Category Archives: Pendidikan

Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ning Ita Wanti-wanti Terapkan Protokol Kesehatan

Foto.Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ning Ita Wanti-wanti Terapkan Protokol Kesehatan

Mojokerto kota. Indexberita.com Sembilan bulan lamanya, para siswa di Kota Mojokerto menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring dari rumah. Dan hari ini, uji coba pembelajaran terbatas secara tatap muka mulai dilakukan untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Negeri/Swasta. Guna memastikan seluruh sekolah mentaati protokol pencegahan Covid-19, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah sekolah, Senin (30/11/2020).

Dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid, walikota perempuan pertama di Mojokerto ini meninjau pembelajaran di sekolah komplek. Yakni SD Negeri 1, 2 dan 4 Miji. Di lokasi pertama, ia melihat secara langsung model pembelajaran yang dilakukan untuk para siswa. Mulai dari tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS), desinfektan, bilik atau pelindung di meja para siswa, kelengkapan masker dan pelindung wajah, hingga ketersediaan air minum.

“Tentunya, yang pertama kali kita lihat adalah sarana dan prasarana. Apakah sudah memenuhi standar prosedur tetap (protap) yang telah ditentukan. Mulai dari ketersediaan masker, CTPS, desinfektan, bilik bangku, dan tentunya air minum. Karena, para siswa ini kan tidak ada jam istirahat dan tidak ada kantin buka, maka pihak sekolah yang harus menyediakan kebutuhan tersebut. Dan alhamdulillah ini berjalan lancar, nanti kita akan evaluasi kembali setelah tiga hari. Bagaimana kendala dan dinamikanya,” jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota.

Mengingat pembelajaran klasikal cukup lama, yakni tiga setengah jam, lanjut Ning Ita, maka pihak sekolah harus mampu memberikan model pembelajaran yang cukup mengasikkan agar siswa tidak merasa jenuh. Sekaligus untuk menghindari interaksi antar siswa saat menjalani pembelajaran. “Mereka ini kan lama tidak bertemu dengan teman-temannya, ada kerinduan di antara mereka. Maka guru dan pihak sekolah harus paham psikologis siswa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid menambahkan, dalam pelaksanaan uji coba terbatas pembelajaran tatap muka SD dan SMP Negeri/Swasta di Kota Mojokerto, dimulai sejak 30 November 2020. Untuk pembelajaran secara terbatas SD Negeri/Swasta, dari 63 SD Negeri/Swasta, ada 6 sekolah yang menjalankan pembelajaran secara daring. Dan 57 lainnya menjalani uji coba pembelajaran tatap muka.

Sedangkan 20 SMP Negeri/Swasta, ada 5 sekolah yang menjalankan pembelajaran secara daring. Dan 15 lainnya menjalani uji coba pembelajaran tatap muka. Dengan demikian, dari 83 sekolah Negeri/Swasta di Kota Mojokerto, yang menjalani secara daring sebanyak 11 sekolah. Dan sisanya, 72 sekolah mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. Adapun mekanisme dalam uji coba pembelajaran tatap muka adalah dengan memberikan pembatasan jumlah siswa.

“Dalam satu kelas, maksimal siswa yang mengikuti adalah 50 persen. Dengan pembagian dua shift pembelajaran setiap harinya. Selain itu, setiap siswa yang menjalani uji coba pembelajaran tatap muka, harus memenuhi syarat. Salah satunya mendapatkan persetujuan secara tertulis dari orang tua/wali murid. Jika siswa tersebut sedang sakit, maka tidak dianjurkan untuk mengikuti uji coba pembelajaran ini,” jelas Amin Wachid.

Pada kesempatan itu, Walikota Ning Ita juga menyempatkan berbincang dengan para siswa, salah satunya dengan siswa kelas II Bima Tri Vagani dan Iven Putrilia Wahid kelas IV. Dihadapan Ning Ita, para pelajar ini pun mengaku senang dengan adanya uji coba pembelajaran tatap muka ini. “Senang sekali bisa belajar di sekolah, bisa ketemu teman-teman. Lebih enak belajar di sekolah daripada di rumah,” kata Iven saat menjawab pertanyaan Walikota Ning Ita, terkait pembelajaran tatap muka.

