, Selasa (20/5/2025) pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program GERCEP (Gerakan Percepatan Penurunan Stunting) yang diinisiasi pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, bersama istri yang juga Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, dr. Amelia Fitri Oktavian, Sp.A.

Meski Bupati Mojokerto dan istri berhalangan hadir karena agenda bersamaan, kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari warga, khususnya ibu hamil, ibu balita, kader posyandu, dan lansia.

READ  Bank Indonesia Serahkan Bantuan CSR 1 Unit Ambulans untuk PMI Kabupaten Mojokerto

Dalam sambutannya, dr. Amelia memberikan edukasi penting tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa ibu hamil harus memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) minimal 23,5 cm untuk menghindari kekurangan energi kronis (KEK). Setelah melahirkan, bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan PMT tinggi protein, dan setelah usia 1 tahun diberikan makanan sesuai porsi dewasa dengan menu gizi seimbang.

“Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Ini sangat berbahaya karena bisa mengurangi tingkat kecerdasan anak hingga 20%. Maka, penting untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan gizi cukup, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” jelas dr. Amelia.

READ  Bupati Mojokerto Edukasi Ibu Hamil dan Lansia dalam Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Manduro

Sebelumnya, Kepala Desa Blimbingsari mengucapkan selamat datang dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan Wakil Bupati beserta istri selaku Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto. Disampaikan pula, jumlah penduduk Desa Blimbingsari tahun 2025 sebanyak 4.003 jiwa. Jumlah ibu hamil sebanyak 20 orang, dengan 3 orang masuk kategori risiko tinggi dan 5 orang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Total balita berjumlah 60 anak, dengan 4 di antaranya mengalami stunting. Sementara itu, jumlah lansia sebanyak 35 orang, semuanya aktif hadir ke posyandu, dan 20 di antaranya masuk kategori lansia risiko tinggi.

READ  Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Gelar Orientasi Pendampingan Poskestren Sehat

Dalam kegiatan Posyandu ILP ini juga diselenggarakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti oleh 49 peserta.

Turut hadir:
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Camat Sooko, Ketua TP PKK Desa Blimbingsari, Kapolsek Blimbingsari, Danramil Blimbingsari, Kepala DP2KBP2, Kepala Desa Blimbingsari, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dan staf, serta Kepala Puskesmas Sooko beserta staf.(Syim)

 

 

 

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

RS Mata Undaan Luncurkan Undaan LASIK PresBYOND: Inovasi Bebas Presbiopia, Di Perayaan Hari Jadi ke-110 P4MU

KESEHATAN

Percepatan Penanganan DBD Pasca Lebaran: Rakorbid Dinkes dan Fogging Serentak

KESEHATAN

TP PKK Mojokerto Gelar GEMA PITU di Desa Menanggal, Edukasi Pencegahan Stunting

KESEHATAN

Monitoring dan Evaluasi POSYANDU Dusun Batan Krajan Terkait Inovasi SEHATI dan SEJOLI

KESEHATAN

Tanggap Darurat Pasca Banjir: Ibu Bupati Mojokerto Terlibat Langsung dalam Pelayanan Kesehatan”

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Fokus Tangani Stunting dan Kesehatan Lansia dengan Program Sehati dan Sejoli

KESEHATAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Gelar Orientasi Pendampingan Poskestren Sehat

KESEHATAN

KLINIK LAPAS MOJOKERTO BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMA BAGI WARGA BINAAN
?>