Home / Jatim

Kamis, 2 Desember 2021 - 11:46 WIB

Kapolresta Mojokerto Menjadi Narasumber Radikalisme di Aula Kantor PCNU

Sarasehan, Kapolresta Mojokerto: Perkembangan Radikalisme di Indonesia

Sarasehan, Kapolresta Mojokerto: Perkembangan Radikalisme di Indonesia

Sarasehan, Kapolresta Mojokerto: Perkembangan Radikalisme di Indonesia

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM—Demi menjamin keamanan program prioritas nasional yang merupakan salah satu program Kapolri Presisi, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menjadi narasumber sarasehan yang digelar oleh Komisi Ukhuwah Islamiah MUI Kota Mojokerto di Aula Kantor PCNU. Kamis (02/12/2021) siang.

Kapolresta Mojokerto menjelaskan bahwa pemahaman tentang bahaya radikalisme harus dilakukan lewat semua lini, termasuk dunia pendidikan dan moderasi beragama harus dikedepankan dengan internalisasi nilai-nilai toleransi. Karena radikalisme ini tidak hanya terjadi dalam agama islam saja.

READ  Kapolda Jatim saat cek Vaksinasi: Saya Bangga Jadi Alumni SMPN 1 Surabaya

“Kebetulan Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga paham yang dimainkan oleh kelompok tertentu adalah Islam. Tapi di negara lain yang mayoritasnya agama Protestan maka Protestan dimainkan. Jika mayoritasnya Budha maka Budha dimainkan.” Tutur Kapolresta.

Di Indonesia, definisi terorisme yang disepakati secara politik adalah pengertian menurut Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas

Kapolresta menegaskan, “Sebenarnya radikal itu wajib bagi kita sebagai warga negara RI untuk memahami filosofi pancasila secara radikal. Karena, jika tidak secara radikal, filosofi kebenaran pancasila tidak bisa kita pahami, jadi yang harus diperangi bukan radikalismenya tapi mereka yang membolehkan menumpahkan darah sesama muslim.” Tegas AKBP Rofiq.

READ  Tingkatkan Penanganan Covid-19, Forkopimda Jatim Cek lokasi Isoter dan RS lapangan di Malang Raya

Dalam mengantisipasi pola rekruitmen radikalisme atau terorisme yaitu melalui media sosial. “Kita harus bijaksana dalam menggunakan media sosial, media sosial ini luar biasa, sampai akhirnya sekarang seolah-olah sanad itu tidak penting,” Ucap Kapolresta.

Bagaimana kita bisa tahu ciri-ciri seorang terosis dengan kondisi saat ini ialah zaman melenial?Tanya peserta sarasehan, menanggapi pertanyaan tersebut Kapolresta menjelaskan “Salah satu ciri dari teroris adalah mereka selalu mengeluarkan pendapat beragama menurut pandangan mereka sendiri, sehingga menganggap salah pemahaman agama menurut orang lain.”

READ  Di Hari HUT Ke -61 Karang Taruna ,Wali Kota Mojokerto Mengkukuhkan Pengurus

Sarasehan dihadiri KH. Halim Hasyim Wakil Ketua 2 MUI Kota Mojokerto, KH. Muqsiton Ismail Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Moh. Sulkan, SH. Kasat Lantas AKP Heru Sudjio Budi Santoso, S.H. Ps. Kasat Intel IPTU Pujiono., SH., M.H. dan Kasi Humas Polresta Mojokerto IPDA Moh. Khoirul Umam S.E. dan 50 peserta dari berbagai ormas islam. (MK/DG/HMS)

Share :

Baca Juga

Jatim

Porprov Viii Jatim Berakhir, Kota Mojokerto Banjir Medali

Jatim

Polda Jatim Bongkar Pembuat dan Pengedar Scampage/ Website Palsu Mencairkan Dana PUA Warga AS

Jatim

Silaturrahmi Kapolres Mojokerto Dengan Kepala Kantor Jasa Pengiriman Barang

Jatim

Sering Terjadi Kasus Mafia Tanah,, Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan, Berikut Nomor Telfonnya

Jatim

Polda Jatim dan PW Muhammadiyah Dukung Pemerintah Menjaga dan Memelihara Keberagaman di Jatim

Jatim

Kasiops Korem 082/CPYJ Tinjau Gladi Posko I Kodim 0809/Kediri

Jatim

Hingga Pulau Terpencil, Polres Probolinggo Kota Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid -19

Jatim

Cegah longsor : PolresJember Bersama Eks Napiter Dan Kades Panduman Tanam Pohon Dan Sosialisasi Rumput Vertiver
?>