Terpisah, salah seorang wali murid kelas III, Dewi, mengaku terbantu dengan adanya pembelajaran tatap muka di sekolah. Pasalnya, selama ini ia merasa kurang maksimal dalam memberikan pengajaran jika putrinya belajar dari rumah secara daring. “Tentunya kami sangat senang kalau ada pembelajaran lagi di sekolah, apalagi kami orangtua merasakan kurang maksimal kalau anak-anak kami belajar dari rumah. Kan, tidak semua pelajaran dapat dimengerti oleh orang tua. Kalau di sekolah kan, anak-anak bisa mendapatkan pelajaran secara penuh dari guru yang berpengalaman. Dan saya juga tidak takut dengan Covid, karena kami percaya dengan aturan sekolah dalam mencegah itu,” tandasnya. (Syim)

Angkat Jajanan Khas Kota Mojokerto, Millenial SMKN 2 Masuk 30 Besar Kamp Kreatifitas SMK Indonesia

Foto,Angkat Jajanan Khas Kota Mojokerto, Millenial SMKN 2 Masuk 30 Besar Kamp Kreatifitas SMK Indonesia

Mojokerto.IB Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Mojokerto, berhasil masuk 30 besar pada kompetisi Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI 2020) pada bidang kuliner. Prestasi ini pun, disambut baik oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, di Rumah Rakyat, Rabu (11/11/2020).

Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) 2020 merupakan upaya untuk meningkatkan dan memeratakan mutu, serta mengimplementasikan revolusi industri 4.0 pada pembelajaran di SMK. Kegiatan ini berbasis daring atau video conference yang ditujukan untuk para siswa SMK di seluruh Indonesia dengan berbagai jurusan.

Salah satu materi yang diikutkan pada Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) yang diambil oleh pelajar SMKN 2 Kota Mojokerto adalah Disverifikasi Trend Jajanan Pasar Berbasis Umbi-umbian. Berangkat dari tema tersebut, 13 pelajar yang mengikuti KKSI 2020 memfokuskan diri pada olahan jajanan tradisional Onde-onde, yang tidak lain merupakan kudapan asli Mojokerto.

Adapun 13 pelajar SMKN 2 Kota Mojokerto yang berhasil membawa harum Kota Onde-onde adalah Frizky Cahyadi Setyawan, Arlian Ahmad Hidayat, Zolga Almatin Pratama, Celsi Afriani, Tiara Alfina Dwi Sofitriani, Lohngiton Akbartus, Sofiyana Yasmin , Bheta Kusuma Wardhani, Tiara Angelina, Alia Han Shindi Ferania, Dea Angela Pramudita, Ahmad Iqklasul Rifvana dan Muhammad Zulkifli.

“Kami ingin, mengangkat potensi daerah sendiri pada ajang kompetisi nasional ini, yakni Onde-onde. Penilaian yang ditekankan pada Kamp Kreatif SMK Indonesia 2020 meliputi 20% Rancangan Produk, 10% Originalitas Produk, 30% Kreatifitas/ Inovasi Produk dan 40% Strategi pemasaran Produk,” jelas Ketua Program Keahlian Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Intan Switzerlistania Martha.

Jajanan onde-onde yang diikutkan pada KKSI 2020, lanjut Intan, diberi nama Oulava atau Onde-onde Ubi Oven. Dimana, cemilan tersebut akan mulai dilaunching melalui media sosial Instagram @ondeovenubilava pada Jumat, 13 November mendatang. Melalui media sosial tersebut, konsumen dapat memesan onde-onde karya pelajar SMKN 2 tanpa perlu kerepotan lagi, karena telah tersedia nomor telpon yang dapat dihubungi.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi atas prestasi anak-anak didik di Kota Mojokerto. Terkhusus, kepada anak-anak SMKN 2 yang telah berhasil lolos mengalahkan puluhan ribu pesaing se-Indonesia pada kompetisi Kamp Kreatif SMK Indonesia 2020. Sehingga, para pelajar yang masih duduk di bangku kelas XII tersebut dapat masuk pada 30 besar.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang anak-anak SMK torehkan. Meskipun, kewenangan pengelolaan ada pada Pemerintah Provinsi Jatim, kami Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya memberikan berbagai fasilitas pendukung sebagai bentuk support system kepada anak-anak SMK. Untuk itu, kami mengajak anak-anak SMK turut andil dalam perkembangan pembanguan kepariwisataan di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita, sapaan akrab walikota.

