Foto.Mojokerto Diguyur Hujan Semalaman, SDN Modongan Banjir, Aktifitas Pembelajaran Terganggu
MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Sejumlah tempat di Kabupaten Mojokerto dilanda banjir akibat curah hujan yang tinggi. Disebutkan, hujan mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Mojokerto pada Kamis (20/1) sore hingga malam. Akibatnya sungai tak mampu lagi menampung air hujan dan meluap hingga menyebabkan banjir.
Salah satu tempat yang tergenang banjir adalah SDN Modongan yang terketak di jalan Raya Modongan, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. hasil pengamatan di lokasi, jumat (21/1) pagi, banjir menggenangi halaman sekolah hingga setinggi 30 cm. Bahkan disebutkan banjir sempat masuk ke ruang kepala sekolah, namun tidak lama kemudian surut.
Banjir di sekolah tersebut disebabkan luapan air sungai yang berada di depan SD. Sungai tak mampu menampung air hujan hingga meluber masuk ke halaman sekolah.
Dikatakan Dila, salah satu siswi SDN Modongan, banjir membuat dirinya dan siswa lain tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah secara normal. Siswi berjilbab tersebut berharap banjir cepat surut karena dikhawatirkan banyak penyakit menular yang datang.
“Saya menyesal karena saya tidak bisa mengikuti pembelajaran secara normal, mengganggu bagi saya, saya harap kalau banjir ini segera reda, karena nanti banyak penyakit yang menular,” lugasnya, Jumat (21/1).
Sementara itu salah satu guru SDN Modongan, Fatimah mengatakan, untuk pembelajaran di kelas tidak ada kendala dan tetap lancar. Sebab yang banjir hanya di bagian halaman sekolah. Namun halaman sekolah tidak bisa digunakan sebagai tempat praktek pelajaran olah raga.
“Setiap tahun ada kiriman banjir, biasanya setahun 2-3 kali banjir, biasanya sehari sudah surut, insya Allah kalau enggak hujan lagi cepat surut, Cuma kendalanya bermaiun tidak bisa seperti biasanya karena halaman banjir. Untuk olah raga tidak bisa, hanya teori di dalam kelas,” terangnya.
Di tempat yang sama, kepala SDN Modongan, Ainun Sholihah mengatakan banjir di sekolah terjadi karena lupapan air sungai yang ada di depan sekolah yang penuh, akhirnya air mengalir ke sekolah. Seandainya sungai sudah surut, maka banjir di sekolah juga surut.
Dirinya menyebut banjir menyebabkan sejumlah kendala dalam pembelajaran. Salah satunya kegiatan literasi yang biasanya dilakukan sebelum masuk kelas ditiadakan sementara.
“Tadi jam 7 pagi sudah mulai masuk, biasanya sebelum masuk kelas, siswa berbaris dulu di halaman sekolah untuk mengadakan literasi, karena terkendala banjir kegiatan tersebut tidak terelaisasi,” pungkasnya.(Syim)