Home / Nasional

Rabu, 8 Juni 2022 - 04:14 WIB

Kontroversi Tempat Lahirnya Soekarno, Di Surabaya, Blitar Atau Ploso Jombang, Pakar Ungkap Fakta Baru

Ir.Soekarno

Ir.Soekarno

Ir.Soekarno

JOMBANG,INDEX BERITA.COM—Tujuh guru besar dan seorang doktor menguak sejarah tempat lahirnya bung Karno. Mereka adalah Dr. Nurinwa Ki S Hendrowinoto, Prof Dr. AA Putra Agung, Prof. Dr. Tadjoer Rizal Baiduri, Prof. Aminudin Kasdi, Prof. Dr. Fabiola D Kurnia, Prof. Dr. Roesminingsih, Prof. Dr. Jacob Sumardjo dan Prof. Dr. A Fatchan. Para ilmuan ini menuangkan catatan dalam buku berjudul: “Ida Ayu Nyoman Rai, Ibu Bangsa.”

Buku ini membahas pernikahan ibunda Proklamator, Ida Ayu Nyoman Rai dengan R. Soekeni. Pernikahan yang dianggap melanggar adat keluarga Nyoman Rai di Banjar Balai Agung, Singaraja terjadi pada 15 Juni 1897.

Pada 1898, Soekeni pindah ke Surabaya, Mereka bermukim di Pandean, Surabaya. usai Soekarmini anak pertama mereka lahir.
Ida Ayu Nyoman Rai juga meninggalkan Bali, mendampingi suaminya yang menjadi guru Sekolah Rakyat di Surabaya. R. Soekeni bertugas di Surabaya selama tiga tahun, yakni 1898 sampai 1901.

READ  Panglima dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Ribuan Anggota untuk Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran

Kisah keluarga Soekeni di Ploso, Jombang dikupas pada Bab IV dalam buku “Ida Ayu Nyoman Rai di Ploso.” Penulis bab ini adalah guru besar Program Pasca Sarjana Universitas Darul Ulum, Jombang, Prof. Dr. Tadjoer Rizal Baiduri.

Pada akhir tahun 1901 R. Soekeni diangkat sebagai Mantri Guru. Penetapannya berdasarkan Beslit no. 16232, tanggal 28 Desember 1901. Beslit ditandatangani oleh Direktur Peribadatan dan Kerajinan Pemerintah Hindia Belanda.

R. Soekeni bersedia pindah ke Ploso yang tergolong sebuah kecamatan di Kota Jombang. Karena, ia merasa berutang budi lantaran permintaan pindah dari Singaraja ke Surabaya dipenuhi oleh pemerintah Hindia Belanda.

Setelah sampai stasiun Jombang, mereka menaiki kereta api jurusan Jombang – Babat. Jalur kereta api ini melintasi Ploso. Stasiun Ploso terletak di utara sungai Brantas.

READ  Presiden dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Merdeka di Ponpes dan Tempat Ibadah Se-Indonesia

Dalam buku ini menjabarkan dokumen pribadi Soekeni yang menjadi fakta baru. Dalam dokumen tulisan tangan Soekeni, sang Ayah menuliskan perihal kelahiran putra keduanya, semula diberi nama Koesno dan diganti kelak menjadi Soekarno. Tulisan tersebut mencatat tanggal Bung Karno lahir adalah 6 Juni 1902. Tentu saja, hal ini berbeda dengan tanggal kelahiran Soekarno sebagaimana banyak disebut para penulis biografi yakni 6 Juni 1901 di Surabaya.

Pada dokumen pribadi yang berupa tulisan tangan R. Soekeni, bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902, maka tempat kelahiran Soekarno bukan di Surabaya. Sebab, pada tahun itu, R Soekeni sedangkan menjalankan tugasnya di Ploso yang sekarang termasuk dalam wilayah Kabupaten Jombang. Sebagai seorang istri yang setia, tentunya Nyoman Rai Srimben selalu mendampingi sang suami saat menjalankan tugasnya di Ploso.

READ  Masuk Tiga Besar Lembaga Negara Dipercaya Publik, Ini Respons Polri

Dalam berbagai buku sejarah Bung Karno, tempat lahir Sang Proklamator berbeda-beda. Menurut sejarawan sebelum tahun 1965, lahir di Surabaya. ada juga yang mengatakan setelah tahun 1965 justru menyebut Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur.

Pada tahun 2011, kembali disebutkan jika Bung Karno lahir di Surabaya. Bahkan pada Juni 2011, sebuah prasasti sebagai penanda tempat kelahiran Sukarno dipasang di Jalan Pandean IV Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur.

Kalaupun disebutkan kelahiran Soekarno di Surabaya dengan tanggal kelahiran mengikuti dokumen pribadi Soekeni (6 Juni 1902), itu juga tidak terlalu salah.

Sebab, kota Ploso, tempat Soekeni bertugas pada zaman Belanda adalah wilayah kawedanan, yang masuk dalam wilayah Karesidenan Surabaya. Hal ini dapat disimak dari Surat Keputusan penugasan Soekeni, antara tahun 1901 sampai dengan 1907 adalah di Ploso, Surabaya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Personil Polsek kahayan kuala Sampaikan Imbauan Stop Karhutla

Nasional

Desa Nihan Hilir Dambakan Jalan Beraspal, DPRD Barut Tidur

Nasional

Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Barito Utara mengultimatum PT Indexim Utama Coorporation yang merusak Gunung Sakral.

Nasional

Polsek Kahayan Kuala Beri imbauan Pencegahan Virus Covid 19

Nasional

Bhabinkamtibmas Awasi Alokasi Dana Desa dan Desa Tahun 202

Nasional

Canangkan Gerakan Santri Bermasker, Wujudkan Jatim Bebas Covid-19.

Nasional

Kampung Kesiapsiagaan Mandiri Mendapat Apresiasi Dari Kapolda Kalteng .

Nasional

Kapolri Keluarkan Telegram Berangus Premanisme, Ini 5 Hal Yang Harus Dijalankan Kapolda
?>