Kuliner merupakan hasil olahan berupa masakan ataupun minuman yang dapat dijadikan suatu
bidang usaha pada sektor pariwisata. Dengan adanya kuliner, mampu menjadikan suatu daerah sebagai sentra destinasi dengan kekhasannya. Untuk itu, Ning Ita mengajak seluruh generasi muda untuk mengenal kearifan lokal dari daerahnya masing-masing agar dapat berkreasi menghasilkan produk yang bisa bersaing dengan kuliner manca negara. (Syim)

Ning Ita Wadahi Lomba MTQ Sebagai Pengembangan Kompetensi Dasar Agama Bagi Generasi Penerus

Foto.Ning Ita Wadahi Lomba MTQ Sebagai Pengembangan Kompetensi Dasar Agama Bagi Generasi Penerus
Mojokerto Indexberita.com Pemerintah Kota Mojokerto kembali mengadakan lomba Musabaqah Tilawah Quran (MTQ) bagi para pelajar. Lomba MTQ ke-6 yang diselenggarakan secara serentak di lima lokasi tersebut, dibuka secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dari Masjid Agung Al-Fattah, Sabtu (26/9) pagi.
Di tengah kondisi pandemi Covid-19, pemerintah daerah terpaksa menyelenggarakan lomba MTQ di lima lokasi berbeda. Yakni, di Masjid Baitun Nur, Masjid Al-Ghufron, Masjid Agung Al-Fattah dan di Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto. Pembagian lokasi ini, tidak lepas dari aturan yang mengacu pada protokol kesehatan dalam menggelar suatu kegiatan.
“Agar lomba MTQ ini berjalan dengan lancar di tengah kondisi Covid-19 seperti saat ini, kami terpaksa membagi pelaksanaan lomba di beberapa tempat untuk menghindari kerumunan massa. Sehingga, putra-putri kami yang sedang mengikuti kompetisi tidak terganggu serta aman dari paparan Covid-19, karena telah sesuai dengan standart protokol kesehatan yang diterapkan,” jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
Pada perlombaan MTQ ke-6 ini, ada lima cabang yang dilombakan. Seperti, Tartil Anak sebanyak 51 orang, MTQ Anak sebanyak 53 orang, MTQ Remaja sebanyak 41 orang, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) 1 Juz sebanyak 39 orang dan Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ) sebanyak 75 orang. Para perserta ini, akan berlomba secara serentak dalam satu hari ini (26/9) langsung dari lima lokasi.
“Ada 259 peserta dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA se-Kota Mojokerto yang ikut dalam perlombaan Musabaqah Tilawah Quran ke-6 ini. Lomba ini, merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya untuk melahirkan bibit-bibit unggul dalam mengembangkan kompetensi dasar agama (religious), yang berdaya saing dan mandiri dari putra-putri di Kota Mojokerto,” kata wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini.
Pada pembukaan Lomba Musabaqah Tilawah Quran (MTQ) ke-6 ini, turut dihadiri oleh Wakil Walikota Mojokerto, perwakilan Kapolresta, perwakilan Dandim 0815, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kementerian Agama Kota Mojokerto, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Tokoh Muhammadiyah, Tokoh NU, Tokoh LDII, Tokoh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), dan Ketua Ansor Kota Mojokerto. (Syim)

