Home / Pemerintah

Jumat, 7 November 2025 - 18:05 WIB

Tiga Raperda Dibahas, DPRD dan Pemkot Mojokerto Fokus pada Peningkatan Tata Kelola Daerah

MOJOKERTO .Indexberita.com DPRD Kota Mojokerto bersama Pemerintah Kota Mojokerto tengah menggodok tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) penting yang akan menjadi pijakan hukum baru bagi pembangunan dan tata kelola pemerintahan di kota tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Moeljadi, menyebut pembahasan ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan regulasi yang lebih berpihak pada masyarakat dan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan.

“Setiap kebijakan harus memberikan manfaat nyata bagi warga. Prinsipnya, pembangunan yang dijalankan tidak boleh hanya sekadar formalitas, tapi harus berdampak langsung,” ujar politisi Fraksi NasDem itu, Jumat (7/11/2025).

READ  Sinergi Pemkot Mojokerto dan Upaya Kolaboratif Turunkan Angka Stunting

 

Dalam pembahasan di ruang paripurna, DPRD memberikan sejumlah masukan penting terhadap tiga raperda strategis, yakni Raperda tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Raperda tentang Pembentukan Perangkat Daerah, serta Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).

DPRD Tekankan Kesejahteraan Pedagang Pasar

Terkait Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat, Moeljadi menekankan pentingnya peran pedagang dan pengelola pasar dilibatkan secara aktif dalam penyusunan aturan. Menurutnya, pasar bukan hanya tempat jual beli, melainkan juga ruang sosial yang memperkuat interaksi antarwarga.

Ia menyoroti tiga hal penting: pengelolaan pasar yang menguntungkan semua pihak, lingkungan pasar yang sehat dan nyaman, serta kebijakan yang berkeadilan bagi pedagang kecil.

READ  Pemkab Jombang Raih Anugerah Inovasi Terpuji Berkat Program 'Jaga Desa'

Struktur Organisasi OPD Harus Efisien

Sementara itu, pembahasan Raperda Pembentukan Perangkat Daerah menitikberatkan pada penyelarasan struktur organisasi dengan kebijakan pemerintah pusat. Moeljadi menilai kesesuaian tersebut penting agar kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa lebih efektif dan efisien.

“Struktur harus ramping tapi berdaya guna. Jangan sampai tumpang tindih fungsi atau justru memperlambat pelayanan,” jelasnya.

Aset Daerah Jadi Fokus Pengawasan

Untuk Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Moeljadi yang juga menjabat Ketua DPD PAN Kota Mojokerto itu mendorong adanya sistem pengawasan yang ketat terhadap aset pemerintah. Ia menegaskan bahwa aset daerah bukan hanya catatan inventaris, tetapi potensi ekonomi yang bisa memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

READ  Indahnya Berbagi, Tumbuhkan Tolerensi dan Kuatkan Kebersamaan*

“Aset harus dikelola secara transparan dan produktif. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, justru berpotensi menimbulkan kerugian bagi daerah,” tandasnya.

 

Moeljadi menutup pembahasan dengan harapan agar ketiga raperda tersebut segera disahkan, sehingga menjadi dasar hukum yang kuat dalam mengoptimalkan pelayanan publik dan pengelolaan daerah.

“Harapan kami, regulasi ini nantinya benar-benar menjadi pijakan menuju Mojokerto yang lebih maju dan berkeadilan,” pungkasnya.(Syim/AdV)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Kepala Desa Brangkal Nur Ely Suryani, Resmi Lantik Kaur Keuangan

Pemerintah

DLH Kota Mojokerto Peringati Hari Bumi 2025 dengan Tiga Aksi Nyata Ramah Lingkungan

Pemerintah

DPRD Kota Mojokerto Resmi Bentuk 6 Fraksi Baru dalam Rapat Paripurna 2024-2029

Pemerintah

Administratur/KKPH Mojokerto Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

MOJOKERTO

DPRD Kota Mojokerto Pastikan Anggaran TPP ASN Tetap Utuh di APBD 2026

Pemerintah

Pj Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Inovasi dalam Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik

Pemerintah

Kota Mojokerto Raih Predikat ‘Kota Terinovatif’ di IGA Tahun 2023, Pj Walikota Ali Kuncoro: Berkat Inovasi Berdampak ‘Canting Gula Mojo’ dan ‘Adi Pintar

Pemerintah

DPRD Mojokerto Turun Tangan Tangani Dugaan Keracunan Massal Santri Program MBG
?>