Home / Sejarah

Kamis, 3 Maret 2022 - 22:08 WIB

Tim Arkeologi BPCB Jatim,Temukan 2 Terowongan di Situs Gemekan

Foto.Tim Arkeologi BPCB Jatim,Temukan 2 Terowongan di Situs Gemekan

Foto.Tim Arkeologi BPCB Jatim,Temukan 2 Terowongan di Situs Gemekan

Foto.Tim Arkeologi BPCB Jatim,Temukan 2 Terowongan di Situs Gemekan

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Ketua Tim Ekskavasi Situs Gemekan M Ichwan mengatakan, ada beberapa benda bersejarah yang ditemukan dalam proses ekskavasi kali ini. “Seperti sejumlah artefak dan lubang sumur berbentuk persegi dengan dimensi 150 centimeter x 150 centimeter pada bagian tengah struktur candi ditemukan,” ungkapnya, Kamis (3/3/2022).

Selain menemukan artefak berupa tutup pripih dan pegangan logam berbentuk Dewa Ganesha, Tim Arkeologi Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim juga menemukan dua terowongan di Situs Gemekan di Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

READ  Kirab Budaya Waisak Pertama di Indonesia Digelar di Trowulan, 12 Dewa-Dewi Diarak ke Candi Brahu

Pamong Ahli Budaya BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said mengatakan, kini proses ekskavasi difokuskan pada temuan sumur di tengah bagian candi dan galian bekas ditemukan prasasti. Terlebih adanya temuan dua bekas terowongan yang mengarah pada sumuran di bagian tengah situs, yakni di sisi selatan dan utara.

“Diduga Situs Gemekan pernah dijarah pemburu harta karun karena dua terowongan itu seperti sudah diuruk kembali. Terdapat perbedaan unsur urukan pada bagian bekas terowongan dengan lainnya yang terdiri dari campuran pasir hitam. Diduga terowongan itu sengaja digali secara manual oleh pihak tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

READ  Syukuran di Punden Wuliyo Jati: Arakan Tumpeng, Rebutan Polowijo, dan Makan Bersama

Jalur tersebut mirip terowongan dengan diameter sekitar 50 cm dan panjang lebih dari 2 meter. Terowongan tersebut hanya cukup dilewati satu orang dengan merangkak tengkurap. Menurutnya, bekas galian terowongan menuju sumuran candi tersebut bukan dibangun saat candi didirikan karena bekas galian manual tampak tidak rapi layaknya bagian candi lainnya.

“Namun belum bisa dipastikan berapa kali Situs Gemekan dijarah. Namun Situs Gemekan ini lebih dari 60 persen rusak parah. Bagian tutup sudah ditemukan di sisi selatan. Wadahnya saja belum apalagi isinya. Isinya pasti benda berharga. Biasanya logam mulia seperti emas, perak, perunggu dan disitu biasanya ada mantra-mantranya,” jelasnya.

READ  Warga Dusun Manyarsari Adakan Sedekah Bumi

Menurutnya, sumuran candi merupakan tempat khusus bagi pripih disimpan dengan dipendam di dalam tanah. Namun, tidak menutup kemungkinan isi pripih ditemukan di luar sumuran atau bagian candi lainnya.

Sementara itu, Arkeolog Ismail Lutfi menambahkan, dari kajian para arkeolog sejak dulu sumuran berfungsi untuk menempatkan pripih, benda-benda sakral yang disertakan pada awal pembangunan sebuah candi. “Tempat Sima yang harus dijadikan sumber untuk menghidupkan di bangunan suci. Bangunan suci yang kita duga ini (Situs Gemekan, red),” tambahnya.(Syim)

Share :

Baca Juga

Sejarah

Dandim 0815 Mojokerto ,Turut Semarakkan Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 740 Meter

Sejarah

Danrem 082/CPYJ Tinjau Rehab RTLH Dalam Rangka HUT RI
Wabup Lakukan Audiensi Terkait Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo

Sejarah

Wabup Lakukan Audiensi Terkait Situs Kumitir Kecamatan Jatirejo

Sejarah

RSI Hasanah Mojokerto Peduli Pada Wartawan Mojokerto Berikan Kacamata Kesehatan

Sejarah

Rembuk Desa Kecamatan Jetis Tahun 2019 Siapkan Inovasi Watu Blorok
Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Sejarah

Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Sejarah

Peringati Proklamasi Polri, Polda Jatim Bersama Rooderburg Soerabaia Gelar Aksi Teatrikal

Sejarah

Warga Dusun Manyarsari Adakan Sedekah Bumi
?>