Stimulus Pelajar SD, Ning Ita Kembali Menjadi Guru Secara Daring

Fpto.Stimulus Pelajar SD, Ning Ita Kembali Menjadi Guru Secara Daring
Mojokerto Indexberita.com
Program Ning Ita Mengajar, kembali digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Kali ini, puluhan pelajar sekolah dasar (SD) mendapatkan pendidikan  daring dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Rabu (16/9) pagi.
Bertempat di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Kota Mojokerto, puluhan pelajar tersebut mendapatkan materi Pendidikan Agam Islam melalui aplikasi Zoom. Dengan materi yang ringan dan santai, namun mengena, mereka yang masih duduk di bangku kelas empat SD ini nampak antusias.
Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh orang nomor satu di Pemerintah Kota Mojokerto ini, tidak hanya untuk pelajar SD negeri saja. Melainkan, pelajar SD swasta pun juga mendapatkan kesempatan yang sama.
“Program Ning Ita Mengajar ini, merupakan inovasi untuk memberikan stimulus kepada anak-anak kami di tengah kondisi pandemi Covid-19. Karena, di usia yang masih sekecil ini mereka harus dihadapkan dengan kondisi yang berbeda,” ungkap Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
Maksud dari kondisi yang berbeda tersebut, lanjut Ning Ita adalah tidak adanya pembelajaran klasikal atau tatap muka di sekolah, semua aktivitas pembelajaran dialihkan secara daring dari rumah masing-masing serta tidak bisa bertemu dan bermain bersama teman di sekolah. Hal inilah, yang secara tidak langsung berdampak pada psikologis pelajar saat ini.
“Hampir lima bulan para pelajar ini tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah. Tentu situasi ini, membawa dampak psikologi bagi mereka. Nah, agar mereka tetap semangat belajar kami memberikan motivasi melalui program Ning Ita Mengajar untuk mengatasi kejenuhan selama PJJ (pembelajaran jarak jauh),” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan program Ning Ita Mengajar, sebelumnya telah dilaksanakan untuk pelajar sekolah menengah pertama (SMP) pada tanggal 8 Sepetember. Saat itu, antusias para pelajar SMP tak kalah dengan pelajar SD yang pada hari ini juga mendapatkan kesempatan diajarkan oleh Ning Ita.
“Alhamdulillah, semangatnya anak-anak kami setelah diajarkan oleh wali kota langsung meningkat. Apalagi, hari ini giliran siswa SD yang distimulus dengan materi Pendidikan Agama Islam langsung dari Ning Ita. Semua pertanyaan dijawab dengan sangat baik oleh mereka, ini luar biasa,” terangnya.
Dalam program Ning Ita Mengajar, Dinas Pendidikan telah menyiapkan gadget untuk pelajar yang mampu menjawab pertanyaan dari Ning Ita. Ada dua gadget yang disiapkan untuk dua orang pelajar yang beruntung.
“Tidak hanya pelajar yang mendapatkan hadiah, namun guru-guru juga mendapatkan hadiah dari Ning Ita, berupa Alquran yang dalat dimanfaatkan untuk pembelajaran Agama Islam di sekolah. Alquran tersebut, tidak hanya untuk guru sekolah negeri tapi juga diberikan kepada guru-guru diseluruh Kota Mojokerto,” katanya.
Sementara itu, suasana tenang saat Wali Kota Ning Ita memberikan hadiah gadget kepada salah seorang pelajar SDN Balongsari 5, tiba-tiba berubah menjadi riuh karena sikap polos bocah tersebut. Di tengah-tengah Ning Ita memberikan pertanyaan akan dipergunakan seperti apa gadget tersebut, pelajar yang bernama Achmad Farhan Putranda pun menjawab bahwa gadget tersebut akan digunakan untuk belajar.
Namun, saat dipertegas lagi fungsi dari gadget itu oleh wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, bocah SD tersebut menjawab polos yang mengundang gelak tawa para kepala sekolah dan guru-guru yang hadir di Rumah Rakyat. “Ya, kalau tidak ada kegiatan (pembelajaran jarak jauh) mau dibuat main (main bareng/mabar),” ungkap Farhan kepada Ning Ita.
Hal serupa juga dirasakan oleh Nayla Salsabila pelajar SDN Kranggan 2. Bocah kelas empat ini, berhasil menjawab pertanyaan dari Wali Kota Ning Ita tentang sikap jujur saat mengerjakan tugas dari rumah tanpa dibantu oleh orangtua. Ia pun berhak mendapatkan hadiah berupa gadget dari Ning Ita. (Shjm)

Mengajar Secara Daring, Ning Ita Bekali Siswa SMP Dengan Pengetahuan Ekonomi Kreatif

Foto.Mengajar Secara Daring, Ning Ita Bekali Siswa SMP Dengan Pengetahuan Ekonomi Kreatif

 

Mojokerto .INDEXBERITA.COM Di tengah situasi pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka atau klasikal di sekolah masih ditiadakan hingga saat ini. Dengan metode pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), Wali Kota Mojokerto hari ini turut menjadi pengajar untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP), Selasa (8/9).

Pembelajaran secara daring yang diselenggarakan secara langsung di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari tersebut diikuti ratusan siswa SMP negeri maupun swasta se-Kota Mojokerto. Pada kesempatan tersebut, wali kota yang akrab disapa Ning Ita memberikan penjelasan terkait ekonomi kreatif yang didalalamnya mengandung sosial dan budaya Kota Mojokerto.

“Dalam situasi pandemi ini, hampir lima bulan para siswa ini tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah. Tentu situasi ini, membawa dampak psikologi bagi mereka. Nah, setengah tahun ini pasti memberikan dampak merosotnya semangat mereka dalam belajar akibat kejenuhan. Untuk itu, saya membuat inovasi dengan menjadi pengajar bagi mereka secara daring,” jelasnya.

Pembelajaran dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang memfokuskan pada tema ekonomi kreatif lanjut Ning Ita, lebih ditekankan agar para generasi muda dapat menjadi bagian dalam pembangunan Kota Mojokerto kedepannya. Dimana, Kota Mojokerto merupakan kota perdagangan yang didominasi oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Diawal kepemimpinan saya menjabat, Pemerintah Kota Mojokerto sejak awal telah membuat program dalam menggerakkan ekonomi kreatif yang berfokus pada pergerakan UMKM. Hal ini tidak lepas dari Kota Mojokerto sebagai pusat daerah perdagangan bagi daerah tetangga. Terlebih, kota ini merupakan kota penyangga bagi kota-kota besar di Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan jika nantinya Wali Kota Ning Ita akan memberikan pembelajaran juga bagi siswa sekolah dasar (SD) negeri maupun swasta se-Kota. Untuk pembelajaran siswa SMP, telah dilakukan pada hari ini (8/9). Sedangkan untuk siswa SD, akan dilaksanakan pada tanggal 16 September mendatang.

“Alhamdulillah, ini tadi semangat anak-anak sangat luar biasa saat diajarkan oleh ibu walikota. Interaksi tanya jawab pun berlangsung penuh semangat. Terlebih, tadi anak-anak yang dapat menjawab pertanyaan dari ibu walikota juga mendapatkan hadiah istimewa berupa gadget. Terimakasih kepada ibu walikota yang telah memberikan suntikan motivasi kepada siswa-siswi di tengah pandemi covid-19,” ungkap Amin Wachid.

Pada kesempatan ini, tidak hanya siswa yang mendapatkan hadiah dari Ning Ita. Melainkan para guru-guru yang telah mengorbankan waktunya dengan penuh ikhlas dalam mengajar para siswa pada kondisi Covid-19. Hadiah yang diberikan kepada para guru yakni berupa Alquran yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran agama di sekolah. Alquran tersebut, diberikan kepada guru-guru diseluruh Kota Mojokerto. (Syim)

Institut KH Abdul Chalim IKHAC Mengelar Wisuda Sebanyak 240 Siswa Di Bagi Menjadi Dua Gelombang

Foto.Institut KH Abdul Chalim IKHAC Mengelar Wisuda Sebanyak 240 Siswa Di Bagi Menjadi Dua Gelombang

Mojokerto
Indexberita.com nstitute KH.Abdul Chalim (IKHAC) menggelar Wisuda Perdana S1 dan S2, Minggu (30/8/2020) di Institut KH.Abdul Chalim, Jalan Raya Tirtawening Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Yang istimewa dan bangga warga Mojokerto adalah Institut KH.Abdul Chalim bisa menghadirkan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr. Muhammad Ali Ramadhani, S.TP, M.T dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan sambutan.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, MA saat wawancara dengan awak media mengatakan jika total yang mengikuti Wisuda hari ini ada 480 mahasiswa. Sesi 1 diikuti 240 mahasiswa. Dan sesi 2 diikuti 240 mahasiswa karena untuk menerapkan Physical Distancing.

80% mahasiswa di Institut KH.Abdul Chalim mendapatkan beasiswa. Beasiswanya meliputi asrama, SIP maupun makan dan minum. Insha Allah pendidikan S3 di Institut KH.Abdul Chalim bakal dimulai di tahun 2021 dengan sentuhan gedung yang alami, ada kolam ikan, taman dan pepohonan yang rindang,” jelas Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, MA. (Syim)

Luncurkan PPDB SMA SMK dan SLB Tahun Pelulusan  2020/2021, 

Palangka Raya. Indexberita com – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA / SMK / SLB di Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Tahun ajaran 2020/2021 resmi diluncurkan.

Peluncuran PPDB dilakukan Oleh Gubernur Kalteng H . Sugianto Sabran melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalteng Mofit Saptono via Virtual melalui Video Conference (Vidcon), bertempat di Aula Jayang Tingang, Senin (4/5/2020). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah SMA / SMK dan SLB se-Kalteng. Dipublikasikan 5/5/20

Pasal 22 Ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB Pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang memuat pendaftaran penerimaan peserta didik

Gubernur H. Sugianto Sabran dilaksanakan dengan melaksanakan PPDB SMA / SMK / SLB Prov. Kalteng Tahun Pelajaran 2020/2021 harus dilakukan secara obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan non-diskriminatif. Dalam hal ini, pihak sekolah dihimbau untuk dapat menerima semua anak yang lulus SMP / MTS yang dapat dizonanya tanpa melihat perbedaan jenis kelamin, status sosial ekonomi dan agamanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur H. Sugianto Sabran melalui Mofit Saptono menyampaikan 7 arahannya kepada Kepala satuan pendidikan semua jenjang se-Kalteng dalam pelaksanaan PPDB SMA/ SMK/ SLB di Prov. Kalteng yakni mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 Tentang PPDB dan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/39/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB SMA / SMK / SLB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Pertama, Pelaksanaan PPDB harus memperhatikan 4 (empat) jalur penerimaan yaitu jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur pindah tugas orang / wali dan jalur prestasi.

Kedua, jalur zonasi dan afirmasi agar diprioritaskan dalam pelaksanaan PPDB di masing-masing sekolah. Hal ini dimaksudkan supaya adanya pemerataan mutu pendidikan dan mendekatkan peserta didik dengan satuan pendidikan, serta tidak meninggalkan hak anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sama di sekolah terdekat.

Ketiga, kedekatan domisili orang tua / wali dengan sekolah pada satu zona, akan membantu sekolah bersama-sama masyarakat untuk mengawasi dan mencegah peserta didik terlibat langsung atau menjadi korban tindak kekerasan / kriminal serta penyalahgunaan narkoba.

Keempat, penggunaan jalur perpindahan orang tua / wali dan jalur prestasi oleh satuan pendidikan pada PPDB dilakukan apabila masih tersisa kuota setelah penerimaan melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi dengan tetap mengacu kepada Pedoman Pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2020 / 2021.

Kelima, berkenaan dengan status Tanggap Darurat Pandemi Covid-19 di Prov. Kalteng maka kesehatan siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah serta masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan PPDB.

Keenam, pada proses PPDB satuan pendidikan harus mentaati protokol kesehatan. Oleh karena itu pelaksanaannya bisa dilakukan secara online dan offline dengan mengoptimalkan penggunaan bantuan komputer yang sudah diberikan oleh Pemerintah Prov. Kalteng dan bantuan CSR dari pihak ketiga kepada setiap satuan pendidikan.

Terakhir, bagi sekolah yang melaksanakan PPDB secara offline harus melaksanakan aturan dengan mengatur waktu antrian datang ke sekolah pada tahap sosialisasi, pendaftaran dan pengumuman PPDB.

Gubernur Kalteng juga meminta kepada Inspektur Prov. Kalteng dan Inspektur Kabupaten/ Kota se-Kalteng, agar dengan cermat ikut mengawasi unsur-unsur yang terlibat dalam proses pelaksanaan PPDB supaya tidak menyimpang dari Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 dan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 serta Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188.44/39/2020.

Sumber Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng

Manghadiboy

SMAN 1 Pangkalan Bun Kelulusan Mencapai 100 %.

Foto.SMAN 1 Pangkalan Bun Kelulusan Mencapai 100 %.

Kotawaringin Barat Indexberita.com – Sesuai hasil Rapat Dewan Pendidik SMAN 1 Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat Kalteng, pada tangal 2 Mei 2020 dan ketentuan perundangan yang mengatur implementasi kurikulum 13 dengan merujuk pada regulasi atau kebijakan pemerintah (kemendikbud) atas dampak covid-19 maka siswa kelas XII SMAN 1 P.Bun jumlah siswa kls XII 244 dinyatakan lulus 100% dengan Nilai standar kelulusan minimal 75 setiap Mata Pelajaran. 4/5/20

“Nilai Tertinggi yg diperoleh siswa 86,50 dan nilai terendah 77,50. Untuk pengumuman kelulusan disampaikan online melalui web sekolah yang dilakukan secara serentak pada tanggal 2 Mei 2020 pukul 10.00..” kata Kepala Sekolah Drs. Ridwan kepada media.

berdasarkan informasi yang kami terima dari orang tua bahwa penerimaan pengumuman oleh orang tua melalui web sekolah dengan menggunakan alamat masing- masing diterima dengan cepat dan lancar.

“Ridwan menambahkan kendatipun pengumuman online dan siswa bersama keluarga tetap di rumah saja saya tetap menyampaikan himbauan kepada orang tua untuk menjaga dan mengendalikan ruang gerak putra putrinya agar tidak melakukan perkumpulan dengan sesama temannya.” Ucapnya

Kami tetap berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak kepolisian kobar guna memonitor pergekanan anak -anak pasca pengumuman kelulusan.

menurut pantauan kami belum ada info tentang siswa yang tidak menaati himbauan kami dan dari kepolisian Kobar. pada kesempatan tersebut kami telah menyepakati untuk menetapkan tiga besar nilai terbaik dari masing-masing kelas XII untuk memperoleh riward dari sekolah.

” Saya juga mengumumkan pemenang Lomba menulis Artikel tentang PBM dimasa Covid-19 yang ditujukan kepada para guru SMAN 1 P.Bun yang dilaksanakan pada bulan April bekerjasama dengan Pengawas SMA di disdik prov kalteng sebagai penilai Naskah karya guru.” Tutur Ridwan.

Hasilnya dan hadiah dari sekolah telah disampaikan pada tanggal 2 Mei 2020 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Melalui kesempatan pengumuman kelulusan tersebut maka terhitung tanggal 2 Mei 2020 semua kegiatan Proses Belajar Mengajar bagi siswa kelas XII dinyatakan berakhir dan nama lembaga SMANSA P.Bun saya sampaikan terimakasih atas dukungannya, kerjasamanya membantu kegiatan pendidikan di SMANSA baik bantuan secara perorangan maupun secara kelompok.

SMAN 1 Pangkalan Bun Kelulusan Mencapai 100 %.

Foto.SMAN 1 Pangkalan Bun Kelulusan Mencapai 100 %.

“Kami mohon maaf atas segala kekhilafan kami sembari mengembalikan secara resmi anak-anak kelas XII kepangkuan orang tua semoga ilmu yang diperoleh kurang lebih dalam kurung waktu 3 tahun di SMANSA Pangkan Bun menjadi tangga awal untuk masuk ke Perguruan Tinggi.” Tutup Drs.Ridwan.

Sumber dari kepsek SMAN 1 Pangkalan Bun lewat washap . Manghadiboy

Kelulusan SMAN 1 Palangka Raya 100 Persen

Foto. Kepala Sekolah  SMAN 1 Palangka Raya 

PALANGKARAYA. INDEXBERITA.COM Pengumuman kelulusan SMA Negeri 1 Palangka Raya, dilakukan secara online pada Sabtu, 2 Mei 2020. Pada laman resmi sekolah itu diumumkan 431 siswa kelas XII atau kelas III yang terbagi dalam 3 jurusan yakni Ilmu Bahasa dan Budaya (IBB) sebanyak 37 siswa, kemudian jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) sebanyak 249 siswa dan jurusan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) sebanyak 145 siswa, dan semuanya telah dinyatakan lulus 100%.

“Kelulusan tahun ini kita melakukan secara online untuk pengumumannya,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Palangka Raya, Arbusin saat dihubungi, Sabtu pagi oleh media.

Arbusin mengatakan proses pengumuman kelulusan dilakukan secara online atau daring dan tidak ada aktivitas di sekolah. Seluruh siswa dapat melihat pengumuman dari rumah melalui website sekolah.

Sekolah mengunggah pengumuman kelulusan siswa tepat pada pukul 12.00 WIB dan siswa dapat mengakses pengumuman tersebut secara langsung di jam tersebut.

“Semua siswa melihat pengumuman dari rumah melalui web, melihat hasil kelulusan dari situ. Diumumkan dari jam 12.00,” kata Arbusin.

Untuk bisa melihat status kelulusan, para siswa cukup memasukkan password yang sudah diberikan oleh wali kelas masing-masing. Setelah terbuka, siswa dapat melihat status kelulusannya.

Arbusin menyebutkan tahun ini kelulusan siswa tanpa ujian nasional (UN). Nilai kelulusan berdasarkan dari kriteria kelulusan yaitu, menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari semester 1 sampai semester 6, memperoleh nilai prilaku atau sikap minimal ‘Baik’, nilai akhir batas lulus satuan pendidikan adalah 80 dan berdasarkan hasil rapat dewan guru dengan kepala sekolah.

Secara kualitas, lanjut Arbusin, kelulusan murid Smansa tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, walau siswa tidak melaksanakan UN.

Ia mengatakan ketika anak-anak tidak bisa bertatap muka dan belajar di sekolah, sebenarnya anak kelas 12 sudah menyelesaikan semua program pelajarannya dan sudah mendapatkan nilai rapor.

“Jadi sudah selesai, tinggal melaksanakan pemberian tugas dirumah sejak maret hingga sekarang,” kata Arbusin.

Arbusin menambahkan, pengumuman kelulusan SMA Negeri 1 Palangka Raya dan SMA lainnya cukup istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, serta Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan belajar mengajar berlangsung di tengah pandemi COVID-19. “Memang kelulusan tahun ini bertepatan dengan tanggal 2 Mei, saya berikan ‘support’ kepada anak, dan anak-anak tetap berada di rumah, tidak ada aktivitas di sekolah,” kata Arbusin.

Manghadiboy

Program Propinsi Jatim, SMK Mini Bakal Di Lounching di Thoriqul Ulum Pacet-mojokerto

Program Propinsi Jatim, SMK Mini Bakal Di Lounching di Thoriqul Ulum Pacet-mojokerto

 

Program Propinsi Jatim, SMK Mini Bakal Di Lounching di Thoriqul Ulum Pacet-mojokerto

Foto.Program Propinsi Jatim, SMK Mini Bakal Di Lounching di Thoriqul Ulum Pacet-mojokerto

MOJOKERTO. SOROTINDOMEDIA.COM Lounching SMK Mini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan bakal digelar di SMK Thoriqul Ulum Pacet-mojokerto pada Sabtu (22/2/2020) esok.

Melalui program SMK mini, SMK Thoriqul Ulum telah terpilih menjadi SMKS yang pertama di Mojokerto, dan akan menjadi pioner wadah putra-putri agar terbentuk SDM yang punya jiwa Entrepreneur berdikari, dan berproduktivitas, khususnya dibidang alas kaki sepatu dan sandal,” kata Kepala Sekolah SMK Thoriqul Ulum Pacet Murjoko, kepada Wartawan.

“SMK Thoriqul Ulum, merupakan salah satu SMKS yang berbasis Pondok Pesantren, tentu kedepan ingin membangun esensi yang fundamental bagi kehidupan, yaitu ahlaqul kharimah, akan tetapi tidak mengesampingkan life’s skill khususnya kewirausaan dibidang alas kaki sepatu dan sandal, sesuai yang lagi diminati kalangan masyarakat menengah ke bawah,” ungkap Kepala Sekolah SMK Thoriqul Ulum,saat ditemui awak media.

Tak hanya itu, program SMK Mini terus digalakkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai sarana menciptakan tenaga kerja baru yang produktif.
Salah satunya di SMKS Thoriqul Ulum Dusun Treceh Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto,” tambahnya.

Sekedar diketahui Lounching SMK Mini yang digelar di SMK Thoriqul ulum akan dihadiri Dinas pendidikan Provinsi Jawa timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto dan juga para pengusaha sebagai undangan, dan juga akan diikuti oleh semua pengajar dan siswa-siswi SMK Thoriqul ulum. (Syim)